BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk “mengakhiri” operasi militer di Timur Tengah, meskipun telah mengirimkan tiga kapal serbu amfibi tambahan dan sekitar 2.500 marinir tambahan ke wilayah itu.
Unggahan Trump di media sosial Truth, pada Jumat (20/3/2026) menyusul ancaman Iran untuk menyerang situs rekreasi dan wisata di seluruh dunia, serangan udara, dan serangan drone serta rudal yang telah melanda wilayah itu.
Pesan beragam dari AS muncul setelah kenaikan harga minyak yang kembali terjadi dan menjatuhkan pasar saham AS, dan diikuti pengumuman pemerintahan Trump bahwa akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sudah dimuat di kapal, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengatasi kenaikan harga bahan bakar yang melonjak.
Perang yang telah berlangsung selama 3 minggu ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan Israel mengatakan Iran terus menembakkan rudal ke arahnya pada Sabtu (21/3/2026), sementara Arab Saudi mengatakan telah menembak jatuh 20 drone hanya dalam beberapa jam di wilayah timur negara itu, yang merupakan rumah bagi instalasi minyak utama.
Serangan itu terjadi sehari setelah serangan udara Israel menghantam Teheran saat warga Iran merayakan Tahun Baru Persia, yang dikenal sebagai Nowruz, hari raya yang biasanya meriah tetapi telah diredam oleh perang.
Hampir Mencapai Tujuan
AS dan Israel telah menawarkan alasan yang berubah-ubah untuk perang di Iran, mulai dari berharap untuk memicu pemberontakan yang menggulingkan kepemimpinan Iran hingga melenyapkan program nuklir dan rudalnya. Belum ada tanda-tanda tentang pemberontakan semacam itu dan belum ada tanda-tanda berakhirnya perang.
Di media sosial, Trump mengatakan, “Kita semakin dekat untuk mencapai tujuan kita saat kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar kita di Timur Tengah.”
Hal itu tampaknya bertentangan dengan langkah pemerintahannya untuk meningkatkan kekuatan militernya di kawasan itu dan meminta tambahan US$ 200 miliar dari Kongres untuk mendanai perang di Iran.
AS telah mengerahkan tiga kapal serbu amfibi dan sekitar 2.500 Marinir tambahan ke Timur Tengah, kata seorang pejabat kepada Associated Press. Dua pejabat AS lainnya mengkonfirmasi bahwa kapal-kapal itu sedang dikerahkan, tanpa menyebutkan ke mana tujuannya. Ketiganya berbicara dengan syarat anonim untuk membahas operasi militer yang sensitif.
Beberapa hari sebelumnya, AS mengalihkan kelompok kapal serbu amfibi lain yang membawa 2.500 marinir lainnya dari Pasifik ke Timur Tengah. Para marinir akan bergabung dengan lebih dari 50.000 pasukan AS yang sudah berada di wilayah tersebut.
Trump mengatakan dia tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan darat ke Iran tetapi juga menegaskan bahwa dia tetap memiliki semua opsi. (Associated Press/nov)


