News

Inflasi September 2022 Capai 1,17% MoM, Tertinggi di Bukittinggi

October 4, 2022

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada September 2022 terjadi inflasi sebesar 1,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,87. Dari 90 kota IHK, sebanyak 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat sebesar 1,87 persen dengan IHK sebesar 114,45.

Inflasi terutama bersumber dari peningkatan harga kelompok administered prices, di tengah penurunan inflasi inti dan deflasi pada kelompok volatile food. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK September 2022 tercatat 5,95% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,69% (yoy).

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,20 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,16 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,57 persen; kelompok transportasi sebesar 8,88 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,31 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,21 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,57 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28 persen,” demikian BPS dalam pernyataan resminya, seperti dikutip pada hari ini.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,30 persen serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen. Komponen inti pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 2,81 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 3,21 persen.

“Inflasi tertinggi terjadi di Bukittinggi sebesar 1,87 persen dengan IHK sebesar 114,45 dan terendah terjadi di Merauke sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 109,49. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 0,64 persen dengan IHK sebesar 113,97 dan terendah terjadi di Timika sebesar 0,59 persen dengan IHK sebesar 113,87.”

Sementara itu, Bank Indonesia menyatakan ke depan, tekanan inflasi IHK diprakirakan meningkat, akibat dampak lanjutan (second round effect) dari penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan, dan masih tingginya harga energi dan pangan global. 

“Berbagai perkembangan tersebut diprakirakan mendorong inflasi tahun 2022 melebihi batas atas sasaran 3,0±1%, dan karenanya diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia baik dari sisi pasokan maupun sisi permintaan untuk memastikan inflasi kembali ke sasarannya pada paruh kedua 2023,” demikian pernyataan resmi Bank Indonesia.

Bank Indonesia bertekad terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui peningkatan efektivitas pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

News

Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia Cukup Kuat Walau Dibayangi Resesi

October 3, 2022

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia dinilai oleh sejumlah pengamat ekonomi dan analis masih cukup menjanjikan, kendati dibayangi ketidakpastian dan gejolak ekonomi global yang masih terus berlanjut.

Diketahui, perekonomian dunia tengah dihadapkan dengan berbagai kondisi yang tidak kondusif, mulai dari pengetatan kebijakan bank sentral dan peningkatan suku bunga, hingga laju inflasi. Keadaan itu tentu berdampak pada seluruh sektor dan pasar di dunia, termasuk pasar modal.

Syahda Sabrina, Research Assistant-Institute for Economic and Social Research LPEM-FEBUI, mengatakan bahwa pemulihan ekonomi dunia sedikit terhambat karena perang Rusia dan Ukraina, di mana terjadi disrupsi suplai yang menyebabkan shortage beberapa komoditas sehingga harga meningkat tajam, antara lain minyak mentah, gas alam, dan beberapa komoditas pangan. Selain itu, proses pemulihan ekonomi juga dipengaruhi oleh tren pengetatan moneter global.

 “Kenaikan harga komoditas utamanya disebabkan peningkatan permintaan di tengah pemulihan ekonomi yang ikut diperparah dengan isu geopolitik Rusia-Ukraina. Inflasi global pada akhirnya meningkat sangat tajam. Di Indonesia, inflasi tercatat 4,69% pada bulan Agustus, dimana angka ini sudah melebihi target BI 3±1%. Kenaikan inflasi harus diantisipasi oleh bank sentral di seluruh dunia. Bank sentral Amerika Serikat (AS), the Fed, telah menaikan suku bunga, begitupun dengan BI. Suku bunga the Fed telah meningkat 300 basis poin sepanjang tahun 2022. Kenaikan suku bunga di AS meningkatkan spread dengan negara berkembang sehingga capital outflow tidak terhindarkan. Capital outflow tak hanya dialami Indonesia, namun juga di seluruh negara berkembang,” jelas Syahda dalam diskusi Invesment Talk yang digelar oleh D’Origin Financial & Business Advisory bekerja sama Igico Advisory, bertema “The Queen’s Gambits: Strategi di Tengah Resesi”, Minggu (2/10).

Menurut Syahda, capital outflow di Indonesia masih terbilang manageable dan terjaga. Demikian pun dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Rupiah hanya terdepresiasi sebesar 6,98% (year to date) per September 2022, jauh lebih baik ketimbang negara lainnya. “Hal ini disebabkan struktur perdagangan internasional Indonesia yang masih didomonasi oleh komoditas. Indonesia kebagian windfall dari kenaikan harga komoditas. Suprlus neraca perdagangan secara konsisten dari Mei 2020 hingga September 2022 yang ditopang oleh batu bara dan kelapa sawit,” terang Syahda.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih cukup baik oleh Bank Dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menjanjikan, di mana pertumbuhan ekonomi diproyeksikan masih tetap berada di level 5,1% pada 2022. Tentu saja kondisi dan fumdamental ekonomi Indonesia akan memberikan dampak positif bagi pasar modal di negeri ini.

Pada kesempatan yang sama, Liza Camelia Suryanata, Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia mengatakan di tengah penurunan indeks saham Dow Jones, pelaku pasar modal domestik cukup lega penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa berada di level 7.040. Indeks Dow Jones ditutup di angka 28.730, di mana sebelumnya pernah ada di level 30.000. Ke depan Dow Jones diproyeksi masih ada tren penurunan, walau tetap ada kemungkinan untuk kembali rebound.

“IHSG sudah bisa bertahan di level 7.000 di level psikologis. Untuk jangka pendek akan ada halangan di level 7.140, lalu beranjak ke level 7.200. Walau ada kemungkinan turun, namun ini tidak akan mengganggu tren peningkatan IHSG ke level 7200. Strateginya, untuk jangka pendek speculative buy atau buy on weakness,” ungkap Liza. Dari segi valuasi, Liza menilai IHSG masih menarik dengan price to earning ratio (PE) di sekitar 15 kali. Ini disebutnya mirip dengan posisi IHSG saat berada di level rendah pada Maret 2020. “Berarti kita [IHSG] undervalue,” tukasnya.

Lalu, sektor-sektor apa saja yang akan menguntungkan ke depan? “Saat ini harga batu bara US$430 per ton hingga US$440 per ton masih cukup kencang peningkatannya ke depan. Apalagi, winter sudah membayangi di Eropa, sedangkan suplai gas Rusia terbatas di mana sudah banyak pipanya yang ditutup. Di China saja sudah ada heatwave yang notabene perlu listrik. Negara-negara Eropa balik lagi ke batu bara. Tren ke depan masih sangat kencang. Batu bara akan turun jika suplai minyak dan gas dari Rusia bisa berjalan normal lagi,” jelas Liza.

Selanjutnya, Rita Effendy, Investment Specialist menambahkan, setidaknya ada tiga sektor yang menarik yakni sektor perbankan, komoditi energi dan energi baru terbarukan (EBT). Sektor banking menjadi menarik, hal ini dikarenakan capital inflow dari asing masih memilih emiten yang memiliki market cap terbesar, yang notabene didominasi oleh bank. “Salah satu yang paling besar adalah BBCA. Selain BBCA ada juga BBRI yang cukup menarik. BBRI, BMRI dan BBNI, biasanya 4 bank ini akan menjadi incaran asing. Karena memang selain market cap yang besar mereka juga masih banyak katalis-katalis yang cukup menarik,” imbuh Rita.

Sedangkan dari sektor komoditas tentunya terkait dengan energi, di antaranya gas dan batu bara. Emiten yang terkait sektor itu dinilai memiliki prospek cukup baik ke depan. Selain sektor-sektor tersebut, yang prospek lainnya ialah produsen pulp. Banyak negara-negara Eropa yang terganggu produksi pulp-nya akibat pasokan gas dari Rusia. Tentunya, ini akan menjadi sentimen positif bagi emiten terkait.

“Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) juga sangat potensial, karena didukung ada road map dan kebijakan pemerintah terkait EBT, dari kementerian ESDM saat ini EBT masih 11% di tergetkan pada 2050 sebesar 30%. Lalu, ada kebijakan pajak karbon yang akan rampung pada akhir 2022. Ini akan mendukung sektor EBT ke depan. ARKO, KEEN, menjadi pilihan yang menarik,” jelas Rita.

Sementara itu, Jani, Capital Market Practitioner, yang mengandalkan Cacing Rotation Graph (CRG) melihat bahwa sektor kesehatan memiliki tren meningkat ke depan. Emiten yang cukup potensial pada sektor kesehatan ialah PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk dengan kode MIKA. Dalam 4 kuadran yang dikategorikan dalam CRG, MIKA berada di kuadran 1 atau berada di leading quadrant, sedangkan 3 kuadran lainnya ialah weakening quadrant, lagging quadrant, dan improving quadrant.

Menurut Jani, CRG ini dugunakan sebagai petunjuk when to buy, when to sale, dan when to hold, serta what to buy, what to sale, dan what to hold. “Per 30 September 2022 ada TLKM, TLKM, BFIN, BMRI, dan MIKA yang mengalami bullish. MIKA sumbu x dan y nya positif dan berada di kuadran 1, jadi sangat potensial,” terang Jani. Ingat disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

News

Soal Tragedi Kanjuruhan, Presiden: Usut Tuntas, Beri Sanksi yang Bersalah

October 3, 2022

Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta agar tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (1/10) lalu diinvestigasi hingga tuntas. Presiden juga menegaskan bahwa pihak yang telah terbukti bersalah harus diberi sanksi.

“Sudah saya sampaikan, diinvestigasi tuntas, diberikan sanksi kepada memang yang bersalah,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangannya kepada awak media di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (3/10).

Presiden sendiri telah memerintahkan kepada segenap jajarannya untuk menangani tragedi tersebut. “Saya kira juga perintah saya sudah jelas pada Menkopolhukam, pada Kapolri, pada Menpora dan semuanya sudah jelas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md., mengatakan bahwa pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk mengungkap tragedi Kanjuruhan secara tuntas. Tim ini akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam yang keanggotaannya akan ditetapkan paling lama dalam 24 jam ke depan.

Menko Polhukam menjelaskan bahwa tim ini akan terdiri atas pejabat/perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi, dan media massa. “Nanti akan diumumkan secepatnya. Itu yang tugasnya kira-kira akan bisa diselesaikan dalam dua-tiga minggu ke depan,” ungkapnya di Kantor Kemenko Polhukam, Senin, 3 Oktober 2022.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan bahwa untuk langkah jangka pendek pemerintah meminta Polri agar dalam beberapa hari ke depan segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana. Polri juga diminta untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat.

News

Dunia sedang Krisis, Presiden: Indonesia Masih Dipercaya Jadi Tempat Investasi

October 3, 2022

Jakarta- Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pabrik PT Wavin Manufacturing Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (3/10).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berterima kasih atas kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia di tengah krisis finansial yang melanda dunia.

“Meskipun dunia pada posisi krisis finansial, tetapi Indonesia masih dipercaya untuk investasi perusahaan-perusahaan besar dunia. Tadi sudah disampaikan oleh Mr. Sameer (CEO Orbia) bahwa karena stabilitas ekonomi dan politik di negara kita,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, di tengah situasi dunia yang dilanda krisis pangan, energi, hingga finansial, semua negara akan berlomba untuk berebut investasi. Alasannya, karena dengan investasi maka nilai tambah, lapangan pekerjaan, penerimaan negara, hingga cadangan devisa akan tercipta.

“Kalau dulu sebelumnya kita impor, setelah pabrik Wavin ini jadi, impornya sudah tidak ada lagi, dan di Provinsi Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Batang, tercipta lapangan kerja yang tidak kecil,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa di KITB sendiri hingga saat ini telah ada 10 perusahaan yang berinvestasi dan dalam proses konstruksi. Beberapa di antaranya yaitu pabrik baterai mobil listrik, pabrik kaca terbesar di Asia Tenggara, dan pabrik alat-alat kesehatan.

Presiden menuturkan bahwa kehadiran pabrik pipa milik PT Wavin ini akan memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus akan diekspor ke negara-negara di Asia Pasifik, Australia, hingga Eropa. Presiden berharap investasi ini akan turut memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Inilah saya kira hal yang terus akan kita kejar, investasi apapun, karena itu—sekali lagi—akan menciptakan lapangan kerja yang sangat besar, kemudian pajaknya bisa menambah penerimaan negara dan cadangan devisa kita, dan yang paling penting akan men-trigger pertumbuhan ekonomi di negara kita,” jelasnya.

Presiden pun mengucapkan terima kasih kepada PT Wavin dan Orbia atas kepercayaannya berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, jika sebuah negara sudah tidak dipercaya sebagai tempat investasi, maka akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan impor barang-barang.

“Begitu sebuah negara sudah dicap tidak baik untuk investasi, enggak akan ada yang mau datang ke negara kita, dan kalau sudah enggak ada yang datang artinya apa? Barang-barang harus kita impor dari luar,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Duta Besar Belanda untuk Republik Indonesia Lambert Grijns, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Selain itu hadir pula President Wavin Group Maarten Roef, CEO Orbia Sameer Bharadwaj, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Pj. Bupati Batang Lani Dwi Rejeki.

News

Presiden Jokowi: Kalau Kita Punya, Jangan Impor

October 3, 2022

Jakarta- Presiden Joko Widodo mendorong penghentian impor produk yang dapat diproduksi di dalam negeri, baik dari usaha besar, kecil, maupun menengah. Saat meluncurkan Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas di Gedung SMESCO, Jakarta, pada Senin (3/10), Presiden memberikan contoh mengenai impor aspal yang masih dilakukan, padahal Indonesia memiliki deposit aspal yang cukup besar di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

“Minggu lalu saya ke Sulawesi Tenggara, ke Buton, di sana ada deposit aspal itu 662 juta ton yang masih dalam proses hilirisasi, industrialisasi. Bisa usaha menengah, atau usaha kecil, atau usaha besar, tapi belum, baru satu perusahaan. Aspal kita sekali lagi 662 juta ton, kita malah impor,” ujar Presiden.

“Hal-hal seperti ini yang tidak boleh terjadi, untuk produk apa pun kalau kita punya jangan beli impor,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi juga mendorong adanya pembinaan terhadap para petani untuk mengurangi impor komoditas bahan pangan. Sebagai contoh, Presiden mengaku senang dengan penurunan nilai impor jagung di Tanah Air karena adanya pendampingan kepada para petani jagung.

“Tadi disampaikan di depan, biasanya 1 hektare hanya 4 ton, sekarang 1 hektare bisa 8 ton. Cost produksi paling Rp1.800, Rp1.900 itu yang saya tau waktu itu saya ke Dompu. Jualnya bisa Rp3.800 per kilo, untungnya sudah 100 persen,” kata Presiden.

Selain jagung, Presiden pun meminta agar pembinaan dengan pola yang sama juga dilakukan kepada para petani komoditas pangan lain.

“Jangan hanya di jagung saja, harusnya produk-produk yang lain, komoditas yang lain harus bisa didampingi dengan pola yang sama. Kalau jagung bisa, mestinya padi juga bisa, singkong juga bisa, porang juga bisa, kopi juga bisa, semua,” imbuhnya.

Di samping itu, Kepala Negara menuturkan bahwa pembinaan juga harus dilakukan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti pengemasan produk dan penjenamaan yang baik. Dengan adanya pembinaan tersebut, Presiden berharap produk hasil dari para pelaku UMKM dapat naik kelas hingga pasar internasional.

“Sentuhan-sentuhan seperti itu yang kita harapkan dan kalau bisa pasarnya tidak hanya pasar lokal, tidak hanya pasar domestik, tetapi bisa dibawa untuk pasar ekspor. Ini yang kita harapkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya perusahaan membangun kemitraan dengan UMKM di daerah. Presiden meyakini kemitraan tersebut akan memberikan dampak yang baik, antara lain dalam menangani kemiskinan ekstrem di Indonesia.

“Misalnya ini, akan banyak pabrik otomotif yang akan berdiri di negara kita. Saya sudah sampaikan harus bermitra dengan UKM-UKM industri. Entah bikin knalpotnya, entah bikin spionnya, entah pengerjaan interior kursinya di dalam, bisa perusahaan besar bermitra dengan petani, perusahaan besar bermitra dengan UMKM,” ucapnya.