Bertindak Rasis, Dirjen WHO Pecat Direktur Regional Pasifik Barat

BRIEF.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memecat pejabat tinggi WHO untuk  Pasifik Barat  setelah Associated Press melaporkan tahun lalu bahwa lusinan anggota staf menuduhnya melakukan perilaku rasis, kasar,  dan tidak etis sehingga  mengganggu respons Badan Kesehatan AS terhadap pandemi Covid-19.

Dalam email yang dikirim kepada karyawan pada hari Rabu (8/3/2023), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penunjukan Dr  Takeshi Kasai telah “diakhiri” setelah penyelidikan internal menghasilkan  temuan adanya pelanggaran.

Tedros tidak merujuk pada Kasai dengan nama, hanya merujuk gelarnya sebagai Direktur Regional di Pasifik Barat. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah siapa seorang direktur regional telah diberhentikan.

“Ini merupakan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menantang bagi kita semua,” tulis Tedros.

Ia mengatakan  proses penamaan direktur regional baru untuk Pasifik Barat akan dimulai bulan depan, dengan pemilihan akan diadakan pada bulan Oktober 2023.

Pemerintah Jepang, yang mendukung pencalonan Kasai untuk jabatan itu menolak berkomentar. Kasai yang sebelumnya membantah bertindak dengan cara yang rasis atau kasar, mengatakan bahwa meskipun dia bertanya kepada banyak stafnya, perilakunya  seharusnya tidak mengakibatkan orang merasa tidak dihargai.

Ringkasan investigasi internal WHO yang dipresentasikan pada pertemuan dewan eksekutif agensi pekan ini di Jenewa, Swiss menemukan Kasai secara teratur melecehkan pekerja di Asia, termasuk terlibat dalam  komunikasi agresif, penghinaan publik,  dan membuat komentar bernada rasial.

Pejabat senior WHO  mengatakan kepada pimpinan organisasi itu  bahwa Kasai telah menciptakan  “suasana beracun,” sebab  anggota staf takut atas pembalasan jika berani berbicara menentangnya.

Para pejabat juga menemukan Kasai memanipulasi setidaknya satu evaluasi kinerja bawahan, menurut bahan rahasia yang diperoleh AP.

Pencopotan Kasai mengikuti investigasi AP yang diterbitkan pada Januari 2022 yang mengungkapkan lebih dari 30 staf WHO yang tidak dikenal mengirim keluhan tertulis tentang direktur kepada para pemimpin senior dan anggota dewan eksekutif organisasi.

Dokumen dan rekaman menunjukkan Kasai membuat pernyataan rasis kepada stafnya dan menyalahkan munculnya Covid-19 di beberapa negara Pasifik tentang  kurangnya kapasitas karena budaya, ras, dan tingkat sosial ekonomi yang lebih rendah. (APNews.com)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Setelah Jeda Empat Tahun, BTS Pastikan Comeback 20 Maret 2026

BRIEF.ID – BTS secara resmi mengumumkan akan comeback, pada...

Perdagangan Awal Tahun 2026, Saham Wall Street Naik Tipis

BRIEF.ID – Saham-saham perusahaan Amerika Serikat (AS) mencatatkan kenaikan...

Kebakaran Bar Le Constellation, Akun Instagram Disiapkan Sebagai Sumber Informasi Korban  

BRIEF.ID – Sebuah akun Instagram disiapkan untuk  dijadikan sebagai...

Pesta Tahun Baru di Bar Le Constellation Swiss Berujung Maut, 47 Orang Tewas dan 112 Luka-luka

BRIEF.ID - Sedikitnya 47 orang tewas dan lebih dari...