BRIEF.ID – Sebagian besar saham Asia mengalami penurunan pada hari Senin (26/1/2026) yang dipicu anjloknya indeks acuan Jepang setelah mata uang yen menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Indeks acuan Nikkei 225 Jepang turun 1,9% menjadi 52.812,45 akibat aksi jual saham eksportir besar, seperti Toyota Motor Corp., yang sahamnya turun 3,2%.
Mata uang yang lemah umumnya menguntungkan eksportir Jepang karena membantu meningkatkan nilai pendapatan luar negeri mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, dolar AS menguat terhadap yen. Dolar jatuh tajam dalam beberapa hari terakhir, setelah para pejabat di Jepang dan AS mengindikasikan akan siap melakukan intervensi untuk mendukung yen.
Dolar AS turun menjadi 154,26 yen Jepang dari 155,01 yen. Pekan lalu, dolar AS diperdagangkan sekitar 158 yen. Euro naik menjadi US$ 1,1866 dari US$ 1,1858.
Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6% menjadi 4.961,58. Indeks Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,1% menjadi 26.722,89, sementara Indeks Komposit Shanghai naik 0,1% menjadi 4.141,10.
Pasar ditutup di Australia, Selandia Baru, India, dan Indonesia.
Kontrak berjangka AS sedikit turun akibat ketidakpastian yang terus berlanjut mengenai kebijakan tarif AS, di antara isu-isu lainnya. Kontrak berjangka S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average turun 0,3%.
Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 100% pada barang-barang dari Kanada ditentang oleh Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney. Trump telah memperingatkan akan menaikkan tarif jika Kanada menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok.
PM Carney mengatakan Kanada tidak memiliki rencana untuk perjanjian semacam itu. Pada tahun 2024, Kanada meniru Amerika Serikat dengan mengenakan tarif 100% pada kendaraan listrik dari Beijing dan tarif 25% pada baja dan aluminium. Tindakan itu ditanggapi dengan memberlakukan pajak impor 100% untuk minyak dan tepung canola Kanada, serta 25% untuk daging babi dan makanan laut.
Berbeda dengan Amerika Serikat bulan ini selama kunjungan ke Tiongkok, PM Carney memangkas tarif 100% untuk mobil listrik Tiongkok sebagai imbalan atas penurunan tarif untuk produk-produk Kanada tersebut.
Pada Jumat (23/1/2026), S&P 500 naik tipis kurang dari 0,1% menjadi 6.915,61. Namun, indeks tersebut masih mencatat penurunan moderat untuk minggu kedua berturut-turut. Dow Jones Industrial Average turun 0,6% menjadi 49.098,71. Nasdaq composite naik 0,3% menjadi 23.501,24. (Associated Press/nov)


