News

John Riady Dorong LPKR Makin Transparan & Bernilai Tambah

October 18, 2021

JAKARTA, 17 Oktober 2021 — Sebagai generasi ketiga Lippo, John Riady semakin fokus pada pengembangan bisnis kesehatan dan properti melalui induk PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).  Lippo semakin diarahkan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders, mulai dari karyawan, konsumen, serta lingkungan sekitar.

Hal itu sejalan transformasi yang sedang dilakukan perusahaan dan tuntutan bagi dunia bisnis untuk menerapkan konsep environmental, social, and corporate governance (ESG). Prinsip ESG tersebut, kata John, secara bertahap dilakukan LPKR sejak 2019.

ESG jelas John, tidak hanya sekedar aktifitas Corporate Social Responsibility (CSR). Namun lebih dari itu, ESG mengkombinasikan CSR, etika dan good governance. “Kami tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, melainkan berupaya menciptakan operational excellence,” kata John dalam acara Chief of Editor Gathering, akhir pekan ini di Lippo Village, Karawaci.

Operational Excellence bisa diartikan sebagai cara pandang dalam menjalankan bisnis yang berorientasi untuk memberikan nilai tambah. Dalam prosesnya, operational excellence mensyaratkan adanya fokus yang sama dari setiap anggota perusahaan.

Hal ini tampak dari konsep pembangunan properti yang dilakukan LPKR selama ini yang mengedepankan aspek sosial dan lingkungan, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan maupun lingkungan.

“Skala yang kecil di Lippo Karawaci, Cikarang kita mengelola seluruh irigasi dan air. Kalau kita melihat di sana, ada danau-danau itu bukan hanya hiasan, tapi sebetulnya bermanfaat sebagai water reservoir,” ungkap John.

Hal serupa juga dilakukan di Lippo Mall Kemang. Di sana, Lippo membangun ruang bawah tanah yang besar untuk parkir namun bisa dialih fungsikan sebagai penampungan air di saat banjir. “Kami juga menggunakan teknologi untuk mendaur ulang air, inilah prinsip ekonomi dan pembangunan berkesinambungan yang selaras dengan pelestarian lingkungan hidup,” kata John.

John menambahkan perusahaan akan terus melakukan transformasi, sehingga LPKR dalam menjalankan bisnis utama yakni perumahan urban, properti komersial, dan sektor kesehatan selalu berorientasi menciptakan nilai tambah. Tentunya, upaya itu didukung tata kelola perusahaan yang sehat, serta mampu memanfaatkan setiap momen dalam memperbesar manfaat tersebut.

“Hal inilah yang melatarbelakangi kami menempatkan orang-orang baru di jajaran manajemen, agar LPKR lebih bernilai, lebih transparan, serta mampu melihat peluang jangka pendek dan jangka panjang,” tambah John.

Dia menambahkan proses transformasi dan penerapan prinsip bisnis yang mengacu kepada ESG ini telah menuai hasil, tercermin dari sisi operasional LPKR yang memiliki pertumbuhan kinerja berkesinambungan.

Pada Semester I/2021, LPKR melaporkan total pendapatan meningkat 36% YoY (year on year) menjadi Rp7,23 triliun dan EBITDA tumbuh 102% menjadi Rp1,95 triliun. Penjualan pemasaran di semester I/2021 tumbuh 122% YoY dan mengikuti penjualan awal yang kuat di Kuartal III/2021. 

Hal itu, kata John, disumbangkan dari aspek transformasi yang menyangkut operational excellence. Sebaliknya, aspek lainnya seperti perbaikan tata kelola serta pemberian manfaat kepada lingkungan alam serta lingkungan sosial sekitar, merupakan proses jangka panjang yang harus dilakukan terus menerus.

Sejauh ini, LPKR selain menerapkan konsep pembangunan perumahan urban yang ramah lingkungan, juga telah merealisasikan konsep sinergi antara warga sekitar dan pengembang. Seperti di Lippo Village, Karawaci dimana LPKR mengembangkan proyek perumahan, telah terbentuk serupa “Desa Tangguh” yang dibina LPKR.

Desa Tangguh lahir dari fakta pandemi Covid-19 yang membuat tak sedikit masyarakat terdampak secara ekonomi. Sehingga LPKR meminjamkan lahan miliknya untuk sementara waktu kepada masyarakat sekitar yang terdampak pandemi Covid-19 untuk dikelola menghasilkan usaha pertanian swadaya membantu ketahanan pangan warga terdampak. Hasil usaha pertanian dan perikanan swadaya tersebut pun bisa dinikmati warga terdampak secara gratis.

“Kami meminjamkan lahan untuk kegiatan itu seluas lebih kurang empat hektar. Upaya ini sangat bagus karena terjadi circular economy,” kata John.

John menegaskan melalui penerapan ESG, risiko terhadap efek negatif itu selalu jadi pertimbangan sejak dari menentukan investasi, menyusun strategi bisnis hingga menjalankan operasional. “Komitmen ini sesungguhnya lebih luas dan berdampak dibandingkan dengan CSR yang seringkali tidak bersentuhan dengan proses bisnis, karena itu Lippo juga berkomitmen untuk penerapan prinsip tersebut dari seluruh aktivitasnya,” tutup John. 

News

Wujudkan BUMN Go Global, Presiden Minta Adaptasi Teknologi Secepatnya

October 16, 2021

Presiden Joko Widodo menginginkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dapat bersaing di kancah internasional. Oleh karena itu, perlu adanya kemampuan merespons dan mengadaptasi secepat-cepatnya terhadap era revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi, dan pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Ini mau kita bawa, BUMN ini go global, bersaing di internasional. Jadi, ya mulai harus menata, adaptasi pada model bisnisnya, teknologinya, paling penting ini. Dunia sudah kayak gini, revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi, ada pandemi,” ucap Presiden.

Kepala Negara meminta seluruh perusahaan BUMN untuk dapat beradaptasi pada model bisnis baru seiring dengan perkembangan teknologi, salah satunya dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan perusahaan global lainnya.

“Kalau mau cepat, kita beradaptasi itu, cara yang paling cepat adalah ber-partner, perusahaan global mana yang paling baik, ajak, pasti mau itu dengan kita,” ucapnya.

Di samping itu, Presiden pun mengingatkan perusahaan BUMN untuk memperhatikan aspek perekonomian dan indikator tingkat efisiensi dari investasinya atau internal rate of return (IRR).

“Tolong dihitung, karena apa pun BUMN ini adalah perusahaan negara, social impact-nya dihitung juga. Dan yang paling penting, review terus keekonomiannya. Berhitung, kalkulasi, sehingga kita bisa tahu pertumbuhan ke depan itu akan seperti apa,” tutur Kepala Negara.

Presiden menuturkan, untuk dapat bertahan pada era revolusi industri 4.0, suatu perusahaan perlu menyiapkan SDM dan ekosistemnya agar dapat beradaptasi pada perkembangan teknologi tersebut.

“Yang namanya transformasi bisnis, yang namanya adaptasi teknologi sudah menjadi keharusan dan tidak bisa tidak. Kita hanya hitungan kita, kita ini balapan,” tandas Presiden.

News

Bertemu Para Direktur Utama BUMN, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Profesionalisme

October 16, 2021

Manggarai Barat — Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya untuk membangun profesionalisme dan nilai-nilai dasar di dalam diri para pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, para direktur utama BUMN merupakan orang-orang terpilih yang diharapkan percaya diri menghadapi persaingan baik secara nasional maupun global.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada para direktur utama BUMN di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Ini, sekali lagi, perlu saya sampaikan dan sebetulnya dulu sudah saya sampaikan, karena yang ingin kita bangun ini adalah profesionalisme,” ujar Presiden.

Presiden juga meminta kepada para direktur utama BUMN untuk membangun sebuah kultur kerja yang lebih sederhana. Ia menginginkan alur kerja pemerintahan yang kompleks tidak diterapkan di BUMN.

Sebagai contoh, perizinan untuk pembangkit listrik. Presiden menyebut, terdapat 259 naskah perizinan dengan nama berbeda tetapi maksud di dalam surat tersebut sama.

“Waktu yang diperlukan mencari izin itu bisa 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun. Ada yang 7 tahun mengadu ke saya. Nah, seperti ini yang harus dipangkas, enggak boleh misalnya di PLN sampai bertele-tele itu. Enggak bisa lagi,” lanjutnya.

Di samping itu, Presiden mengingatkan bahwa kompleksnya birokrasi akan berpengaruh terhadap investasi di Indonesia.

“Siapa yang mau investasi kalau berbelit-belit seperti itu? Sudah di kementeriannya berbelit-belit, di daerahnya berbelit-belit, masuk ke BUMN-nya berbelit-belit lagi. Lari semua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden meminta kepada para direktur utama BUMN yang hadir baik secara fisik maupun daring untuk lebih berani dalam berkompetisi dan mengambil risiko. Kepala Negara pun menginstruksikan Menteri BUMN untuk tidak lagi memberikan proteksi kepada perusahaan BUMN dalam kondisi menurun.

“Jadi, tidak ada lagi itu yang namanya proteksi-proteksi, sudah. Sudah, lupakan Pak Menteri, yang namanya proteksi-proteksi itu,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menuturkan bahwa BUMN di Indonesia sudah mulai melakukan penggabungan, konsolidasi maupun reorganisasi. Saat ini, jumlah perusahaan BUMN di Indonesia berjumlah 41 dari sebelumnya 108 perusahaan.

“Ini sebuah fondasi yang sangat baik, kemudian diklasterkan, itu juga baik,” ucap Presiden.

News

Terminal Multipurpose Wae Kelambu Dukung Labuan Bajo jadi Destinasi Wisata Super Premium

October 14, 2021

Jakarta, 14 Oktober 2021- Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, 14 Oktober 2021. Presiden mengapresiasi kecepatan pembangunan terminal pelabuhan tersebut.

“Saya juga sangat mengapresiasi, dikerjakan secara cepat, di bulan Agustus 2020 dimulai kemudian hari ini bisa kita selesaikan. Alhamdulillah,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo dibangun untuk memisahkan kegiatan logistik/barang dengan angkutan penumpang yang sebelumnya bercampur di pelabuhan yang lama. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium.

“Pelabuhan Wae Kelambu ini kita memang ingin pelabuhan yang lama itu bersih karena memang di sana adalah wilayah dan daerah wisata sehingga kita geser ke sini,” imbuhnya.

Terminal Multipurpose yang berfungsi sebagai terminal khusus logistik ini juga bertujuan memperkuat konektivitas maritim dan menopang kelancaran arus logistik di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Presiden berharap, terminal dan pelabuhan baru ini bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama.

“Kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15-20 tahun yang akan datang masih memungkinkan, visible, untuk angkutan barang-barang yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, utamanya di Kabupaten Manggarai Barat,” tandasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam laporannya menyebut bahwa pelabuhan baru ini merupakan pelabuhan kelas 3. Menhub berharap format pelabuhan ini bisa dikembangkan di tempat lainnya di Tanah Air.

“Kami harapkan ini menjadi satu pelabuhan yang menjadi format baru pelabuhan yang akan dikembangkan di beberapa tempat di Indonesia. Harapannya pelabuhan ini akan membuat Labuan Bajo tidak lagi padat dan menjadi destinasi yang baik,” ujar Menhub.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

News

Penggabungan BUMN Pelindo Tingkatkan Daya Saing

October 14, 2021

Jakarta, 14 Oktober 2021- Presiden Joko Widodo meresmikan penggabungan atau merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, 14 Oktober 2021. Penggabungan BUMN ini diyakini akan meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain.

“Hari ini alhamdulillah tadi sudah sampaikan Dirut Pelindo, Pak Arif, sudah terjadi Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV menjadi PT Pelindo atau PT Pelabuhan Indonesia. Apa yang ingin kita harapkan dari sini? Yang pertama sekali lagi, biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Artinya daya saing kita, competitiveness kita kan jadi lebih baik,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar segera dicarikan mitra yang memiliki jaringan yang luas sehingga nanti terkoneksi dengan negara-negara lain dengan baik. Dengan demikian, produk-produk dan barang-barang Indonesia bisa menjelajah dan masuk ke rantai pasok global.

Menurut Presiden, saat ini biaya logistik di Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Biaya logistik di Indonesia masih sekitar 23 persen, sedangkan negara-negara tetangga hanya lebih kurang 12 persen.

“Artinya, ada yang tidak efisien di negara kita. Oleh sebab itu kenapa dibangun infrastruktur, baik itu jalan, baik itu pelabuhan, baik itu airport, karena kita ingin produk-produk kita, barang-barang kita bisa bersaing kalau kita adu kompetisi dengan produk-produk negara lain,” jelasnya.

Penggabungan BUMN pelabuhan ini sendiri telah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo sejak tujuh tahun yang lalu. Pada 1 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 Tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Presiden pun mengapresiasi Menteri BUMN beserta jajarannya yang telah berhasil mewujudkan penggabungan BUMN kepelabuhanan tersebut. Kepala Negara berharap, penggabungan ini akan menjadikan Pelindo menjadi sebuah kekuatan besar dan bisa diikuti oleh BUMN lainnya.

“Nanti akan menjadi sebuah kekuatan besar, tadi sudah disampaikan akan masuk ke 8 besar dunia, inilah yang kita harapkan. Nanti perusahaan-perusahaan yang lain juga seperti itu. Jangan sampai kecil-kecil bertebaran sehingga kekuatannya menjadi minim, baik dari sisi keuangan, modal. Kalau bergabung seperti ini, kekuatannya akan menjadi gede,” tandasnya.

Dalam laporannya, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono menyebut bahwa merger Pelindo akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs.

“Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage, dan memperkuat permodalan perusahaan,” ujar Arif.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.