BRIEF.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah adanya tekanan pemerintah yang mendesak pengunduran diri Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rahman.
Pada Jumat (30/1/2026) pagi, Iman menggelar konferensi pers di Gedung BEI untuk menyampaikan pengunduran diri sebagai wujud tanggung jawabnya akibat trading halt pembekuan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Bukan karena tekanan pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto,” kata Mensesneg di Gedung Kementerian Perekonomian Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Mensesneg berada di Kantor Menko Perekonomian untuk menghadiri pertemuan yang digelar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.
Ia mengaku pertemuan itu tidak ada sangkut pautnya dengan urusan Iman Rachman. Pemerintah, lanjutnya, tidak mengintervensi pengunduran diri Iman Rachman dari kursi Dirut BEI.
“Oh enggak, itu adalah rapat rutin. Rapat rutin. Kalau Saudara-saudara ingat, pada Minggu lalu kan ada di Kemensetneg. Minggu ini lokasinya di Kementerian Perekonomian, dan minggu depan rencananya di Gedung Kementerian Keuangan,” jelas dia.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sejumlah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kondisi pasar saham di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, sejak beberapa waktu lalu, IHSG ambruk dalam hingga kembali bertengger di level 7.000, sebelum akhirnya pada hari ini bangkit dan dibuka di level 8.319,15. (nov)


