Program JKN, BPJS Kesehatan Jadi Contoh Negara Lain

BRIEF.ID –  Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyatakan, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menuju Universal Health Coverage (UHC) menjadi percontohan bagi negara-negara lain, khususnya Asia, karena  memiliki jumlah kepesertaan yang banyak.

“Program JKN bisa dikatakan salah satu perwujudan gotong- royong besar yang amat terasa di negara Indonesia, karena sistem pembiayaan kesehatan dilakukan melalui satu skema yang terintegrasi,” ujar Ghufron seperti dilansir Antara, Senin (10/7/2023).

Ghufron mengatakan,  komitmen Indonesia dalam upaya memberikan perlindungan dan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi warganya. Sampai dengan 1 Juli 2023 jumlah peserta JKN mencapai 258,9 juta jiwa atau 93,81 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Menjelang 10 tahun pelaksanaan, komitmen politik yang kuat pemerintah untuk mencapai UHC terus dijaga. Kurun waktu 10 tahun ini BPJS Kesehatan telah melalui berbagai proses hingga akhirnya kini terbentuk ekosistem JKN yang matang,” kata dia.

Diakui, meski di awal pelaksanaan terdapat tantangan dalam hal kemampuan pembiayaan program, BPJS Kesehatan mampu untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan kebijakan serta melahirkan berbagai inovasi dan peningkatan layanan untuk meningkatkan kesinambungan Program JKN.

Sebagai contoh, BPJS Kesehatan baru-baru ini merilis fitur i-Care dalam aplikasi Mobile JKN. Fitur ini memberikan kemudahan akses kepada fasilitas kesehatan untuk melihat riwayat pelayanan kesehatan peserta JKN selama satu tahun terakhir. Dengan adanya akses terhadap riwayat pelayanan sebelumnya, dokter dapat memberikan layanan yang lebih cepat dan tepat kepada peserta JKN.

“Walaupun saat ini, pemanfaatan program sudah terjadi peningkatan atau rebound setelah pandemi Covid-19, secara finansial program ini masih dalam kondisi keuangan yang sehat. Tidak ada lagi utang ke rumah sakit,” kata dia.

Ia menjelaskan untuk mencapai UHC yang berkualitas, BPJS Kesehatan juga tengah melakukan transformasi mutu layanan karena sebagai badan layanan publik, dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas layanan. BPJS Kesehatan memulainya dengan melakukan transformasi struktural dan kultural.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BI: Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha Triwulan IV – 2025 Tetap Terjaga

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Kegiatan...

IHSG Fluktuatif Jelang RDG BI, Investor Cermati Kebijakan Suku Bunga Acuan

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Melemah Dekati Rp17.000 per Dolar AS Imbas Ancaman Tarif Impor Trump untuk Eropa

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga mendekati...

Harga Emas Antam Awal Pekan Melesat Tembus Rp2,7 Juta per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...