Australia Akui Negara Palestina

BRIEF.ID – Pemerintah Australia secara resmi mengakui negara Palestina pada Sidang Umum Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di Markas PBB New York, Amerika Serikat, Minggu (21/9/2025).

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menyatakan, pengakuan tersebut berdasarkan pada sejumlah komitmen yang diperoleh otoritas Palestina (Palestinian Authority).

“Pengakuan Palestina merupakan langkah maju bagi warga Israel dan Palestina untuk hidup berdampingan secara damai dan aman serta memajukan kesejahteraan kedua bangsa,” kata PM Albanese yang diunggah melalui akun X @AlboMP, pada Senin (22/9/2025).

Ia mengatakan, langkah yang ditempuh merupakan bagian dari usaha internasional yang lebih luas, upaya yang terkoordinasi dengan negara-negara lain untuk memperkuat momentum bagi solusi dua negara (two-state solution).

Disebutan, dua negara yaitu Israel dan Palestina yang hidup berdampingan dengan perbatasan yang diakui secara internasional, adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng bagi kedua rakyat. 

PM Albanese menyebut kondisi di Gaza sudah melewati “ketakutan terburuk dunia” (beyond the world’s worst fears) dan  sudah terlalu lama konflik, penderitaan, serta kelaparan berlangsung.

“Australia akan mengakui hak rakyat Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri, berdasarkan komitmen yang telah diterima Australia dari Otoritas Palestina,” kata dia. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Melambung ke Level 8.100, Investor Borong Saham Semen Indonesia dan Bank Mandiri

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Menguat Tipis Imbas Pelemahan Dolar AS Seiring Tekanan Jual US Treasury

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat tipis imbas...

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.954.000 per Gram, Dipicu Rilis World Gold Council

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

FTSE Russell Tunda Evaluasi Indeks Indonesia untuk Maret 2026, Lagi-Lagi karena Free Float

BRIEF.ID - FTSE Russell mengumumkan menunda evaluasi indeks Indonesia...