Economy

Perang Dagang akan Berpotensi Positif Bagi Indonesia

December 5, 2018

Jakarta – Saat ini dunia tengah dihadapi situasi mencekam di sektor ekonomi, hal ini dikarenakan perang dagang yang tengah bergulir di dua negara besar di dunia, yaitu Amerika Serikat (AS) dan China. Perang dagang yang sedang berlangsung saat ini, dinilai sangat mempengaruhi perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Hal tersebut ditepis oleh, Direktur Eksekutif INDEF (Institute for Defelopment of Economic and Finance), Enny Sri Hartati. Ia mengatakan dari hasil penelitiannya, perang dagang yang sedang bergulir saat ini tidak akan memiliki dampak buruk untuk Indonesia, mahalan akan memberikan peluang bagi Tanah Air sendiri.

“Jadi dari secara umum sebetulnya bahwa perang dagang tidak selalu menjadi momok. Hasil kajian INDEF memberi optimisme bahwa dibalik perang dagang ada berkah,” kata Enny, Bidakara Hotel, Jakarta, (28/11).

Namun, keuntungan yang diperoleh Indonesia tidak seoptimal dengan keuntungan yang diperoleh negara lain. Menurut Enny ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya bertambah 0,001%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Malaysia akan bertumbuh 0,045%, Thailand 0,043%, India 0,021%, Vietnam 0,017%, dan Jepang 0,004%.

Walau tidak terlalu berdampak besar, tapi Enny menyatakan perang dagang antara AS dan China berpotensi membawa berkah bagi investasi Indonesia. “Nilai investasi di Indonesia akan bertumbuh sebesar 0,11%. Alasannya, investor AS maupun di China akan lebih memilih negara tetangga untuk berinvestasi.”

Sementara itu, terkait investor AS dan China yang memilih untuk berinvestasi di negara-negara tetangga. Menteri Koordinator Bidang Ekonomi (Menko) Darmin Nasution mengatakan bahwa hal tersebut merupakan dampak yang tidak langsung bagi Indonesia. Hal tersebut juga akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

“Tapi ada dampak tidak langsung, bahwa akibat perang dagang itu China tentu mikir investor di China baik AS, Eropa itu akan kalau kita di China terus susah, kena cegat biaya masuk di AS. Dia mulai mau relokasi. Jadi yang saya maksud dengan dampak tak langsung lebih cenderung positif ke kita,” ujarnya.

“Tidak langsung itu kita enggak pasti dapat karena kita harus bersaing dengan, Vietnam, Thailand, Malaysia untuk menjadi tempat relokais industri-industri macam-macam yang kena dampak perang dagang.”