Bursa Wall Street Bergairah, Harga Minyak Turun Signifikan

BRIEF.ID – Pasar keuangan mengalami sedikit kelegaan, pada  Senin (23/3/2026)  setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan AS telah melakukan pembicaraan  dengan Iran terkait kemungkinan diakhirinya operasi militer.

Harga langsung minyak turun, dan harga saham di  bursa Wall Street naik signifikan setelah mengalami kerugian besar sebelum pengumuman Trump.

Harga minyak mentah Brent per barel turun 10,9% menjadi US$ 99,94, per barel atau turun setelah sempat menyentuh angka US$ 120, pada  pekan lalu.  Trump melalui media sosial,  menyatakan AS dan Iran telah mengadakan pembicaraan produktif selama dua hari terakhir “mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah.”

Berita itu langsung mendongkrak indeks S&P 500 naik 1,1% untuk hari terbaiknya sejak perang dimulai.

Namun, pergerakan pasar masih ragu-ragu setelah Iran membantah adanya pembicaraan tersebut dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan melalui platform X bahwa “berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak.”

Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan hampir 1.135 poin di pagi hari, kemudian turun menjadi 540 poin sebelum akhirnya melonjak dan berakhir dengan kenaikan 631 poin.

Selama akhir pekan, Trump mengancam akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika negara itu tidak membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Jalur air sempit di lepas pantai Iran ini telah menjadi titik sensitif bagi Trump dan perekonomian karena perlambatan tajam dalam lalu lintas mencegah kapal tanker minyak meninggalkan Teluk Persia untuk memasok pelanggan di seluruh dunia.

Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari untuk memungkinkan pembicaraan berlanjut. Namun, tak lama kemudian, muncul bantahan dari Iran tentang pembicaraan tersebut, sementara kantor berita semi-resmi Iran, Fars dan Tasnim, menggambarkan presiden Amerika itu mundur.

Sementara itu, Turki dan Mesir mengatakan  telah berbicara dengan pihak-pihak yang bertikai, tanda pertama mediasi terkoordinasi, yang bisa menjadi sinyal yang menggembirakan.

Di tengah semua perkembangan tersebut, harga minyak mentah Brent turun menjadi US$ 96 per barel setelah Trump mengumumkan penundaan tersebut, tetapi dengan cepat pulih sebagian besar kerugian tersebut. Minyak mentah acuan AS bereaksi serupa, langsung turun menuju US$ 84 per barel sebelum naik turun kembali di atas US$ 92 per barel dan kemudian menetap di US$ 88,13 per barel, turun 10,3% dari hari Jumat. (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Iran Bantah Lakukan Pembicaraan dengan AS

BRIEF.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran...

Trump Klaim AS dan Iran Sedang Berdialog Mengakhiri Operasi Militer

BRIEF.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan,...

Bursa Saham Asia Melemah Signifikan

BRIEF.ID – Bursa saham di negara-negara Asia melemah cukup...

Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz  

BRIEF.ID – Iran mengancam  menutup  total  Selat Hormuz, jika...