BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS), ditutup bervariasi, di mana indeks Dow Jones melemah, pada Rabu (29/4/2026).
Seperti diperkirakan Bank Sentral AS, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5% – 3,75%. Sentimen juga dipengaruhi oleh kemunduran negosiasi diplomatik lebih lanjut antara AS dan Iran. Investor juga menantikan dirilisnya laporan keuangan beberapa emiten besar di sektor teknologi setelah penutupan bursa.
Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga kali ini mencatat jumlah perbedaan pendapat tertinggi sejak tahun 1992. Satu pembuat kebijakan lebih memilih penurunan suku bunga sebesar 25 bps, sementara tiga pembuat kebijakan lainnya tidak mendukung dimasukkannya pelonggaran dalam pernyataan FOMC saat ini.
Jerome Powell juga mengatakan berencana untuk tetap menjabat sebagai gubernur setelah masa jabatannya sebagai Chairman The Fed berakhir, pada Mei mendatang.
Powell menyatakan ingin tetap menjabat sampai semua serangan hukum terhadap bank sentral berhenti, dan menyatakan memandang independensi The Fed dalam risiko. Masa jabatan Powell sebagai Chairman The Fed akan berakhir pada bulan Mei, setelah itu kemungkinan besar akan digantikan oleh Kevin Warsh, yang telah lolos pemungutan suara Komite Perbankan Senat AS pada Rabu (29/4/2026) dan sekarang menghadapi pemungutan suara konfirmasi akhir.
Pada Rabu (29/4/2026), harga minyak menguat lebih dari 6%, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mempertahankan blokade angkatan laut AS terhadap Iran sampai negara itu menyetujui kesepakatan nuklir.
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik 6 bps ke level 4,416%. Harga emas spot melemah 1,2% di level US$ 4,541 per troy ons, setelah The Fed mempertahankan suku bunga seperti perkiraan. (nov)


