BRIEF.ID – Harga emas dunia terus menguat, dan menjadi instrumen investasi yang paling menguntungkan, seiring ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan perang tarif.
Pada 2025, harga emas dunia mengalami kenaikan hingga 65%. Tren penguatan harga emas dunia terus berlanjut di Januari 2026, seiring ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Venezuela dan Uni Eropa.
Sepanjang Januari 2026, harga emas dunia telah mengalami kenaikan sebesar 15%. Hal itu, memicu sejumlah lembaga investasi merevisi prediksi harga emas dari kisaran US$4.900 per troy ounce hingga US$5.000 per troy ounce menjadi US$5.000 per troy ounce hingga US$5.400 per troy ounce pada akhir 2026.
Meski demikian Analis Pasar Makro , Nishant Bhardwaj, memperingatkan lonjakan signifikan harga emas dunia selalu berujung pada penurunan tajam selama bertahun-tahun.
“Setiap kali harga emas melonjak tajam, sejarah menunjukkan pola koreksi yang dalam dan menyakitkan,” kata Nishant Bhardwaj, dalam risetnya, dikutip Sabtu (24/1/2026).
Pola tersebut, sudah terlihat sejak Tahun 1980 ketika harga emas mengalami lonjakan drastis hingga mencapai rekor tertinggi US$850 per troy ounce
Setelah kenaikan signifikan tersebut, yang terjadi selanjutnya adalah penurunan 40%–60% selama beberapa tahun.
Selanjutnya pada 2011, harga emas dunia mencapai puncaknya di sekitar US$1.921 per troy ounce setelah kenaikan panjang selama beberapa tahun.
Koreksi yang terjadi selanjutnya adalah sekitar 43% hingga tahun 2015.
Bahkan lonjakan harga yang “sekali dalam satu generasi” pun tidak terhindar dari pembalikan ke nilai rata-rata.
Kemudian pada 2020, harga emas dunia mencapai puncaknya di sekitar US$2.075 per troy ounce. Penurunan hingga tahun 2022 sekitar 20%–25%, diikuti oleh konsolidasi yang panjang.
“Secara historis, setelah reli kuat 60%–85%, emas rata-rata terkoreksi 20%–40%, bergerak mendatar selama bertahun-tahun untuk mencerna keuntungan,” ungkap Bhardwaj.
Semakin emosional dan vertikal reli harga emas, lanjutnya, semakin dalam koreksi yang cenderung terjadi. Itu sebabnya, memahami koreksi harga emas di masa lalu membantu mengelola ekspektasi ketika reli terasa tak terbendung.
“Emas melindungi kekayaan dalam jangka panjang, tetapi fase parabolik jarang bersifat permanen, dan dapat berlangsung bertahun-tahun,” ujar p Bhardwaj. (jea)


