BRIEF.ID – Suasana semarak dan bangga menyambut hangat kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto di hotel tempatnya bermalam di Tokyo, Jepang, Minggu (29/3/2026) malam. Kedatangan Kepala Negara disambut antusias diaspora Indonesia yang telah menanti kedatangannya.
Di pintu masuk hotel, penyambutan berlangsung penuh nuansa budaya. Tiga anak Indonesia yang mengenakan pakaian tradisional tampak berdiri rapi seraya menyerahkan bunga kepada Presiden Prabowo. Gestur sederhana tersebut menjadi simbol kerinduan sekaligus kebanggaan diaspora terhadap pemimpin negaranya.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang telah lebih dahulu tiba di Jepang turut menyambut, bersama puluhan diaspora Indonesia dari berbagai latar belakang profesi dan pendidikan. Mereka berbaris rapi, sebagian tak kuasa menyembunyikan rasa haru saat akhirnya dapat melihat Presiden Prabowo dari dekat.
Taufiq, seorang engineer yang bekerja sebagai konsultan pada perusahaan kelistrikan di Jepang, mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi pengalaman tak terlupakan.
“Hari ini pertama kali bertemu langsung dengan Bapak Prabowo Subianto. Rasanya luar biasa, karena dari 280-290 juta orang kita bisa punya kesempatan bertemu langsung dengan Presiden. Saya bahagia dan juga menjadi core memory tersendiri untuk saya,” ujarnya.
Perasaan serupa juga dirasakan Ara, seorang perawat yang telah lama menetap di Jepang. Ia tak menyangka dapat bertemu langsung dengan Presiden.
“Sebenarnya deg-degan. Di luar ini sih ekspektasi bisa bertemu. Dan mungkin kan ini juga kesempatan untuk diaspora di Jepang bisa ketemu,” tutur Ara.
“Mungkin juga posisinya barisan juga kan, barisan juga di ujung, pas banget dengan Bapak, dan Bapak juga sangat ramah juga kan, dan mendatangi satu persatu kami, dan alhamdulillah juga dapat kesempatan bisa ditanda tangani,” katanya.
Sementara itu, Tiwi, mahasiswa S3 di Chuo University yang hadir bersama perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jepang, mengungkapkan kegembiraannya bertemu Presiden. Bagi Tiwi, meskipun belum berdialog langsung, kehadiran Presiden tetap menjadi momen berharga.
“Senang sekali, tentu saja. Dan ini pertama kalinya bisa bertemu langsung, walaupun belum bisa berbincang-bincang, tapi sudah senang bisa melihat kehadiran Bapak Presiden,” ujarnya. (nov)


