Rupiah Kembali Tertekan Hampir Dekati Level Rp16.800 per Dolar AS

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah kembali tertekan dan hampir mendekati level Rp16.800 per dolar Amerika Serikat (AS), pada perdagangan awal pekan, Senin (2/2/2026).

Pada sesi awal perdagangan hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,06% atau 10 poin menjadi Rp16.776 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.

Meski demikian, nilai tukar rupiah perlahan berbalik melemah. Hingga pukup 11:00 WIB, kurs rupiah terpantau berada di level Rp16.798 per dolar AS atau terpaut 2 poin dari level psikologis Rp16.800 per dolar AS.

Pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen dari dalam negeri, seiring kekhawatiran investor terhadap situasai pasar modal Indonesia, pascapengunduran diri sejumlah pejabat, baik di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Intervensi pemerintah terhadap bursa justru memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap independensi Self Regulatory Organization (SRO), yang dikelola mandiri atau non-pemerintah.

Dampaknya, terjadi arus modal keluar (capital outflow) dalam jumlah besar, dengan rata-rata nilai transaksi harian di atas Rp20 triliun pada pekan lalu.

Sementara sentimen negatif dari luar negeri datang dari pengumuman
calon Gubernur Bank Sentral AS atau Federal reserve (The Fed), Kevin Warsh.

Mengutip Anadolu, Trump telah mengumumkan telah memilih mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, sebagai pengganti Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.

Meskipun sebelumnya dikenal sebagai pendukung inflasi yang ketat, Warsh baru-baru ini berpihak pada Trump dengan secara terbuka menganjurkan suku bunga lebih rendah. Trump sudah berulang kali mengatakan akan menunjuk Gubernur The Fed yang mendukung suku bunga lebih rendah.

Terkait dengan sentimen tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi melemah pada perdagangan hari ini, dan bergerak di kisaran level Rp16.760 per dolar AS hingga Rp16.800 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Surplus Neraca Dagang RI Capai US$41,05 Miliar pada 2025, Amerika Serikat Penyumbang Terbesar

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus neraca...

Nilai Ekspor Indonesia Capai US$282,91 Miliar Sepanjang 2025 Ditopang Industri Pengolahan dan Pertanian

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan nilai ekspor...

IHSG Anjlok di Atas 5%, Pelaku Pasar Wait and See Jelang Pertemuan BEI dan MSCI

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Emas Antam Meroket Rp167.000 di Awal Pekan Ini

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...