BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terseret ke zona merah akibat dipengaruhi sentimen pasar global dalam pada perdagangan Rabu (21/1/2026). IHSG ditutup melemah sekitar 1,36 % ke level 9.010,33 poin.
Volume perdagangan yang terjadi mencapai 601,2 juta lot saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp33,45 triliun. Saham top gainers LQ45: ANTM, INCO, EMTK, MDKA, DSSA, TOWR, HEAL. Saham top losers LQ45: UNTR, ASII, BUMI, CTRA, BBCA, GOTO, ADMR.
Indeks sektor industri paling menekan IHSG, terlemah 6,33% terseret saham UNTR yang drop -14,93%, ASII -9,28%, PTPP -3,11%, ADHI 3,10%, GMFI -2,70%. Sedangkan sektor konsumen non primer terkuat, naik 0,58%. Saham sektor tersebut yang melaju di antaranya GGRM +1,59%, MYOR +0,93%, KLBF +0,84%, HMSP +0,65%.
Saham Asia memperpanjang tren penurunan pada Rabu (21/1/2026) akibat meningkatnya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di Eropa terkait rencana pencaplokan AS terhadap Greenland, yang merupakan wilayah Denmark. Pasar kini menantikan pidato Presiden AS Donald Trump pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Kekhawatiran penjualan aset AS di luar negeri yang disebut perdagangan “Jual Amerika” yang muncul setelah pengumuman tarif “Hari Pembebasan” tahun lalu pada bulan April, mencengkeram pasar.
Dana pensiun Denmark, AkademikerPension, mengatakan pada Selasa (20/1/2026) akan menjual kepemilikan obligasi pemerintah AS senilai sekitar US$ 100 juta pada akhir bulan ini, dengan alasan melemahnya keuangan pemerintah AS.
Hal itu membuat investor beralih ke aset aman berupa emas, yang melonjak 2,1% ke rekor baru US$ 4.865 per troy ons.
“Strategi “Jual Amerika” menjadi pendorong utama pergerakan pasar karena investor berupaya mengurangi eksposur AS, yang oleh banyak orang dianggap sebagai mitra yang tidak dapat diandalkan dan mengejar kebijakan yang merugikan diri sendiri,” kata Mantas Vanagas, ekonom senior di Westpac.
Di sisi lain, Trump semakin memperkuat retorikanya tentang Greenland. Dia secara tegas menyatakan, “tidak ada jalan kembali” untuk mengendalikan pulau itu.
Uni Eropa akan mengadakan pertemuan puncak darurat di Brussels, pada Kamis (22/1/2026) untuk membahas masalah ini, dengan aliansi AS-Uni Eropa. (nov)


