BRIEF.ID – Buka puasa adalah momen paling dinantikan umat Muslim, yang menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Setelah menahan lapar, haus, dan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, Maghrib menandai diperbolehkannya membatalkan puasa.
Seorang warga Jakarta Selatan bernama Slamet Arifin mengaku berbuka puasa bukan sekadar kegiatan makan dan minum, tetapi peristiwa spiritual yang sarat makna.
Ia mengatakan, dalam ajaran Islam, Ramadan adalah bulan pembinaan diri. Ketika adzan Maghrib berkumandang, hati seorang Muslim dipenuhi rasa syukur dan bahagia. Rasa lapar yang dirasakan sepanjang hari menjadi pengingat akan nikmat Allah yang kerap terlupakan.
“Buka puasa mengajarkan saya bahwa kesabaran selalu berbuah manis, dan setiap pengorbanan akan diganti dengan kebahagiaan. Alhamdulillah,” kata Slamet di tengah kesibukannya membeli takjil di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (19/2/2026).
Slamet yang berasal dari Jawa Tengah berbaur bersama ratusan warga Jakarta lainnya berburu makanan berbuka puasa, yang beraneka ragam di sepanjang kawasan itu.
“Makanannya enak-anak. Ada makanan khas Padang, Jawa, dan Jakarta. Ada yang segar-segar dan ada pula yang manis. Tapi, kita harus punya strategi saat berburu makanan dan minuman favorit. Jangan pernah berbelanja disaat mendekati jadwal buka puasa. Kios pasti penuh,” jelas dia.
Slamet mengungkapkan, saat berburu takjil menu yang kerap dibidiknya adalah es buah dan es kelapa muda, yang memiliki cita rasa segar dan membantu melepas dahaga setelah seharian berpuasa.

Hal senada juga diungkapkan Lamria Padang. Perempuan asal Sumatera Utara itu mengungkapkan kegembiraannya usai membeli gorengan dan lemang. Ia mengaku meski beragama non-Muslim, namun Ramadan telah menjadi tradisi untuk berbelanja aneka hidangan lezat.
“Saya sangat senang berbelanja makanan di setiap bulan Ramadan. Apa saja kita mau, pasti tersedia asalkan kita rajin berjalan di sepanjang Kawasan ini,” ujar dia.
Menurut Lamria, kolak pisang, kolak ubi, dan biji salak yang memiliki cita rasa manis menjadi incarannya. Selain itu, bubur sumsum, bubur kacang hijau, dan kudapan tradisional yang lezat, seperti asinan sayur khas Betawi, bakwan, dan bakso.
“Pisang goreng, tahu isi, dan bakwan adalah favorit saya meskipun perlu dibatasi karena banyak minyak. Saya juga menyukai minuman buah segar dan juice,” jelas dia.
Seorang warga Jakarta lainnya bernama, Iis Silalahi yang hadir bersama beberapa rekannya mengaku bahwa berburu makanan disaat berbuka puasa selama bulan Ramadan, menjadi momen seru yang tidak cuma soal makanan, tetapi juga pengalaman kuliner dan suasana khas sore hari.
“Banyak pilihan yang dapat dibeli dari bazar takjil, ada juga tempat makan yang asyik untuk menikmati santapan berbuka puasa. Saya membeli pisang goreng renyah dan manis, juga onde-onde. Jajanannya enak-enak, ada es cincau dan jus buah segar, seperti jus mangga, jeruk, atau semangka,” kata Iis. (nov)


