BRIEF.ID – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan, pada 9 – 12 Januari 2026.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
Dikutip dari laman resmi BMKG, pada Jumat (9/1/2026), Ex Siklon Tropis Jenna (18.4°LS, 90.9°BT) terpantau di Samudera Hindia barat daya Banten, memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 8–30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8–30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB, Laut Banda, Laut Arafuru bagian utara, tengah, barat dan timur.
Kondisi itu menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Bengkulu, Samudera Hindia selatan Banten, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian timur, Laut Sumbawa, Laut Banda, Laut Maluku, dan Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya.
Selanjutnya, Samudera Pasifik utara Papua, Laut Seram, Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Lampung, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Sulawesi bagian timur, Samudera Pasifik utara Maluku, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Laut Banda, dan Laut Arafuru bagian utara.
Sedangkan, pada gelombang lebih tinggi di kisaran 2,50 – 4 meter berpeluang terjadi di Selat Karimata bagian utara, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, Samudera Hindia selatan Jawa Timur, Samudera Hindia selatan NTB, Laut Arafuru bagian barat, Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudera Hindia selatan Bali, Laut Arafuru bagian tengah.
Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4 – 6 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara dan Laut Arafuru bagian timur.
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), Kapal besar seperti Kapal Kargo/Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang 4 m). (nov)


