Aksi Korporasi Emiten Bursa Efek Indonesia

BRIEF.ID – Sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan langkah-langkah strategis  dalam rangka meningkatkan struktur modal, kepemilikan, dan nilai saham bagi kepentingan investor.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, terdapat sejumlah emiten menyatakan akan melakukan aksi korporasi.

Dikutip dari riset D’Origin, Senin (9/2/2026), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menargetkan Tambang Emas Pani memproduksi 100–115 ribu ons emas pada tahun 2026 seiring dimulainya operasi heap leach berkapasitas awal 8 juta ton per tahun, dengan studi lanjutan untuk meningkatkan kapasitas menjadi 10 Mtpa setelah 2026.

Pihak manajemen menegaskan bahwa fokus perseroan pada pencapaian produksi perdana yang aman, sesuai panduan, serta optimalisasi tambang guna menciptakan nilai jangka panjang berkelanjutan.

PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) memperoleh fasilitas kredit Rp 54,02 miliar dari PT Bank Sinarmas Tbk, yang ditandatangani pada 29 Januari 2026. Fasilitas kredit  terdiri atas demand loan Rp 45 miliar dan pinjaman rekening koran Rp 9 miliar dengan bunga 9,75% per tahun serta jatuh tempo 16 Oktober 2026, yang menurut manajemen disiapkan sebagai opsi pembiayaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perseroan.

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperkuat perannya dalam rantai pasok kendaraan listrik nasional melalui pengembangan manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, dan integrasi ekosistem, dengan menampilkan inovasi Battery Lithium 12V di IIMS 2026, yang menawarkan daya tahan lebih panjang, desain ringkas dan ringan untuk kendaraan listrik roda dua.

Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso menegaskan partisipasi tersebut sebagai langkah strategis memperkuat posisi perseroan di industri EV nasional.

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menegaskan pelaksanaan buyback saham hingga maksimal Rp150 miliar dilakukan secara bertahap pada 23 Januari–23 April 2026 melalui BEI, dengan tetap menjaga likuiditas, mematuhi ketentuan pasar modal, serta memenuhi free float minimum 15%.

Manajemen menyatakan aksi ini mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan dan tidak mengurangi fleksibilitas untuk modal kerja maupun ekspansi, sementara dampaknya terhadap aset, ekuitas, operasional, dan laba rugi dinilai tidak material.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan marketing sales sebesar Rp 4,3 triliun sepanjang tahun 2025 atau 100% dari target, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen residensial sebesar Rp 2,0 triliun atau 47%, diikuti kaveling komersial Rp 1,2 triliun (28%) dan produk komersial Rp1,07 triliun atau 25%, mencerminkan kuatnya permintaan hunian terintegrasi dan kawasan strategis di PIK2.

Kinerja tersebut ditopang oleh pemasaran berbagai proyek residensial dan komersial, serta penguatan ekosistem kawasan melalui operasional Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) sejak Agustus 2025 yang hingga akhir tahun telah menggelar 16 event nasional dan internasional sebagai pendorong aktivitas ekonomi.

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan marketing sales Rp 430 miliar sepanjang 2025 atau 85% dari target, dengan kontribusi terbesar berasal dari kaveling tanah komersial sebesar Rp343 miliar atau 80%, disusul produk komersial Rp83 miliar atau 19% dan residensial Rp4 miliar atau 1%, menegaskan kuatnya daya tarik kawasan CBD PIK2 di tengah pasar yang selektif.

Perseroan juga membukukan pemulihan signifikan pada Kuartal IV-2025 dengan pra-penjualan Rp109 miliar atau melonjak 309% QoQ, didorong lonjakan kaveling komersial 473% QoQ serta pertumbuhan residensial dan produk komersial, seiring membaiknya sentimen pasar, yang menurut manajemen menjadi momentum penting untuk memperkuat arah bisnis dan disiplin eksekusi.

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan melalui klarifikasi resmi bahwa perseroan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan Edy Suwarno, Eveline Listijosuputro, maupun PT Minna Padi Aset Manajemen yang diberitakan terkait dugaan tindak pidana pasar modal. Manajemen menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak benar, menyesatkan, dan tidak sesuai fakta, sambil menyatakan komitmen menjaga keterbukaan dan akurasi informasi bagi pemegang saham, investor, dan publik.

PT Jinlong Resources Investment memulai mandatory tender offer (MTO) atas saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) pada periode 5 Februari–6 Maret 2026 untuk sebanyak-banyaknya 271,87 juta saham atau 20,84% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp296 per saham sehingga nilai maksimum transaksi sekitar Rp80,47 miliar, yang ditetapkan berdasarkan rata-rata harga tertinggi perdagangan FITT di BEI selama 90 hari kalender sebelum 11 September 2025. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Sanae Takaichi : Terima Kasih Presiden Donald Trump

BRIEF.ID – Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi mengucapkan...

Menang Pemilu Jepang, PM Anwar Ucapkan Selamat Kepada Sanae Takaichi

BRIEF.ID – Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim mengucapkan selamat...

Indonesia Daily Brief (February 9, 2026)

TOP NEWS The Jakarta Post — Indonesian markets fell sharply...

Sanae Takaichi Menang Telak Pemilu Jepang

BRIEF.ID - Perdana Menteri (PM) Jepang  Sanae Takaichi bersama...