BRIEF.ID – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan Moody’s terkait arah kebijakan fiskal dan strategi investasi. Hal itu diungkapkan Chief Investor Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menyusul kritikan Moody’s terhadap minimnya kejelasan dalam pengumuman terbarunya.
Moody’s telah menurunkan outlook utang Indonesia menjadi negatif, mengkritik struktur tata kelola, skema pembiayaan, dan prioritas investasi Danantara yang dinilai belum jelas. Selain itu, Moody’s juga menilai risiko fiskal meningkat akibat komunikasi kebijakan yang tidak efektif.
“Tentu saja, harus ditindaklanjuti. Bagus ada peringatan seperti itu. Poin utama dari Moody’s adalah soal komunikasi dan arahan kebijakan,” kata Pandu dalam acara China Conference Southeast Asia di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pandu mengatakan, Danantara akan mengalokasikan dana US$ 13‑14 miliar secara global dengan proporsi seimbang antara investasi domestik dan luar negeri, mengedepankan prinsip berorientasi laba, profesionalisme, serta transfer pengetahuan, nilai, dan teknologi ke Indonesia. !
Dia menambahkan, sistem kebijakan yang dijalankan pemerintah dan institusi terkait pada dasarnya memiliki kemampuan untuk melakukan evaluasi diri, selama rencana kerja disampaikan secara terbuka dan dijalankan secara terkoordinasi.
Menurutnya, tugas utama para pemangku kepentingan adalah memastikan komunikasi berjalan jelas dan konsisten. Pandu menilai, aspek komunikasi menjadi semakin penting mengingat lembaga pemeringkat lain juga dijadwalkan melakukan penilaian terhadap Indonesia.
Lembaga pemeringkat Fitch, kata dia, diperkirakan akan berkunjung dalam waktu dekat, disusul Standard & Poor’s (S&P). Ia menilai Indonesia memiliki banyak perkembangan positif yang dapat disampaikan kepada investor global. (nov)


