Tiongkok Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5% di 2024

BRIEF.ID – Biro Statistik Nasional (NBS) menyatakan Tiongkok mencapai target pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) sebesar 5% di 2024 secara tahunan atau year on year (yoy).

Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (17/1/2024), Komisaris NBS Kang Yi, juga melaporkan data tahunan untuk populasi, pengangguran, dan metrik lainnya yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan kebijakan Pemerintah Tiongkok pada tahun 2025.

“Tiongkok mencapai pertumbuhan ekonomi 5% pada tahun 2024, memenuhi target tahunan yang ditetapkan, setelah langkah-langkah stimulus mendorong pertumbuhan kuartal keempat menjadi 5,4%,” kata Kang Yi.

Dia menyampaikan, pasar properti menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Di antara 70 kota besar dan menengah yang disurvei oleh NBS, harga rumah baru di kota-kota lapis pertama naik tipis sebesar 0,2%, yang merupakan kenaikan pertama sejak Juni 2023.

Produksi industri Tiongkok juga naik 5,8% pada tahun 2024, dengan ekspansi yang terbesar di sektor manufaktur teknologi seperti kendaraan energi baru, sirkuit terpadu, dan robot industri.

“Konsumsi sedikit pulih, dengan penjualan eceran barang-barang konsumen tumbuh 3,5% tahun-ke-tahun, dan 3,7% pada Desember 2024,” ujar Kang Yi.

Sementara tingkat pengangguran perkotaan Tiongkok mencapai 5,1%, atau 0,1 poin persentase lebih rendah dari tahun 2023, dengan angka pengangguran kaum muda turun 0,4 poin pada Desember 2024.

Dia mengungkapkan, populasi Tiongkok turun untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2024, dengan peningkatan kecil dalam kelahiran baru yang jumlahnya lebih sedikit daripada kematian.

“Meskipun memenuhi target PDB tahunan yang ditetapkan pada kisaran 5%, pencatatan kelahiran dan kematian tahunan menjadi lebih penting karena populasi negara terus menurun,” ungkap Kang Yi.

Dengan pencapaian indikator ekonomi tersebut, Kang Yi menyatakan optimistis Tiongkok dapat memenuhi target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2025.

“Namun kami juga mengakui tantangan seperti permintaan yang tidak mencukupi, kesulitan produksi untuk beberapa bisnis, dan rintangan eksternal,” tutur Kang Yi.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Open House Idul Fitri, Presiden Prabowo Prioritaskan Masyarakat  

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar open house  dalam...

Setelah Empat Tahun Vakum, BTS Tampil Memukau di Lapangan Gwanghwamun

BRIEF.ID - Setelah vakum selama empat tahun grup BTS,...

Kuasa Usaha Pemerintah AS Peter Haymond: Selamat Idul Fitri

BRIEF.ID - Kuasa Usaha Ad Interim Pemerintah Amerika Serikat...

AS Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer di Timur Tengah

BRIEF.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan...