BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguji level psikologis 5.500 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (23/10/2026).
Sementara itu, saham bank dengan set terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih terkoreksi akibat tekanan jual yang dilakukan investor.
Pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG terpantau menguat 1,09% atau 58,83 poin di level 5.446. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,18% atau 9,44 poin ke level 5.397.
Sepanjang 3 jam sesi I perdagangan yang berkahir pukul 12:00 waktu JATS, IHSG teropantau lebih banyak bergerak di zona hijau dengan menyentuh level tertinggi dio 5.462, dan level terendah di 5.366.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyakj 512 saham naik harga, 150 saham turun harga, dan 129 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan tercatat mencapai 21,421 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.064.681 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,062 triliun.
Saham-saham berkapitalisasi besar, yang ramai diburu investor masih menjadi penopang IHSG. Meski demikian, saham BBCA terus mengalami tekanan jual.
Pada perdagangan hari ini, harga saham BBCA terpantau melemah 0,97% atau Rp5.125 per lembar. Sebaliknya, 3 saham bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) terus bergerak di zona hijau.
Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sama-sama naik tipis Rp10. BBRI naik menjadi Rp2.910 per lembar, BBNI menjadi Rp3.420 per lembar, dan BMRI menjadi Rp3.860 per lembar.
Penguatan IHSG masih ditopang aksi beli investor domestik, yang terutama menyasar saham-saham emiten (perusahaan tercatat) unggulan di BEI.
Selain saham-saham BUMN, investor juga terpantau kembali mengoleksi saham-saham perusahaan besar di Indonesia, yakni Grup Astra, Indofood, dan Gudang Garam.
Meski demikian, tekanan eksternal masih menghantui pergerakan IHSG, terutama saham-saham energi, seiring lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah yang kembali memanas.
Pada Kamis (22/10/2026), kelompok militan Houthi Yaman mengumumkan telah melakukan serangan ke ladang minyak milik Arab Saudi, yang membuat harga minyak jenis Brent melonjak ke level US$114 per barel.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih berpotensi melanjutkan tren menguat, dengan bergerak di kisaran level support 5.350 hingga level resistance 5.500. (Jea)


