Rupiah Luar Negeri Tembus Level Rp18.100 Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah di pasar luar negeri (offshore) atau Non-Deliverable Forwards (NDF) menembus level Rp18.100 Dipicu lonjakan harga minyak dunia.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (23/10/2026), kurs rupiah NDF berada di kisaran Rp18.105 per dolar AS. Pada Kamis (22/10/2026) malam, nilai tukar rupiah offshore bahkan menyentuh level Rp18.139 per dolar AS.

Di pasar spot, kurs rupiah dibuka stagnan di level Rp18.050 per dolar AS, namun kemudian melemah hingga menyentuh level Rp18.086 per dolar AS.

Sementara kurs rupiah berdasarkan Transaksi Antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah ke level Rp18.074 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipicu tekanan harga minyak dunia yang melonjak tajam pascaserangan kelompok militan Houthi Yaman ke ladang minyak Arab Saudi, pada Kamis (22/10/2026).

Harga minyak dunia jenis Brent melesat 4% menjadi US$113,17 per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 2,4% menjadi US$ 99,47 per barel.

Pada perdagangan sesi pagi ini, harga minyak mentah jenis Brent turun tipis 0,2% menjadi US$112,96 per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis WTI AS melemah 0,3% menjadi US$98,12 per barel.

Lonjakan harga minyak dunia terjadi seiring kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah, seiring  serangan kelompok militan Houthi Yaman ke Arab Saudi.

Distribusi minyak dunia yang belum sepenuhnya lancar melalui jalur pelayaran Selat Hormuz, membuat harga minyak semakin tinggi karena pasokan yang terbatas.

Tingginya harga minyak memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi yang akan mekenan bank sentral di berbagai negara menaikkan suku bunga acuan, termasuk Federal Reserve (The Fed).

Pekan depan, The Fed akan mengadakan rapat bulanan FOMC, yang akan memutuskan kebijakan moneter termasuk posisi suku bunga The Fed atau Fed Funds Rate (FFR).

Terkait dengan itu, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, diprediksi masih berada dalam tekanan eksternal yang kuat. Mata uang Garuda akan bergerak di kisaran level Rp18.000 per dolar AS hingga Rp18.100 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Akhir Pekan Uji Level 5.500, Saham BBCA Masih Terkoreksi

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Prabowo Targetkan Daya Beli Masyarakat Meningkat

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan peningkatan kesejahteraan rakyat...

Prabowo Ancam Cabut Konsesi Tambang Mangkrak, Proyek Blok Masela Disorot

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto mengancam bakal mencabut konsesi...

Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan 99 Persen, Siapkan Program Satu Orang Satu Rekening

BRIEF.ID – Pemerintah tengah menyiapkan program Satu Orang Satu...