717 Saham Turun Harga, IHSG Sesi I Perdagangan Anjlok 3,49%

BRIEF.ID – Sebanyak 717 saham di Bursa Efek Indonesia 9BEI) turun harga hingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I perdagangan hari ini, Senin (9/3/2028), ditutup anjlok 3,49%.

Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka terpuruk 4,27% atau 323,96 poin ke level 7.261. Hingga akhir sesi I perdagangan pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terkoreksi 3,49% atau 264,61 poin ke level 7.321.

Sepanjang 3 jam perdagangan saham di sesi I, IHSG terus bergerak di zona merah, dan sempat menyentuh level tertinggi di 7.374, dan level terendah di 7.156.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 717 saham turun harga, hanya 63 saham yang naik harga, dan 36 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan tercatat mencapai 31,153 miliar lembar,d engan frekuensi transaksi sebanyak 1.613.698 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp13,944 triliun.

Saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar di berbagai sektor berguguran dan menjadi pemberat IHSG, antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), yang terkoreksi lebih dari 4%.

Harga TLKM terpantau turun sebesar 4,08% atau Rp130 menjadi Rp3.060 per lembar, ASII terpangkas 4,90% atau Rp300 menjadi Rp5.825 per lembar, dan SMGR melemah 4,89% atau Rp130 menjadi Rp2.530 per lembar.

Saham-saham unggulan di sektor pertambangan dan konsumer, juga mengalami tekanan harga signifikan dengan kisaran 1% hingga 8%, dan menjadi pemberat IHSG.

Di sektor pertambangan, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terkoreksi hingga 8,44% atau Rp200 menjadi Rp2.170 per lembar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melemah 4,84% atau Rp300 menjadi Rp5.900.

Di sektor konsumer, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 4,81% atau Rp95 menjadi Rp1.880 per lembar, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) terkoreksi 6,72% atau Rp135 menjadi Rp1.875 per lembar.

Pergerakan IHSG mengikuti bursa regional yang mayoritas memerah seiring kenaikan harga minyak dunia, dan lonjakan indeks dolar AS (Amerika Serikat), dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih berpeluang melemah, dan bergerak di kisaran level support 7.000 dan level resistance 7.500. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pasar Keuangan Ambruk, Harga Emas, Kurs Rupiah, hingga IHSG Terperosok ke Zona Merah

BRIEF.ID - Pasar keuangan Indonesia ambruk pada perdagangan awal...

Indonesia Daily Brief (March 9, 2026)

TOP NEWS Reuters — Communications and Digital Affairs Minister Meutya...

IHSG Diperkirakan Bakal Uji Level 7.480

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Terbitkan Obligasi Keberlanjutan, BJBR Target Himpun Dana Rp 932 Miliar  

BRIEF.ID - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan...