BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) kompak terjun bebas signifikan pada penutupan perdagangan, Selasa (20/1/2026) menyusul ancaman tarif 10% oleh Presiden AS Donald Trump terhadap 8 anggota NATO.
Situasi ini meningkatkan ketidakpastian dan fluktuasi. Negara-negara Eropa dilaporkan sedang membahas tarif balasan terhadap AS dan langkah-langkah yang lebih luas sebagai respon atas ancaman tarif baru dari AS.
Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 200% terhadap anggur dan sampanye Prancis karena Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Trump.
Pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, yang berlangsung pada 19-23 Januari 2026, diperkirakan juga akan menjadi fokus perhatian investor global, terutama terkait kehadiran Trump pada pertemuan tersebut.
Para pemimpin Eropa akan mengadakan pertemuan darurat, pada Kamis (22/1/2026) untuk membahas pilihan mereka, yang berpotensi termasuk pemberlakuan tarif tinggi pada barang-barang AS senilai €93 miliar.
Prancis dan Jerman juga mendesak Uni Eropa untuk mempertimbangkan penerapan instrumen yang dirancang untuk mencegah pemaksaan ekonomi, yang dapat meliputi pembatasan lain terhadap investasi atau aktivitas perbankan AS ke Uni Eropa. Sementara itu kecemasan akan ketidakpastian politik dan ekonomi di Jepang juga menambah sentimen negatif.
Imbal hasil US 10-year naik lebih dari 6 bps ke level 4,295%. Harga emas di pasar spot menguat 2% ke level US$ 4,757 per troy ons, setelah menyentuh level tertinggi baru di US$ 4.765/troy oz. Harga minyak mentah menguat karena penghentian sementara produksi di ladang minyak Kazakhstan. (nov)


