BRIEF.ID – Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengundurkan diri saat Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mulai berkantor di bursa hari ini.
Pengumuman Iman Rachman mengenai pengunduran dirinya dari jabatan Dirut BEI menjadi kabar mengejutkan bagi pelaku pasar. Pasalnya, masa jabatan Iman Rachman hanya tinggal beberapa bulan lagi.
Sebagai informasi, Iman rachman terpilih menjadi Dirut BEI melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Masa jabatannya adalah 4 tahun, dan berakhir pada Juni 2026.
Pengunduran diri Iman Rachman, disampaikan kepada awak media, pada Jumat (30/1/2026) pagi, seiring mulai berkantornya OJK di Gedung BEI, untuk meredam dampak sentimen pembekuan indeks saham Indonesia yang diberlakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Keputusan Mahendra Siregar untuk berkantor di Gedung BEI disampaikan setelah rapat kordinasi antara OJK dan Self Regulatory Organization (SRO), di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
SRO adalah organisasi mandiri non-pemerintah, yang menjadi pengelola pasar modal, yang terdiri dari BEI, PT kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Dalam jumpa pers seusai rapat kordinasi OJK dan SRO, Mahendra menyampaikan pihaknya fokus pada reformasi cepat dan efektif untuk meredam dampak dari pembekuan SMCI adap indeks saham Indonesia.
“Kami fokus reformasi, dan berjalan cepat, tepat, serta efektif, dan untuk memastikan hal itu (meredam dampak pembeluan SMCI), mulai besok (Jumat, 30 Januari 2026) kami akan berkantor di sini,” kata Mahendra.
Dia menyampaikan, OJK dan SRO memastikan penyesuaian yang diperlukan akan dilakukan, hingga memenuhi kebutuhan dan metodologi MSCI.
Dengan berkantor di bursa, langkah pertama yang akan dilakukan OJK adalah menindaklanjuti proposal penyesuaian data free float, yang telah dipublikasikan BEI dan KSEI.
Penyesuaian antara lain mengecualikan investor dalam kategori korporasi dan others dalam perhitungan free float, serta memublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk setiap kategori investor.
“Penyesuaian ini sedang dikaji oleh MSCI. Apa pun hasil penilaiannya, kami pastikan perbaikan lanjutan akan dilakukan sampai final dan dapat diterima sesuai yang dimaksud MSCI,” ujar Mahendra.
Free Float
Seperti diketahui, free float saham merupakan peraturan terkait dengan batas jumlah saham suatu perusahaan, yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas kepada publik.
Saat ini, free float saham yang diberlakukan untuk emiten-emiten di pasar modal Indonesia sebesar 7,5%. Meski demkikian, BEI berencana meningkatkan batas free float menjadi 15% mulai Februari 2026.
Hal inilah, yang menjadi pemicu MSCI melakukan evaluasi, dan kemudian mengumumkan pembekuan terhadap sejumlah indeks saham Indonesia, pada Rabu (28/1/2026).
Dampak dari pengumuman MSCI membuat IHSG anjlok hingga mencapai 8%, dan BEI sempat memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) sebanyak 2 kali, pada Rabu (28/1/2026), dan Kamis (29/1/2026).
Tekanan terhadap IHSG mulai mereda setelah OJK melakukan rapat kordinasi dengan SRO dan menegaskan komitmen pemerintah untuk menenangkan gejolak di pasar modal Indonesia.
Hal ini, menjadi sinyal pemerintah melakukan intervensi langsung ke bursa yang selama ini dikelola secara mandiri oleh SRO, apalagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyatakan siap mengucurkan dana ke pasar modal untuk mengendalikan gejolak IHSG.
Kehadiran OJK di bursa, dan kesiapan Danantara untuk mengucurkan dana ke pasar modal, dinilai menjadi pertanda pemerintah melakukan intervensi, sekaligus menjadi penyebab di balik mundurnya Dirut BEI.
Meski tidak memberi ruang tanya-jawab, dan menjelaskan secara rinci penyebab pengunduran dirinya dari posisi Dirut BEI padahal masa jabatannya tinggal beberapa bulan lagi, Iman menyiratkan trading halt menjadi alasan dia merasa bertanggung-jawab dan memutuskan mundur.
“Walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya-jawab, bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri,” kata Iman, kepada awak media, di Jakarta, Jumat.
Dia puin berharap pengunduran dirinya menjadi cara terbaik, dan pasar modal Indonesia akan semakin membaik, seiring mulai meredanya tekanan terhadap IHSG.
“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini, pasar modal kita jadi lebih baik. Saya percaya bahwa ini bentuk tanggung jawab dan mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikutnya,” tutur Iman. (jea)


