Business

Amman Mineral, Universitas Mataram & Nexus3 Foundation Teken MoU Penanganan Masalah di Kawasan PETI NTB

May 24, 2019

Mataram, 23 Mei 2019 – Amman Mineral Nusa Tenggara (“Amman Mineral”) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Mataram dan Nexus3 Foundation (sebelumnya dikenal sebagai BaliFokus Foundation) untuk pemantauan dan penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi di kawasan-kawasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). MoU tersebut ditandatangani oleh Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau, Wakil Ketua Nexus3 Foundation Yuyun Ismawati Drwiega, dan Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. H. Lalu Husni, S.H., M.Hum..

Rachmat mengatakan penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan dengan prinsip partisipatif, konstruktif, saling menghormati, berorientasi pada solusi yang berkelanjutan dan mengedepankan semangat kekeluargaan. “Kerja sama ini juga mengupayakan dan mendorong masyarakat, penambangan, dan para tenaga kerja yang terkait dengan pengolahan atau ekstraksi emas untuk memiliki kesadaran akan hidup sehat dan bebas racun di titik-titik panas PETI di wilayah NTB.”

“Adanya penandatanganan nota kesepahaman ini, untuk melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas terkait penanganan dan pemantauan lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi di komunitas masyarakat bagi para pemangku kepentingan yang terkait dengan PETI di wilayah NTB,” kata Rachmat di acara Penandatanganan MoU, di Mataram, NTB (23/05).

Rachmat menambahkan dalam MoU tersebut Amman Mineral memiliki peran dalam mengupayakan dan membantu pengadaan sumber daya yang diperlukan untuk memampukan dan merealisasikan pelaksanaan Program Pemantauan dan Penanganan Dampak Lingkungan, Kesehatan, Sosial dan Ekonomi PETI di Kawasan NTB. Selain menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keahlian, berkoordinasi dengan pihak-pihak lain yang relevan dalam mendukung penelitian dan pelaksanaan kegiatan program pemantauan dan penanganan.

“Amman Mineral bersama UNRAM dan Nexus3 Foundation juga akan membantu pemerintah-pemerintah kabupaten dan provinsi NTB untuk menyusun Rencana Aksi Daerah untuk mendukung pengurangan dan penghapusan merkuri sesuai arahan Pemerintah Pusat,” kata Rachmat.

Di tempat yang sama, H. Lalu Husni Rektor UNRAM menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan Nexus3 Foundation akan menyediakan SDM yang memiliki keahlian di bidang lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi. “Termasuk juga pemantauan biomarker (urin, darah, rambut) beserta ethical clearance yang diperlukan serta pemantauan kasus-kasus keracunan merkuri di wilayah NTB,” kata H. Lalu Husni.

Sementara pihak Nexus3 Foundation yang diwakili Yuyun Ismawati Drwiega mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan tenaga pendamping yang relevan dengan kegiatan dan program pemantauan dan penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi di wilayah NTB. “Selain itu, kami juga akan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat, terutama untuk pemuda dan perempuan untuk membangun kegiatan ekonomi alternatif dari kegiatan PETI,” kata Yuyun.

Yang lebih penting lagi, tambah Yuyun, adalah pihaknya bersama dengan UNRAM dan Amman Mineral akan mendampingi, memfasilitasi dan memberdayakan masyarakat yang terdampak oleh merkuri, terutama kelompok rentan bayi, balita, anak-anak, perempuan dan warga yang mengalami masalah kesehatan serius akibat keracunan merkuri untuk mendapatkan prioritas pelayanan kesehatan yang memadai.

Diharapkan dengan adanya kerjasama pasca MoU tersebut dapat mengupayakan dan mendorong masyarakat, penambang dan para tenaga kerja yang terlibat dan lainnya di sekitar PETI memiliki kesadaran akan hidup sehat dan bebas dari bahan beracun. Sehingga masyarakat NTB bisa hidup sehat, layak dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai masalah-masalah lingkungan, gangguan kesehatan, dampak sosial, dan ekonomi yang dihadapi dapat dicegah dan diatasi dengan optimal.

Business

Amman Mineral, Universitas Mataram & Nexus3 Foundation Teken MoU Penanganan Masalah di Kawasan PETI NTB

May 24, 2019

Mataram, 23 Mei 2019 – Amman Mineral Nusa Tenggara (“Amman Mineral”) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Mataram dan Nexus3 Foundation (sebelumnya dikenal sebagai BaliFokus Foundation) untuk pemantauan dan penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi di kawasan-kawasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). MoU tersebut ditandatangani oleh Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau, Wakil Ketua Nexus3 Foundation Yuyun Ismawati Drwiega, dan Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. H. Lalu Husni, S.H., M.Hum..

Rachmat mengatakan penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan dengan prinsip partisipatif, konstruktif, saling menghormati, berorientasi pada solusi yang berkelanjutan dan mengedepankan semangat kekeluargaan. “Kerja sama ini juga mengupayakan dan mendorong masyarakat, penambangan, dan para tenaga kerja yang terkait dengan pengolahan atau ekstraksi emas untuk memiliki kesadaran akan hidup sehat dan bebas racun di titik-titik panas PETI di wilayah NTB.”

“Adanya penandatanganan nota kesepahaman ini, untuk melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas terkait penanganan dan pemantauan lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi di komunitas masyarakat bagi para pemangku kepentingan yang terkait dengan PETI di wilayah NTB,” kata Rachmat di acara Penandatanganan MoU, di Mataram, NTB (23/05).

Rachmat menambahkan dalam MoU tersebut Amman Mineral memiliki peran dalam mengupayakan dan membantu pengadaan sumber daya yang diperlukan untuk memampukan dan merealisasikan pelaksanaan Program Pemantauan dan Penanganan Dampak Lingkungan, Kesehatan, Sosial dan Ekonomi PETI di Kawasan NTB. Selain menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keahlian, berkoordinasi dengan pihak-pihak lain yang relevan dalam mendukung penelitian dan pelaksanaan kegiatan program pemantauan dan penanganan.

“Amman Mineral bersama UNRAM dan Nexus3 Foundation juga akan membantu pemerintah-pemerintah kabupaten dan provinsi NTB untuk menyusun Rencana Aksi Daerah untuk mendukung pengurangan dan penghapusan merkuri sesuai arahan Pemerintah Pusat,” kata Rachmat.

Di tempat yang sama, H. Lalu Husni Rektor UNRAM menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan Nexus3 Foundation akan menyediakan SDM yang memiliki keahlian di bidang lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi. “Termasuk juga pemantauan biomarker (urin, darah, rambut) beserta ethical clearance yang diperlukan serta pemantauan kasus-kasus keracunan merkuri di wilayah NTB,” kata H. Lalu Husni.

Sementara pihak Nexus3 Foundation yang diwakili Yuyun Ismawati Drwiega mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan tenaga pendamping yang relevan dengan kegiatan dan program pemantauan dan penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi di wilayah NTB. “Selain itu, kami juga akan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat, terutama untuk pemuda dan perempuan untuk membangun kegiatan ekonomi alternatif dari kegiatan PETI,” kata Yuyun.

Yang lebih penting lagi, tambah Yuyun, adalah pihaknya bersama dengan UNRAM dan Amman Mineral akan mendampingi, memfasilitasi dan memberdayakan masyarakat yang terdampak oleh merkuri, terutama kelompok rentan bayi, balita, anak-anak, perempuan dan warga yang mengalami masalah kesehatan serius akibat keracunan merkuri untuk mendapatkan prioritas pelayanan kesehatan yang memadai.

Diharapkan dengan adanya kerjasama pasca MoU tersebut dapat mengupayakan dan mendorong masyarakat, penambang dan para tenaga kerja yang terlibat dan lainnya di sekitar PETI memiliki kesadaran akan hidup sehat dan bebas dari bahan beracun. Sehingga masyarakat NTB bisa hidup sehat, layak dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai masalah-masalah lingkungan, gangguan kesehatan, dampak sosial, dan ekonomi yang dihadapi dapat dicegah dan diatasi dengan optimal.

Weekly Brief

Bersama Pegadaian, Garuda Indonesia, PTPN III, & Taspen Tandatangani Kerja Sama Komersial dalam Penerbangan Jakarta-Denpasar

May 20, 2019

Jakarta, 20 Mei 2019 – PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan BUMN, sebagai bentuk sinergi bisnis antar perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penjualan produk. Tiga perusahaan BUMN tersebut adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) (Persero), dan PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) (Persero).

Jalinan sinergi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman dalam penerbangan GA-404 Jakarta-Denpasar oleh Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Direktur Utama PTPN III (Persero) Dolly P Pulungan, dan dilanjutkan dengan signing Perjanjian Kerja Sama di The Gade Coffee and Gold Denpasar oleh Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan dan Direktur Operasi dan Manajemen Risiko PT Taspen (Persero) Ermanza sebagai tindak lanjut atas Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya.

Hadir juga Komisaris Utama Pegadaian Ina Primiana serta beberapa jajaran direksi lainnya Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar, serta Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek K. Laksana.

“Pegadaian mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dalam penjualan dan pemasaran produknya dengan mengoptimalkan kanal distribusi dan media komunikasi BUMN lain, demikian sebaliknya sumber daya yang dimiliki Pegadaian dapat dioptimalkan oleh tiga BUMN tersebut, itulah sinergi untuk mewujudkan One Family, One Nation, One Vision to Excellence. Dengan penandatanganan kerja sama ini, kami meyakini akan membawa dampak usaha seluruh perseroan yang terlibat akan lebih meningkat,” kata Kuswiyoto (20/5).

Penandatanganan ini bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bidang usaha, sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara mengatakan bahwa kerja sama dengan Pegadaian merupakan upaya Garuda Indonesia dalam meningkatkan layanan kepada pengguna jasanya. “Kiranya kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa kami khususnya kemudahan dalam mengakes pembelian tiket Garuda Indonesia, dengan adanya sinergi ini dapat diakses melalui ‘The Gade Café Pegadaian’ yang tersebar di seluruh Indonesia”, papar I Gusti Ngurah Askhara yang akrab dipanggil Ari.

Ari juga mengharapkan bahwa sinergi Garuda Indonesia dan Pegadaian dapat memperkuat posisi perusahaan di masing-masing bidangnya. “Upaya ini sangat penting untuk mengoptimalkan setiap kekuatan yang ada sehingga pada akhirnya tidak hanya dapat mengembangkan bisnis masing-masing perusahaan, namun juga dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan dan lebih jauh lagi juga dapat memberikan kontribusi positif pada negara”.

Dijelaskan bahwa untuk memajukan jalinan kerjasama ini, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto akan ikut serta ke Perancis dalam kegiatan penjemputan Pesawat Airbus 330 yang di beli oleh GIA pada Oktober 2019.

Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek K Laksana juga memberikan pernyataan bahwa adanya kerjasama tersebut akan membangun solidaritas antar perusahaan BUMN, terutama dalam pengembangan produk. Pada kerjasama ini PTPN III akan menggunakan jasa logistik Garuda Indonesia dalam mengembangkan produk.

“Kerjasama tersebut sebenarnya dapat mengambangkan semua produk baik PTPN III, Pegadaian, dan Garuda. Khusus PTPN IIII, nantinya perusahaan akan berkesempatan menggunakan jasa layanan logistik Garuda yang diperuntukan untuk penyaluran logistik dan memasok kopi, teh, dan gula produk PTPN Holding,” kata I Kadek.

Sementara itu, Kuswiyoto mengungkapkan bahwa 150.000 karyawan dari PTPN III dan Taspen akan disinergikan dengan produk-produk Pegadaian. Kuswiyoto menambahkan kerja berbentuk: kanal distribusi, promosi, loyalty dan ancillary, kerja sama bidang Corporate Social Responsibility (CSR) khususnya mengenai program memilah sampah menabung emas, dan kerja sama program benefit dan sales bagi karyawan antara Pegadaian, Garuda Indonesia, PTPN III, dan TASPEN.

“Nantinya semua karyawan dari Garuda Indonesia, PTPN III, serta TASPEN akan mudah mendapatkan tabungan emas Pegadaian. Karena produk Pegadaian ini akan tersedia di kantor-kantor tiga BUMN tersebut. Kerja sama ini sangat menguntungkan bagi semua pihak, khusus untuk Garuda, nanti pihak Pegadaian akan membantu dalam penjualan tiket pesawat Garuda Indonesia. Sedangkan Garuda akan membantu memasarkan produk-produk Pegadaian kepada konsumen-nya,” tutup Kuswiyoto.

Weekly Brief

Ini Dampak dari Sengketa dan Konflik Agraria

May 14, 2019

Jakarta, 14 Mei 2019 – Komisioner Komnas HAM, Amiruddin menjabarkan dampak sengketa dan konflik agraria yang terjadi di Indonesia. Menurutnya ada ada 8 dampak yang akan terjadi.

Delapan dampak yang dipaparkannya yaitu kehilangan lahan garapan, kehilangan mata pencarian, pengabaian hak kepemilikan pribadi dan komunal, kerusakan dan pencemaran lingkungan, kehilangan tempat tinggal, perlakuan kekerasan dan kriminalisasi, kerugian material, dan pengabdian hak atas kesehatan.

“Kalau ingin menyelesaikan harus dikembalikan hak nya. Kalau dari segi mata pencarian, harus memberikan kesempatan kalau dengan pengambilan tanah maka hak pekerjaan hilang,” ujarnya di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (14/5).

Sementara itu, Perwakilan dari Wahana Lingkungan Hidup Lingkungan Zenzi Suhadi mengatakan adanya permasalahan pada sektor agraria ini, disebabkan oleh penyimpangan dontrin hak atas tanah dan menggunakan kekuasaan untuk merampah hak.

“Akar masalah yang terjadi terkadang adanya campur tangan akan kekuasaan. Maka pemerintah harus bisa mengendalikan ini.”

Weekly Brief

Pertamina Tambah Pasokan LPG

May 13, 2019

Banda Aceh, 13 Mei 2019 – Minggu pertama Ramadhan 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menambah penyaluran elpiji 3 kg subsidi di wilayah Aceh. Sebanyak lebih dari 1 juta tabung, meningkat 11 persen dari penyaluran normal, telah digelontorkan ke pangkalan-pangkalan sejak awal Mei 2019.

Branch Marketing Manager Aceh, Awan Raharjo, menyampaikan bahwa penambahan ini untuk merespon peningkatan konsumsi elpiji. “Konsumsi elpiji 3 kg di Aceh meningkat diantaranya karena pelaksanaan tradisi Makmeugang. Sehingga kami menambah penyaluran ke 2.480 pangkalan di wilayah Aceh,” kata Awan.

Penambahan sebanyak lebih dari 12.700 tabung per hari juga dilakukan di Aceh Utara. Khusus di kota Lhokseumawe, mencapai 5.000 tabung per hari. Ini juga untuk merespon isu kelangkaan elpiji 3 kg yang beredar di masyarakat.

Sementara Aceh Tengah yang juga dilanda isu kelangkaan, telah ditambah penyaluran sebanyak 11 persen dari konsumsi normal. Hampir 3.300 tabung elpiji 3 kg disebar ke 92 pangkalan di Aceh Tengah.

“Kami menengarai isu ini sengaja disebar pengecer. Karena mereka mendapat keuntungan jika lebih banyak elpiji yang digelontorkan,” ujar Awan.

Untuk itu, lanjut Awan, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan Pemda. Melalui rapat bersama Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID), Pertamina menyampaikan perlunya peningkatan pengawasan penyaluran elpiji 3 kg.

“Alokasi elpiji 3 kg untuk Aceh rata-rata 2,41 juta tabung per bulan. Sementara jumlah masyarakat miskin di Aceh sesuai data BPS pada September 2018 sejumlah 831.500 jiwa. Jika tepat sasaran bagi masyarakat miskin, maka per keluarga miskin mendapat 11 tabung per bulan,” kata Awan pada rapat TPID di Banda Aceh, Kamis (02/05).

Namun alokasi rata-rata per bulan di Aceh sebanyak 2,41 juta tabung tersebut tidak akan mencukupi jika dikonsumsi oleh total penduduk Aceh sebanyak lebih dari 5 juta jiwa. Sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar penyaluran elpiji 3 kg tepat sasaran kepada masyarakat miskin.

“Kami mengajak seluruh Pemkab dan Pemkot untuk bersama pro aktif melakukan pengawasan di lapangan. Pertamina siap bersama perangkat Pemda seperti Satpol PP, mengadakan sidak secara kontinyu ke agen dan pangkalan,” tutur Awan.

Pertamina sendiri melarang agen dan pangkalan menjual pada pengecer. Maupun menjual dengan harga di atas HET. Sebanyak 23 pangkalan telah dikenakan sanksi karena terbukti melanggar ketentuan tersebut.

Pengawasan yang lebih ketat juga diperlukan untuk mengendalikan pengecer. Pertamina tidak dapat mengawasi maupun memberi sanksi pada pengecer. Karena mereka bukan distributor resmi elpiji 3 kg.