BRIEF.ID – Pemerintah Indonesia mencatat ada potensi transaksi pariwisata sebesar Rp14,91 triliun dalam ajang ITB Berlin 2026 yang berlangsung pada 3–5 Maret 2026.
Capaian ini diperoleh dari potensi kunjungan 479.434 wisatawan internasional yang kini melakukan pertemuan bisnis dengan pelaku industri pariwisata Indonesia selama pameran tersebut.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa angka itu menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap destinasi wisata Indonesia.
Menurutnya, partisipasi Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar di dunia itu juga menjadi momentum untuk memperkuat promosi pariwisata nasional di pasar internasional.
“Partisipasi Indonesia di ajang ITB Berlin menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar global,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (12/3).
Dia juga menjelaskan dalam ajang tersebut, Indonesia mengusung kampanye bertema #GoBeyondOrdinary yang mencerminkan program Quality Tourism Kemenpar. Dia menilai bahwa kampanye ini menekankan pengembangan pariwisata yang berfokus pada kualitas pengalaman wisatawan, keberlanjutan, serta inklusivitas.
“Paviliun Indonesia tahun ini menampilkan kekayaan budaya melalui dekorasi motif wastra Nusantara serta payung geulis Tasikmalaya,” katanya.
Selain itu, promosi gastronomi dan wellness, kata Widiyanti juga ditonjolkan melalui berbagai zona aktivasi di dalam paviliun.
“Jadi total ada sebanyak 93 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi turut ambil bagian dalam paviliun Indonesia,” ujarnya.
Pelaku industri itu, menurut Widiyanti terdiri dari penyedia akomodasi, Destination Management Company (DMC), agen perjalanan, operator tur, desa wisata, restoran, hingga berbagai penyedia jasa pariwisata lainnya.
Mayoritas buyer yang tengah melakukan pertemuan bisnis berasal dari kawasan Eropa dengan porsi 88,38%, diikuti Asia 10,29%, Amerika 2,73%, Australia 1,17%, Afrika 0,78%, serta Timur Tengah 0,65%.
Selain kegiatan utama di Berlin, Kemenpar juga menggelar rangkaian sales mission sebagai bagian dari pre-event ITB Berlin di Amsterdam, serta kota Düsseldorf dan Stuttgart pada 23–26 Februari 2026. Kegiatan tersebut menghasilkan potensi 63.519 wisatawan dengan estimasi devisa sekitar Rp1,98 triliun.
Secara keseluruhan, total potensi transaksi dari ITB Berlin 2026 dan rangkaian sales mission pre-event mencapai 542.953 wisatawan potensial dengan estimasi devisa Rp16,89 triliun. Angka ini meningkat 24,2% dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp13,6 triliun.
Rangkaian promosi pariwisata Indonesia di Eropa masih berlanjut melalui sales mission post-event yang digelar oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia bekerja sama dengan kedutaan besar RI di sejumlah kota, yakni Warsaw, Budapest, Zagreb, dan Milan pada 9–16 Maret 2026.
Dalam kunjungan kerjanya di Jerman, Menpar Widiyanti juga melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Al Nowais, serta Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat.
Selain itu, Indonesia juga menerima penghargaan Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination dari platform perjalanan global Tripadvisor, yang semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi favorit wisatawan dunia. (AYB)


