BRIEF.ID – Indeks di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (16/3/2026) setelah dipicu oleh koreksi harga minyak mentah di pasar internasional.
Selain itu, penguatan saham-saham sektor teknologi juga mendorong penguatan indeks, setelah saham Nvidia menguat karena perkiraan permintaan pesanan pembelian chip AI. Investor kini menantikan keputusan bank sentral di seluruh dunia, yang dijadwalkan, pada pekan ini.
Hal itu, disebut-sebut akan menjadi kesempatan pertama bagi para pembuat kebijakan moneter untuk bereaksi atas serangan AS-Israel terhadap Iran, yang telah memasuki minggu ketiga.
Di sisi lain, pergerakan harga minyak terus menjadi fokus perhatian, seiring ditutupnya Selat Hormuz sehingga menghambat aliran energi dan mengancam perekonomian dunia. Meskipun AS telah berupaya meredakan kekhawatiran pasokan, termasuk melalui pelonggaran beberapa sanksi terhadap minyak Rusia, harga minyak mentah terus meningkat.
Akibatnya, harga bensin meningkat, yang menjadi faktor dalam perhitungan inflasi secara keseluruhan dan menjadi fokus utama bagi pemilih AS menjelang pemilihan paruh waktu di November 2026 pada bulan November. Presiden AS Donald Trump meminta beberapa negara untuk membantu AS membuka kembali Selat Hormuz, namun sebagian negara menunjukkan keengganan untuk memberikan bantuan.
Harga minyak Brent turun ke level sekitar US$ 100 per barel. Harga minyak mentah WTI melemah ke level US$ 93/barel. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 5 bps ke level 4,226%. Harga emas di pasar spot melemah 0,4% di level US$ 4,998/troy ons, akibat kekhawatiran inflasi yang ditimbulkan konflik Timur Tengah. Hal itu diperkirakan berpotensi membuat suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. (nov)


