Arab Saudi dan UEA Minta AS Lanjutkan Perang Gulingkan Pemerintahan Garis Keras Iran

BRIEF.ID – Otoritas Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) meminta Amerika Serikat (AS) melanjutkan perang dengan Iran untuk menggulingkan pemerintahan garis keras negara tersebut.

The New York Times melaporkan permintaan tersebut disampaikan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dalam rangkaian percakapan dengan Presiden AS, Donald Trump, pada pekan lalu.

Pemimpin defacto Kerajaan Arab Saudi tersebut, menyampaikan perang terhadap Iran sebagai “peluang bersejarah” untuk menata kembali kawasan Timur Tengah.

“Pangeran Mohammed telah menyampaikan kepada Trump bahwa ia harus terus menekan untuk menghancurkan pemerintahan garis keras Iran,” demikian pernyataan sumber di Gedung Putih, seperti dikutip The New York Times, Selasa (24/3/2026).

Dia mengungkapkan, Pangeran Mohammed berpendapat bahwa Iran menimbulkan ancaman jangka panjang bagi negara-negara Teluk, yang menjadi sekutu AS dan Barat di kawasan Timur Tengah.

Arab Saudi juga memandang upaya penggulingan pemimpin garis keran negara Iran yang belum tuntas, menjadi ancaman keamanan yang serius dan langsung terhadap negara-negara Teluk.

“Jika konflik berlarut-larut, Iran dapat melancarkan serangan yang lebih dahsyat terhadap instalasi minyak Saudi, dan AS dapat terjebak dalam perang tanpa akhir,” ungkap sumber tersebut.

Permintaan Arab Saudi terhadap AS kembali disampaikan, setelah Presiden Donald Trump menyampaikan membuka ruang diplomasi dengan Iran untuk mengakhiri perang.

Pada Senin (23/3/2026), Presiden Trump menyatakan di media sosial bahwa pemerintahannya dan Iran telah mengadakan “percakapan produktif” mengenai upaya penyelesaian perang secara lengkap dan total.

“Kami telah berbicara dengan pejabat Iran yang tepat, dan Iran sangat menginginkan negosiasi untuk mengakhiri perang,” kata Presiden Trump.

Laporan dari New York Times tersebut ditanggapi otoritas Kerajaan Arab Saudi dengan menyatakan bahwa Pangeran Mohammed tidak mendorong AS untuk memperpanjang perang dengan Iran.

“Kerajaan Arab Saudi selalu mendukung penyelesaian damai atas konflik ini, bahkan sebelum dimulai. Keprihatinan utama kami saat ini adalah untuk membela diri dari serangan Iran terhadap rakyat kami dan infrastruktur sipil kami,” bunyi pernyataan otoritas Arab Saudi.

Tak hanya Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Kuwait pun dikabarkan menyampaikan kekhawatiran terhadap upaya negosiasi AS dan Iran. Pasalnya, meskipun AS telah memberikan waktu untuk bernegosiasi, Iran terus menyerang fasilitas energi negara-negara Teluk.

Pada hari ini, Iran melancarkan serangan drone yang menyasar kilang minyak di Bandara Internasional Kuwait. Iran juga terus menembakkan rudal ke Israel, meskipun dan menyebabkan ratusan orang terluka. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Militer Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Tembakan Rudal ke Israel dan Kuwait

BRIEF.ID - Militer Iran menolak negosiasi dengan Amerika Serikat...

Cegah Perang Meluas, Tiga Negara Tawarkan Diri Jadi Mediator Negosiasi AS dan Iran

BRIEF.ID - Tiga negara menawarkan diri menjadi mediator negosiasi...

AS Ajukan 15 Tuntutan kepada Iran untuk Mengakhiri Perang

BRIEF.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah mengajukan...

Menyikapi Fluktuasi Harga Emas Dunia Saat Konflik Geopolitik Timur Tengah Memanas, Jual atau Beli?

BRIEF.ID - Banyak yang bertanya bagaimana menyikapi fluktuasi harga...