BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok di bawah level 6.000 pada perdagangan awal pekan, Senin (12/10/2026).
Hal itu, dikaitkan dengan rumor adanya sanksi denda dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap sejumlah emiten (perusahaan tercatat) di BEI terkait transparansi kepemilikan dan likuiditas saham.
MSCI dikabarkan menyoroti tingginya konsentrasi pemegang saham, dan harga saham emiten sebelum pemberlakuan pembekuan (freeze) terhadap rebalancing indeks untuk konstituen saham dari Indonesia.
Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG ditutup turun 2,59% atau 157,61 poin ke level 5.936. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.128, dan level terendah di 5.917.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 602 saham turun harga, 114 saham naik harga, dan 77 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang diperdagangkan mencapai 62,180 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.977.358 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp13,738 triliun.
Kejatuhan IHSG dikaitkan dengan saham-saham yang dirumorkan bakal terkena sanksi MSCI. Disebut-sebut saham yang terkena sanksi antara lain PT Barito Pacific Renewables Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO).
Dampaknya, saham-saham tersebut menempati deretan 10 saham yang terkoreksi dalam, dan turut membebani IHSG. Berikut 10 saham yang membuat IHSG terkoreksi dalam:
1. PT Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 14,60% atau Rp165 menjadi Rp965 per lembar, dan membebani IHSG 12,93 poin.
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), turun 11,48% atau Rp310 menjadi Rp2.390 per lembar, dan membebani IHSG 12,11 poin.
3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), merosot 10,15% atau Rp170 menjadi Rp1.505 per lembar, dan membebani IHSG 8,68 poin.
4. PT Bayan Resources Tbk (BYAN), turun 4,03% atau Rp475 menjadi Rp11.300 per lembar, dan membebani IHSG 7,41 poin.
5. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terkoreksi 10% atau 3 poin menjadi Rp27per lembar, dan membebani IHSG 5,57 poin.
6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) anjlok ,93% atau Rp35 menjadi Rp555, dan membebani IHSG 5,03 poin.
7. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 2,49% atau Rp110 menjadi Rp4.300 per lembar, dan membebani IHSG 4,97 poin.
8. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terhempas 7,62% atau Rp380 menjadi Rp4.610 per lembar, dan membebani IHSG 4,9 poin
9. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) turun 1,55% atau Rp10 menjadi Rp635 per lembar, dan membebani IHSG 4,67 poin.
10. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi 14,94% atau Rp115 menjadi Rp655 per lembar, dan membebani IHSG 4,61 poin.
Kejatuhan IHSG juga dipengaruhi faktor eksternal, seiring konflik Timur Tengah yang kembali memanas. Perkembangan tersebut membuat harga minyak dunia kembali melonjak.
Tak hanya itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury masih tinggi, sehingga memicu arus modal keluar atau capital outflow dari pasar keuangan emerging market termasuk BEI. (Jea)


