Inflasi Indonesia 3,55% di Januari 2026 Dipicu Tarif Listrik dan Harga Emas

BRIEF.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi Indonesia secara tahunan atau year-on-year (yoy) sebesar 3,55% pada Januari 2026, terutama dipicu kenaikan tarif listrik dan harga emas.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, inflasi tersebut diperoleh dari selisih Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,99 pada 2025, dibandingkan IHK Januari 2026 sebesar 109,54.

“Secara bulanan  atau month-to-month/mtm) dan tahun kalender atau year-to-date/ytd, perekonomian Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026 terhadap Desember 2025,” kata Ateng, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Menurut Ateng, inflasi tinggi pada Januari 2026 secara yoy dipengaruhi dampak basis angka yang rendah pada periode yang sama tahun sebelumnya atau low base affect.

Pada Januari dan Februari 2025, pemerintah memberikan diskon tarif listrik sebesar 50%. Fasilitas ini dinikmati oleh 135 juta pelanggan. Sedangkan pada Januari 2026, diskon serupa tidak ada lagi dan tarif listrik kembali normal.

“Dengan demikian, ketika penghitungan inflasi tahunan dilakukan pada periode yang sama, maka basis pembandingnya relatif rendah. akibatnya, inflasi kelihatan tinggi,” ujar Ateng.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, lanjutnya, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tinggi hingga 11,93% dan memberi andil sebesar 1,72%.

“Komoditas yang paling memberi andil besar terhadap inflasi di Januari 2025 adalah tarif listrik, diikuti emas dan perhiasan, Kemudian, pada kelompok lainnya ialah emas dan perhiasan yang harganya melonjak signifikan pada Januarti 2026,” ujar Ateng. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Minyak Dunia Turun Kala Negara-Negara Teluk Rayakan Idul Fitri

BRIEF.ID - Harga minyak dunia turun kala negara-negara Teluk...

Serangan Rudal Iran Hancurkan Fasilitas Ekspor LNG Qatar, Kerugian Rp337 Triliun

BRIEF.ID - Serangan rudal Iran, yang menghanurkan fasilitas ekspor...

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

BRIEF.ID - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, resmi mengumumkan...

Arab Saudi Rayakan Idul Fitri Besok, Sidang Isbat Digelar 2 Kali

BRIEF.ID - Otoritas Arab Saudi mengumumkan Idul Fitri 1447...