BRIEF.ID – Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Rosan Perkasa Roeslani menyatakan, kemajuan ekonomi digital di Asia Tenggara (Asean) sejalan dengan visi dan misi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Jokowi menyatakan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai US$ 146 miliar dan kontribusi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan naik delapan kali pada tahun 2030 mencapai Rp 4.531 triliun. Presiden Jokowi menginginkan agar talenta-talenta digital Indonesia, baik di bidang kecerdasan buatan (AI), cloud computing, hingga blockchain yang ada di luar negeri diundang untuk kembali ke Tanah Air.
“Berdasarkan laporan SEA-Economic Report 2022, saya mendapat fakta menarik dan kemudian saya pelajari bahwa pada tahun 2022, ekonomi digital Asia Tenggara saja sudah mencapai US$ 200 miliar dalam Gross Merchandise Value (GMV),” kata Dubes Rosan pada acara “Unlocking Southeast Asia’s Trillion Dollar Digital Opportunity” yang diselenggarakan Kadin Amerika di Washington, Amerika Serikat, Selasa (24/1/2023) waktu setempat atau Rabu (25/1/2023).
Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia itu menyebutkan, dalam laporan SEA-Economic Report 2022 diperkirakan pada tahun 2030 pertumbuhan ekonomi digital akan mencapai sekitar US$ 600 miliar – US$ 1 triliun.
“Laporan ini relevan, tepat waktu, dan penting karena ke depan bersamaan dengan Indonesia menjadi Ketua Asean 2023,” ujar dia.
Menurut Rosan, Indonesia selama Pemerintahan Jokowi yang memasuki dua periode ini fokus mengembangkan ekonomi digital. Selain potensi domestik, lanjutnya, peluang ekonomi digital di kawasan Asean akan terus tumbuh dan berkembang dan menawarkan peluang tanpa akhir untuk membangun ekosistem digital di kawasan ini.
Sebagai Ketua Asean tahun 2023, Indonesia juga konsisten pada peningkatan investasi infrastruktur digital, komitmen untuk bekerja, menyelesaikan masalah melalui kerangka kebijakan dan keamanan yang lebih solid.
“Pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan di sektor digital dan teknologi menjadi lebih penting dari sebelumnya,” kata dia.