News

Perkuat Pemasaran dan Penjualan, Pegadaian Agresif Lakukan Kolaborasi di Sumatera Utara

September 18, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) terus berkolaborasi untuk memperkuat pemasaran dan penjualan produk melalui sinergi bisnis dengan berbagai mitra (baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, perguruan tinggi dan asosiasi) di seluruh Indonesia. Kali ini, Pegadaian melakukan kolaborasi dengan 22 mitra yang terdiri atas perusahaan BUMN, Swasta, dan Perguruan Tinggi di Medan, Sumatera Utara.

“Kami (pegadaian) akan terus membangun dan memperkuat jejaring sinergi bisnis melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Kolaborasi merupakan kunci perseroan untuk terus bertumbuh di tengah era disrupsi ekonomi digital,” kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto di Medan (17/9).

Hingga Agustus 2019, tambah Kuswiyoto, perseroan telah melakukan kolaborasi bisnis dengan 20 perusahaan BUMN, 8 perusahaan Swasta, 29 Perguruan Tinggi, dan 4 asosiasi di seluruh Indonesia.

Kuswiyoto menjelaskan melalui kolaborasi kekuatan bisnis masing-masing perusahaan dapat lebih dioptimalkan, sehingga memberikan nilai tambah tidak hanya bagi pengguna jasa, tetapi juga kontribusi positif pada negara. Lebih lanjut, pemasaran produk dan volume penjualan pun meningkat seiring kolaborasi.

Dimulainya kolaborasi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pegadaian dengan 23 mitra, yaitu: PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., PT. Telekomunikasi Seluler, PT. Kawasan Industri Medan (Persero), Radio Republik Indonesia, PT. Permodalan Nasional Madani (Persero), PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT. Askrindo, PT. Pelni, PT. Jamkrindo, PT. Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), PTPN I, BULOG, PT. Nutrifood Indonesia, Grab, PT. Kedai Kita , PD Pasar Kota Medan, Adimulia Hotel, Garuda Plaza Hotel, Universitas Sumatra Utara, Politeknik LP3I dan STMIK Budi Dharma.

Melalui kolaborasi ini setiap perusahaan dapat memanfaatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis masing-masing. “Selain itu sumber daya manusia (SDM) masing-masing dapat saling bersinergi, untuk mewujudkan One Family, One Nation, One Vision to Excellence semakin nyata.”

News

Jokowi Beri Apresiasi Tinggi pada Bahlil di Buku ‘Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri’

September 16, 2019

Jakarta — Di akhir masa jabatannya sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Bahlil Lahadalia, meluncurkan buku biografi dan pemikirannya yang diberi judul ‘Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri’. Satu hal yang membuat spesial karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang yang menuliskan kata pengantar dalam buku.

“Tidak ada prestasi yang sempurna tanpa kerja keras, dedikasi, keberanian, daya juang, dan kecerdasan. Tidak ada capaian yang lebih baik dibanding yang lainnya, jika tanpa langkah yang cepat, smart shortcut, dan selalu bisa mengubah strategi untuk menghadapi pesaing. Hal-hal inilah yang membuat keterbatasan menjadi kekuatan, ketidakmugkinan menjadi peluang, dan mengubah langkah sederhana menjadi lompatan,” kata Presiden Jokowi dalam kata pengantarnya.

“Dialah Saudara Bahlil Lahadalia, yang ketika buku ini ditulis dalam posisi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi). Prestasi ini, menurut saya luar biasa,” sambungnya.

Jokowi pun memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada Bahlil karena sebagai putra Papua dirinya bisa sukses dan akhirnya menjadi Ketua Umum Hipmi. Bagi Jokowi, kesederhanaan dan pematangan diri dari Bahlil merupakan kunci dan modal utama kesuksesannya.

“Saudara Bahlil yang tumbuh dari keluarga sangat sederhana, yang semasa kecilnya pernah jualan kue, serta pernah menjadi kondektur dan supir angkutan umum untuk bisa kuliah di Jayapura. Semua ini adalah proses pematangan diri dan penguatan karakter yang siap berjuang menghadapi tantangan yang berat,” tulis Jokowi.

Bahlil pun memberikan langsung buku tersebut pada Presiden Jokowi di sela Munas XVI Hipmi yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Sementara penulis buku tersebut yang juga wartawati senior Neneng Herbawati mengatakan bila buku ‘Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri’ menceritakan lika-liku perjalanan hidup Bahlil, seorang pengusaha nasional asal Papua yang mengawali perjuangannya dari seorang kondektur angkutan umum (Angkot) hingga menjadi pengusaha nasional yang sukses. Bahlil memintanya menulis buku yang dapat memotivasi generasi muda Indonesia agar berani mengatasi berbagai tantangan yang menghadang.

“Saya berterima kasih mendapat kepercayaan untuk menuliskan buku tentang perjalanan hidup Pak Bahlil. Tujuan penulisan buku ini sebenarnya sebagai legacy Pak Bahlil disaat mengakhiri kepemimpinannya di Hipmi selama 4,5 tahun,” jelas Neneng.

Neneng mengaku bangga dalam penulisan buku ini turut berkontribusi sejumlah tokoh nasional, di antaranya Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo.

“Saya meminta Bapak Presiden Jokowi untuk menuliskan Kata Pengantar untuk buku ‘Bahlil Lahadalia, Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri.’ Alhamdulillah, Bapak Presiden langsung mengiyakan,” pungkasnya.

News

Jokowi Siap Revisi 74 UU Guna Mudahkan Investasi

September 16, 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya sudah mengajukan revisi pada 74 undang-undang terkait investasi. Jokowi menyebut revisi tersebut diperlukan untuk menyingkirkan hambatan dalam berinvestasi di Indonesia.

Rencananya revisi akan diajukan saat DPR periode 2019-2024 sudah dilantik pada Oktober mendatang. Baginya, kemudahan dalam berinvestasi menjadi salah satu daya tarik investor untuk berinvestasi di Indonesia.

“Setelah pelantikan DPR yang baru, kita akan ajukan revisi undang-undang soal investasi. Ada 74 yang sudah kita hitung agar kecepatan investasi bisa meningkat dan bersaimg dengan negara lain,” kata Jokowi, Senin (16/9/2019).

“Pemerintah akan kerja keras untuk menyingkirkan hambatan investasi. Agar indonesia menjadi magnet investasi dan mengalahkan negara lain,” sambungnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga menyoroti soal pengusaha Indonesia yang dianggapnya sulit bahkan enggan bermitra. Padahal kemitraan menjadi salah satu poin penting dalam mengembangkan bisnis.

“Kelemahan kita adalah sulit dan enggan bermitra. Ini kesempatan besar untuk kita mendapat mitra. Jadikan mereka mitra, investor yang masuk itu. Karena langkah kita baru setengah jalan, kita perlu modal kedua yaitu revolusi mindset. Ini harus kita perbaiki,” pungkasnya.

(Bisma)

News

Bahlil Haladalia punya Kesan yang Amat Mendalam pada Jokowi

September 16, 2019

Dalam 4 tahun masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia, mengatakan dirinya memililki kesan yang sangat mendalam pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahlil menyebut bila Jokowi selalu hadir dalam acara-acara yang dibuat oleh Hipmi.

“Saya merasa senang karena Bapak Presiden selalu datang ke acara yang kita adakan, sampai pengurus Hipmi juga diundang ke istana,” kata Bahlil

Menurutnya, pemerintahan Jokowi membangun pondasi yang kuat dalam hal ekonomi. salah satu caranya adalah dengan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah.

“Kita tahu apa yang dilakukan pemerintah dalam membangun pondasi ekonomi sangat baik, salah satunya adalah dengan pembangunan infrastruktur. Ini menumbuhkan dan pemerataan ekonomi. Hari ini anak desa bisa mengakses apa saja lewat infrastruktur yang sudah dibuat,” sebutnya.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5 persen, ini adalah prestasi yang tidak bisa dinafikan dalam kerja pemerintah,” pungkasnya.

News

Sebut Indonesia Perlu Konglomerat Baru, Jokowi: Saya Masih Tunggu Nama 20 Calonnya

September 16, 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bila keberadaan konglomerat baru di Indonesia memang diperlukan untuk menunjang perekonomian Indonesia yang terus berkembang. Dirinya meminta Hipmi untuk segera memberikan daftar 20 calon konglomerat di Indonesia.

“Bahlil menyampaikan bahwa perlu konglomerat baru, perlu saya ingatkan, bahwa tiga tahun yang lalu saya udah minta kepada Hipmi, kepada Kadin 20 nama, tapi sampai sekarang saya belum dapat 20 nama itu. Saya tidak tahu apakah masih dalam proses seleksi atau dalam proses yang lainnya,” kata Jokowi dalam pembukaan Munas XVI Hipmi di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Meski belum mendapatkan 20 nama tersebut, Jokowi mengatakan bila pemerintah akan turun tangan dan memberikan jalan serta peluang pada para pengusaha. Menurutnya, para pemerintah akan memberikan jalan bagi mereka untuk memanfaatkan peluang bisnis di Indonesia.

“Memang pemerintah perlu turun tangan memberikan jalan, memberikan peluang peluang yang ada kepada mereka dan pemerintah akan terus memperkokoh kelembagaan kabinet yang bisa mengurus investasi, yang mampu membujuk investor, untuk menciptakan berbagai macam spill over,” ungkap Jokowi.

Bahlil sendiri menyebut bila pengusaha di Hipmi harus bisa naik kelas dan menjadi konglomerat. Menurutnya, selama ini Indonesia hanya dikuaisai oelh segelintir konglomerat saja. Namun dirinya juga mengingatkan bila konglomerat harus dijadikan teman bukan musuh.

“Politik, gubernur sudah berganti, menteri berganti, tetapi konglomeratnya belum berganti, itu-itu saja. Kami mohon, teman-teman muda ingin naik kelas. Kami tidak bermaksud konglomerat tidak kita musuhi, yang kuat tetap kuat tapi yang bawah bisa jadi kuat,” tutur .Bahlil