Ancaman Blokade Selat Hormuz Dorong Kenaikan Harga Minyak  

BRIEF.ID – Harga minyak global naik  8% setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman memblokade Selat Hormuz menyusul gagalnya perundingan damai AS-Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). Harga minyak mentah Brent mencapai US$ 102  per barel.

Pada Minggu (12/4/2026) pukul 22.01 GMT atau Senin (13/4/2026) pukul 05.01 WIB, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni 2026  diperdagangkan naik 7,76% dari penutupan sebelumnya US$ 102,59  per barel. Sementara itu,  harga minyak mentah WTI berjangka Mei naik 8,2% menjadi US$ 104,51.

Iran dan AS  memulai pembicaraan di Islamabad,  pada Sabtu (11/4/2026) setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran.

Namun, Wakil Presiden AS JD Vance, selaku ketua  delegasi perundingan  AS menyatakan  pada Minggu pagi (12/4/2026), Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam  negosiasi yang berlangsung 21 jam. Delegasi  AS langsung pulang ke Washington  dengan tangan kosong.

Trump   mengumumkan bahwa AS akan mulai memblokade semua kapal yang mencoba masuk dan keluar dari Selat Hormuz. Ia juga menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat semua kapal yang membayar kepada Iran untuk melewati selat tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) telah bersumpah untuk memulai blokade seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. (i

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Balik Arah ke Zona Hijau Ditopang Saham Konglomerat Prajogo Pangestu

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Tertekan Dolar AS Dipicu Kekhawatiran Blokade Selat Hormuz

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah tertekan dolar Amerika...

Harga Emas Antam Rontok Rp42.000 Imbas Gagalnya Perundingan Damai AS-Iran

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Perundingan Damai Gagal, Harga Bitcoin Merosot 1,80%

BRIEF.ID – Bitcoin (BitfinexUSD) diperdagangkan di bawah tekanan pada...