Emas Antam di Awal Pekan Terkoreksi Jadi Rp1.527.000 per Gram

BRIEF.ID – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan awal pekan, Senin (28/10/2024), terkoreksi Rp7.000 menjadi Rp1.527.000 per gram.

Hal yang sama juga terjadi pada harga jual kembali (buyback) emas Antam, yang juga turun Rp7.000 menjadi Rp1.377.000 per gram, seperti dilansir laman Logam Mulia hari ini.

Setiap pembelian emas batangan atau logam mulia disertai dengan bukti potong PPh 22. Untuk transaksi harga jual emas batangan dikenakan potongan pajak, sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP.

Sedangkan penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10.000.000, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% untuk non NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga emas Antam dari pecahan terkecil hingga terbesar, seperti tercatat di laman Logam Mulia, pada Senin (28/10/2024):

  • Harga emas 0,5 gram: Rp813.500.
  • Harga emas 1 gram: Rp1.527.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp2.994.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp4.466.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp7.410.000.
  • Harga emas 10 gram: Rp14.765.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp36.787.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp73.495.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp146.912.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp367.015.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp733.820.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.467.600.000.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Hormati Penilaian MSCI, Tegaskan Komitmen Penegakkan Hukum Pasar Modal

BRIEF.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghormati penilaian dan...

Status Pasar Modal Terancam Turun jadi Standalone Market, BEI Buka Suara

BRIEF.ID - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey...

IHSG Ambruk ke Level 5.200 Imbas Laporan MSCI, 771 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

MSCI Nilai Reformasi Pasar Modal Indonesia Belum Optimal, Usul Status Turun ke Standalone

BRIEF.ID - Penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International...