BRIEF.ID – Janji Amerika Serikat (AS) Presiden Donald Trump melancarkan perang tarif besar-besaran terhadap negara-negara Eropa, dalam upaya mendapatkan kendali atas Greenland telah memicu “kemarahan” sekutu terdekat AS.
Mereka memperingatkan potensi terjadinya keretakan dengan Washington yang akan menghancurkan aliansi NATO, yang dulunya tampak tak tergoyahkan, demikian dikutip dari Associated Press, Rabu (21/1/2026).
Seorang pejabat tinggi Uni Eropa, pada Selasa (20/1/2026) menyebut rencana tarif baru Trump terhadap delapan negara anggotanya terkait Greenland sebagai “kesalahan” dan mempertanyakan kredibilitas Trump, yang mengancam akan menerapkan tarif impor sebesar 10% kepada Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda, dan Finlandia.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Uni Eropa dapat membalas dengan mengerahkan salah satu alat ekonomi paling ampuhnya, yang secara umum dikenal sebagai “bazooka” perdagangan.
Meningkatnya ketegangan terkait Greenland, dan ancaman perang dagang yang semakin dalam antara AS dan Eropa, menyebabkan investor global gemetar karena saham di Wall Street anjlok.
Trump membanggakan dirinya karena meningkatkan tekanan untuk mencoba bernegosiasi melalui posisi yang kuat. Ia meninggalkan Washington pada Selasa (20/1/2026) bertepatan dengan peringatan pelantikannya — untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, sebuah tempat yang menawarkan kesempatan bagi Trump untuk meredakan ketegangan secepat ia membangkitkannya.
Namun para pemimpin Eropa yang bersikeras dan berjanji membela Denmark dan kendalinya atas Greenland yang semi-otonom, mungkin saja berusaha menghadapi momen luar biasa ini dengan menunjukkan tekad kuatnya.
Hal itu dapat mengurangi peluang Trump menemukan cara cepat untuk mengatasi krisis. Pemimpin Greenland bersikeras untuk menghormati integritas teritorialnya dan menyebut hukum internasional sebagai “bukan permainan.”
Tidak Biasa
Trump tampil tidak biasa di ruang konferensi pers Gedung Putih dan berbicara panjang lebar disaat harga saham jatuh. Ketika ditanya seberapa jauh ia bersedia untuk mengakuisisi Greenland, Trump hanya berkata, “Anda akan mengetahuinya.” Ia juga secara keliru menyebut Greenland sebagai Islandia pada suatu saat.
Namun demikian, presiden memperkirakan mungkin ada kesepakatan yang sedang dibuat. “Saya pikir kita akan menemukan solusi yang akan membuat NATO sangat senang, dan kita juga akan sangat senang,” katanya, tanpa memberikan rincian spesifik.
Trump mengatakan senang karena NATO telah meningkatkan pengeluaran militer, tetapi dia juga meremehkan keberadaan aliansi itu, dengan mengatakan anggota lain mungkin tidak akan melindungi kepentingan Washington.
Trump menyarankan anggota NATO mengharapkan AS untuk datang menyelamatkan mereka, tetapi “saya benar-benar mempertanyakan apakah mereka akan datang menyelamatkan kita atau tidak.”
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menolak pengumuman Trump bahwa, mulai Februari 2026, pajak impor 10% akan dikenakan pada barang-barang dari delapan negara Eropa yang telah bersatu mendukung Denmark. Greenland adalah wilayah semi-otonom Denmark, anggota NATO.
“Uni Eropa dan Amerika Serikat telah menyepakati kesepakatan perdagangan Juli lalu,” kata von der Leyen di Davos. “Dan dalam politik maupun bisnis – kesepakatan adalah kesepakatan. Dan ketika teman-teman berjabat tangan, itu pasti berarti sesuatu.” (nov)


