BRIEF.ID – Angkatan Laut (AL) Sri Lanka berhasil menemukan 87 jenazah dan menyelamatkan 32 orang dari kapal perang Iran, IRIS Dena yang tenggelam di lepas pantai negara itu setelah dihantam torpedo yang ditembakkan kapal selam Amerika Serikat (AS).
“Kapal Iran yang tenggelam di Samudera Hindia adalah “kapal andalan” Republik Islam. Ini adalah salah satu dari sedikit kejadian kapal selam menenggelamkan kapal sejak Perang Dunia II,” kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon, seperti dikutip dari Associated Press, Kamis (5/3/2026).
Hegseth mengatakan, tenggelamnya IRIS Dena menggambarkan operasi militer AS-Israel terhadap Iran yang meluas melampaui perbatasannya. Presiden AS Donald Trump mengatakan, salah satu tujuan utama perang ini adalah untuk melenyapkan angkatan laut Iran.
“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo,” kata Hegseth.
Dilaporkan bahwa setelah angkatan laut Sri Lanka menerima sinyal bahaya dari IRIS Dena, yang membawa 180 orang, mereka mengirimkan kapal dan pesawat untuk misi penyelamatan, kata Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, kepada Parlemen.
Namun, pada saat angkatan laut Sri Lanka mencapai lokasi, tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal tersebut, hanya beberapa tumpahan minyak dan rakit penyelamat, kata juru bicara angkatan laut, Komandan Buddhika Sampath.
“Kami menemukan orang-orang mengapung di air,” ujarnya.
Sebuah video yang dirilis oleh Departemen Pertahanan AS pada tanggal yang tidak disebutkan, menunjukkan momen serangan torpedo tersebut. Kapal Iran itu tampak terkena ledakan bawah laut yang menyebabkan kapal tersebut hancur berkeping-keping, sementara semburan air besar naik ke udara.
32 orang yang diselamatkan dirawat di rumah sakit di Galle, sebuah kota di pantai selatan Sri Lanka dan jenazah yang ditemukan juga dibawa ke darat, kata Sampath.
Di Rumah Sakit Nasional di Galle, jenazah para pelaut Iran tiba dengan truk dan disimpan di kamar mayat sementara. Rumah sakit tersebut dijaga oleh polisi Sri Lanka dan personel angkatan laut, sementara para pekerja menurunkan jenazah di tempat yang tersembunyi.
Dr. Anil Jasinghe, seorang pejabat tinggi Kementerian Kesehatan, mengatakan salah satu korban yang diselamatkan berada dalam kondisi kritis, tujuh orang menerima perawatan darurat, dan yang lainnya dirawat karena luka ringan.
IRIS Dena adalah salah satu kapal perang terbaru Iran, yang berpatroli di perairan dalam, dan dipersenjatai dengan senjata berat, rudal permukaan-ke-udara, rudal anti-kapal, dan torpedo. Kapal itu membawa satu helikopter.
Kapal itu telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada Februari 2023, bersama dengan delapan eksekutif dari produsen drone Iran yang memasok senjata ke Rusia untuk digunakan melawan target sipil di Ukraina.
Setidaknya 17 kapal angkatan laut Iran telah tenggelam selama perang yang sedang berlangsung, kata Laksamana AS Brad Cooper, yang memimpin Komando Pusat militer Amerika. (nov)


