BRIEF.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan nilai ekspor Indonesia mencapai US$282,91 miliar sepanjang 2025, terutama ditopang peningkatan ekspor industri pengolahan dan pertanian.
“Secara tahunan atau year-on-year, nilai ekspor Indonesia pada tahun 2025 meningkat 6,15% dibanding periode yang sama pada 2024,” kata
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, dalam keterangan pers, di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Menurut dia, peningkatan nilai ekspor Indonesia sepanjang Tahun 2025, terutama ditopang ekspor nonmigas yang naik 7,66% dengan nilai mencapai US$269,84 miliar. Sedangkan nilai ekspor migas pada 2025 merosot 17,69% menjadi US$13,07 miliar.
Adapun peningkatan ekspor nonmigas secara kumulatif ditopang oleh industri pengolahan dan pertanian. “Industri pengolahan menjadi pendorong utama kinerja ekspor nonmigas dengan andil 10,77% dalam mendorong ekspor 2025,” ungkap Ateng.
Dia menjelaskan, ekspor industri pengolahan yang besar adalah minyak kelapa sawit atau CPO, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, dan semi konduktor dan komponen elektronik lainnya.
Peningkatan nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 menjadi katalis positif di tengah kondisi ekonomi yang cenderung melemah akibat ketidakpastian global.
Menutup 2025, kondisi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya pulih. Meski nilai tukar rupiah mampu menguat dalam penutupan perdagangan akhir tahun lalu dan berhasil menguat tajam 0,47% ke posisi Rp16.690/US$, sayangnya belum diikuti perbaikan kinerja sektor riil, khususnya dari sisi perdagangan.
Ketidakpastian global juga menimbulkan kontraksi pada ekspor, seiring menurunnya permintaan daari sejumlah senaga mitra dagang Indonesia, terutama Tiongkok yang mengalami perlambatan ekonomi. (jea)


