IHSG Meroket Disaat Harga Minyak Bergejolak

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (10/4/202)  meroket   2,07% menuju  7.458. IHSG bertahan  di zona positif setelah  naik 150 poin.

Sebanyak 422,4 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp17,76 triliun. Saham top gainers LQ45: EMTK, UNTR, BBCA, BBRI, BRPT, CTRA, EXCL. Saham top losers LQ45: HEAL, ANTM, ICBP, AMRT, MAPI, INKP, dan AADI.

Kenaikan  sektor perindustrian  sebesar 1,29%, dengan saham-saham, seperti UNTR yang naik  4,25%, PTPP +2,33%, ACST +2,27%, HEXA +2,04%, ASII +2,02%, INDS +1,07%.

Di sisi lain, harapan terwujudnya damai di Timur Tengah terus meningkat, meski dibayang-bayangi ketidakpastian disaat tercapai gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, demikian dikutip dari laporan D’Origin, Jumat (10/4/2026).

Bursa Asia

Saham-saham di bursa Asia menguat pada  Jumat (10/4/2026) petang, menempatkannya  di jalur untuk pekan terbaik  pada periode lebih dari tiga tahun. Indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI di luar Jepang naik 0,9%. Sehingga menguat 7,3% pada pekan ini.

Hal ini terjadi menyusul kesepakatan gencatan senjata  Israel dan Lebanon, sehingga meningkatkan harapan untuk jeda dalam permusuhan di Timur Tengah dan pembukaan Selat Hormuz.

Iran menyebut serangan Israel yang berkelanjutan terhadap Lebanon sebagai poin penting dalam perjanjian gencatan senjata dengan AS, yang mengharuskan Iran untuk membuka kembali selat tersebut. Selat tersebut adalah jalur suplai 20% minyak global.

“Kami percaya ini bisa menjadi awal dari akhir” perang, dan itu menghadirkan “peluang bagi investor untuk fokus pada tren dan fundamental sebelum perang,” kata Rupal Agarwal, ahli strategi kuantitatif Asia di Bernstein di Singapura. “Kami merekomendasikan untuk menambah kembali beberapa saham yang telah tertekan.”

Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup untuk pelayaran, dengan lalu lintas maritim jauh di bawah 10% dari volume normal pada hari Kamis karena Teheran menegaskan kendalinya atas jalur air strategis tersebut.

Penutupan selat selama perang Iran selama enam minggu mengirimkan gelombang kejut ke pasar global karena harga minyak melonjak dan pasokan energi semakin ketat di seluruh dunia.

Sebagai tanda awal bahwa konflik Timur Tengah memicu tekanan biaya pada ekonomi terbesar kedua di dunia, harga pabrik di China naik untuk pertama kalinya dalam 3,5 tahun pada bulan Maret, menurut data resmi.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan dalam rapat kabinet pada hari Jumat bahwa Tokyo berencana untuk melepaskan cadangan minyak senilai 20 hari mulai Mei untuk memastikan pasokan domestik yang stabil.

Data yang dirilis Kamis (9/4/2026) di AS menunjukkan klaim pengangguran mingguan meningkat sebesar 16.000 menjadi 219.000 dan klaim berkelanjutan turun sebesar 38.000 menjadi 1,794 juta, level terendah sejak Mei 2024.

Indeks harga Core PCE juga naik 0,4% untuk bulan kedua berturut-turut, mencerminkan peningkatan tahunan sebesar 3,0%.

Indeks Saham Asia

Nikkei225 (Jepang) +1,84% ke 56.924

Topix (Jepang) -0,04% ke 3.739

Indeks Shanghai (Tiongkok) +0,51% ke 3.986

Indeks Shenzhen Component (Tiongkok) +2,24% ke 14.309

CSI 300 (Tiongkok) +1,54% ke 4.636

Hang Seng (Hong Kong) +0,55% ke 25.893

Indeks Kospi (Korsel) +1,40% ke 5.858

Taiex (Taiwan) +1,60% ke 35.417

S&P/ASX200 (Australia) -0,14% ke 8.960

Mata Uang Asia

Yen Jepang turun  0,19% menjadi 159,26 per Dolar AS

Dolar Singapura  melemah 0,15% menjadi 1,2749 per Dolar AS

AUD drop 0,27% ke posisi 0,7063 per Dolar AS                                                                           

Rupiah Indonesia turun 0,08% menjadi 17.104 per Dolar AS                                                                              

Rupee India drop 0,02% ke 92,6825 per Dolar AS                                                                                       

Yuan Tiongkok melorot 0,02% ke 6,8326 per Dolar AS

Ringgit Malaysia naik 0,33% ke 3,9688 per Dolar AS

Baht Thailand drop 0,47% ke 32,1780 per Dolar AS

Bursa Eropa

Pasar saham Eropa diberitakan naik tipis pada sesi awal perdagangan hari Jumat (10/4) pagi karena gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran terus menguji kesabaran investor.

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Pan-Eropa Stoxx 600 terlihat diperdagangkan naik 0,2%. Sebagian besar sektor berada di wilayah positif. Indeks FTSE 100 Inggris, CAC 40 Prancis dan DAX Jerman Semua saham sedikit naik setelah ditutup merah pada hari Kamis.

Harga Minyak  

Harga minyak naik pada hari Jumat (10/4/2026) petang, didorong oleh kekhawatiran baru atas pasokan dari Arab Saudi. Dan juga karena lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik 96 sen atau 1% menjadi US$ 96,88 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 78 sen 0,80%, menjadi US$ 98,65 per barel.

Serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi telah mengurangi kapasitas produksi minyak kerajaan sekitar 600.000 barel per hari dan kapasitas aliran pada Pipa Timur-Barat sekitar 700.000 barel per hari, demikian dilaporkan kantor berita negara Saudi SPA pada hari Kamis, mengutip sumber resmi di Kementerian Energi.

Kekhawatiran terjadinya gangguan pasokan minyak lebih lanjut meningkat setelah laporan tersebut, kata analis ANZ, pada Jumat (10/4/2026). (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jaksa Agung Serahkan Hasil Sitaan Satgas PKH ke Kas Negara, Nilainya Rp11,42 Triliun

BRIEF.ID - Jaksa Agung, ST Burhanuddin, menyerahkan dana hasil...

IHSG Melesat 2% Didongkrak Saham Perbankan dan Energi

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Sentuh Level Rp17.100 di Akhir Pekan, Investor Khawatirkan Kondisi Fiskal RI

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menyentuh level Rp17.100...

Harga Emas Antam Menguat Tipis Jelang Perundingan Damai AS dan Iran di Islamabad

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...