Browsing Category

Economy

Economy

Rosan, Teknologi Digital Ekonomi Membantu Tanah Air

June 12, 2019

Jakarta, 11 Juni 2019 – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan Roeslani mengatakan adanya kemajuan teknologi digital ekonomi akan membantu pertumbuhan Indonesia. Hal ini menurutnya akan meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

“Adanya kemajuan teknologi digital ekonomi ini akan sangat membantu. Sehingga kualitas manusia kita ini dalam belajar dari jarak jauh bisa dilakukan,” kata Rosan di Jakarta, Rabu (12/5).

Rosan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi tersebut dapat dilihat dari perkembangan ekonomi di Papua lima tahun belakangan selalu menunjukkan peningkatan. Mulai dari penurunan jumlah angka kemiskinan di Papua tersebut.

“Lalu contohnya Papua dan Papua Barat itu pembangunan makin meningkatkan dan penduduk miskin makin menurun. Kita syukuri pembangunan lima tahun ini sangat luar biasa lompatannya dan kita bisa rasakan.”

Economy

Biaya Logistik di Indonesia Masih Tinggi?

June 12, 2019
Jakarta, 12 Juni 2019 – Biaya logistik di Indonesia dinilai masih terlalu tinggi, apalagi saat menjelang mudik lebaran kemarin. Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan bahwa biaya logistik masih tinggi karna konektivitas di Indonesia belum maksimal.

” Memang apa yg kita lakukan di mudik ini belum maksimal untuk konektivitasnya, kita belun sampai ke ujung-ujung ya tapi kita sudah memulai, indikasinya jelas bahwa Investment grade kita naik dan indeks logistik naik tinggi adalahsuatu kemajuan-kemajuan,” kata Budi di acara Konektivitas Memacu Pertumbuhan Berkualitas, Jakarta, Rabu(12/6).

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan lebih fokus kepada biaya logistik di Tanah Air. Akan tetapi, Budi tidak memungkiri bahwa biaya logistik saat ini akan di dukung dari perkembangan jalur jalan tol.

“Kita harus memberikan perhatian yang lebih pada logistik saya pikir kita konsisten, terbukti dengan naiknya tadi,” katanya.

“Tapi memang kita akan menggunakan sarana jalan tol ini khususnya menjadi modal bagi kita untuk mengembangkan peningkatan logistik kita atau lebih efisien.”

Economy

SK: Optimisme Konsumen Meningkat

May 6, 2019

Jakarta – Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2019 menyatakan optimisme konsumen meningkat. Hal tersebut terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2019 sebesar 128,1 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 124,5.

Dijelaskan bahwa peningkatan optimisme konsumen terlihat dari beberapa faktor pendukung, yaitu peningkatan Indeks Ekspektasi Kondisi Keuangan Ekonomi (IEK) sebesar 4,6 poin menjadi 144,8 dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 2,5 poin dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 111,4.

Sementara untuk kondisi keuangan konsumen, dari segi pendapatan konsumen pada April 2019, porsi pendapatan responden rumah tangga yang di gunakan untuk konsumsi (Average Propensity to Consume Ratio) sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari 68,1% menjadi 68,5%. Peningkatan porsi konsumsi juga diikuti dengan sedikit menurunnya porsi tabungan terhadap pendapatan (Saving to Income Ratio) sebesar 0,1% menjadi 20,0%.

Sedangkan untuk porsi cicilan pinjaman terhadap pendapatan (Debt Service to Income Ratio) juga sedikit menurun dari bulan sebelumnya, yaitu dari 11,8% menjadi 11,5%.

Untuk perkiraan konsumsi, tabungan, dan cicilan konsumen. Survey Konsumen Bank Indonesia memperkirakan, konsumen diprediksi mengeluarkan konsumsi pada 3 bulan mendatang terus meningkat. Hal tersebut terlihat dari Indeks perkiraan konsumsi rumah tangga 3 bulan mendatang dari 161,5 menjadi 164,7.

Pada 6 bulan mendatang, responden memperkirakan jumlah tabungan akan meningkat dan jumlah utang akan menurun. Hal tersebut dari Indeks Perkiraan Jumlah Tabungan yang meningkat dari 120,4 menjadi 123,8. Sedangkan Indeks Perkiraan Jumlah Utang turun dari 162,8 menjadi 155,4.

Corporate Update Economy

Awal Ramadan, Pertamina Siapkan 8 Juta Tabung LPG 3 KG

May 3, 2019

Jakarta, 3 Mei 2019 – PT Pertamina (Persero) menyiapkan tambahan alokasi LPG 3 Kg sebesar 14 persen dari kondisi normal yang sekitar 21 ribu MT (ekuivalen dengan 7 juta tabung LPG 3 Kg) menjadi 24 ribu MT (ekuivalen dengan 8 juta tabung LPG 3 Kg) per hari pada minggu pertama Ramadhan 1440 H.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, penambahan 3 Ribu MT LPG (ekuivalen 1 juta tabung LPG 3 Kg) ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan LPG 3 kg di masyarakat dapat terpenuhi dengan baik mengingat frekuensi penggunaan akan cenderung meningkat.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, pada minggu pertama Ramadhan ini Pertamina menyediakan pasokan LPG lebih besar dari hari-hari biasa,”katanya.

Peningkatan pasokan LPG tersebut, tambah Fajriyah terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Sehingga seluruh Marketing Operation Region (MOR) Pertamina telah menyiapkan pasokan LPG sesuai dengan perkiraan kenaikan konsumsi di masing-masing provinsi.

Penambahan alokasi ini bervariasi untuk seluruh wilayah di Indonesia. Pada MOR I (Sumatera Bagian Barat dan Utara), MOR II (Sumatera Bagian Selatan), MOR III (Jakarta, Banten dan Jawa Barat), MOR IV (Jateng & DIY) dan MOR VII (Sulawesi) rata-rata alokasi LPG naik antara 6 – 11 persen . Sementara pada MOR V (Jatim, Bali, NTB dan NTT) dan MOR VI (Balikpapan) kenaikan bekisar antara 27 – 29 persen.

“Dengan adanya tambahan alokasi ini, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokan LPG 3 kg. Satgas Pertamina juga akan terus memonitor konsumsi LPG, sehingga bila terjadi lonjakan Pertamina dapat mengantisipasi lebih cepat,”ujarnya.

Lebih lanjut Fajriyah menuturkan, LPG 3 Kg merupakan produk yang disubsidi oleh negara dan diperuntukkan bagi kalangan warga tidak mampu. Karena itu, masyarakat yang sudah dalam kategori mampu diharapkan dapat menggunakan LPG non subsidi seperti Bright Gas yang juga tersedia di agen, pangkalan dan modern minimarket.

Untuk pemesanan Bright Gas yang lebih mudah, bahkan dapat dilakukan melalui Call Center 135. Dengan menggunakan pemesanan melalui Call Center ini, maka agen resmi akan mengantar Bright Gas ke rumah konsumen. Untuk informasi lebih lanjut dan apabila ada masukan maupun keluhan, masyarakat juga dapat menghubungi Call Center 135.

Economy Weekly Brief

Efektivitas Investasi Publik di Indonesia Berada di Angka 37

April 15, 2019

WASHINGTON DC – Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menghadiri Pertemuan Bilateral Indonesia-International Monetary Fund (IMF) yang membahas Public Investment Management Assessment (PIMA) di Kantor Pusat IMF, Washington DC, Amerika Serikat. Saat ini, Indonesia tengah menantikan laporan final dari IMF terkait PIMA.

Temuan awal PIMA menunjukkan bahwa gap efektivitas investasi publik di Indonesia berada di angka 37 persen yang mengindikasikan performa yang kurang bagus jika dibandingkan dengan ekonomi emerging markets. Alat diagnostik PIMA telah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan manajemen investasi publik, dalam hal desain institusional dan efektivitas. Tercatat, 7 dari 15 area disebut sebagai area dengan performa yang kurang, yakni dua area perencanaan, dua wilayah dalam alokasi bujet, dan tiga area di implementasi program.

Berdasarkan temuan PIMA, IMF menyarankan enam rekomendasi Rencana Aksi 2019-2021, yakni: 1) meningkatkan fokus capital projects dan studi kelayakannya; 2) mengidentifikasi capital projects di Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN); 3) memperkuat kerangka anggaran tahunan dengan periode tertentu untuk capital spending; 4) memperbaiki kualitas seleksi dan persiapan proyek; 5) memodernisasi Capital Portfolio Oversight and Monitoring; dan 6) memperkuat manajemen capital projects. Berbekal poin-poin di atas, pemerintah indonesia telah menyiapkan rencana aksi yang fokus pada tiga area. Pertama, meningkatkan kualitas rencana sektoral dan nasional sekaligus secara konsisten mengimplementasikan capital projects dan studi kelayakannya untuk RPJMN 2020-2024 sebagai panduan rencana strategis di kementerian/lembaga. Kedua, mengembangkan project appraisal dan mekanisme pemilihan proyek mengingat 2019 adalah waktu yang tepat untuk proyek pilot infrastruktur. Ketiga, memperbaiki Portfolio Management and Oversight.

“Berdasarkan laporan dan rencana aksi, Indonesia berharap IMF dapat memberikan dukungan teknis untuk sejumlah isu penting, di antaranya mengulas prioritas proyek dalam RPJMN, mengkaji implementasi proyek terpilih hingga saat ini, termasuk metode appraisal, telaah risiko, dan banyak pilot projects lainnya. Mengkaji semua proyek infrastruktur yang nilainya lebih dari 100 miliar rupiah atau setara dengan USD 7 juta pada 2019 dan memperluas proyek di atas Rp 10 miliar pada 2020. IMF juga diharapkan mampu untuk memberi contoh mengenai peringkat investasi besar yang didasarkan pada pentingnya dan kesiapan proyek,” tegas Menteri Bambang.

Economy Weekly Brief

Faisal Basri: Indonesia Tidak Dikuasi Asing

April 11, 2019

Jakarta, 11 April 2019 – Ekonom Senior, Faisal Basri menjelaskan Bangsa Indonesia sepenuhnya tidak dikuasai oleh bangsa asing. Malahan bangsa asing relatif sedikit berada di Tanah Air.

“Data justru menunjukkan Indonesia jauh dari dikuasai asing. Perekonomian Indonesia tidak saja tidak dikuasai asing, melainkan justru sebaliknya, peranan asing relatif kecil dalam pembentukan kue nasional (produk domestik bruto),” kata Faisal di acara Panggung Kabaret Tek Jing Tek Jing, Jakarta, Kamis (11/4).

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang sejarah kemerdekaan, perekonomian Indonesia tidak pernah didominasi oleh asing. Arus investasi langsung asing (foreign direct investment)yang masuk ke Indonesia rerata setahun hanya sekitar 5 % dari keseluruhan investasi fisik atau pembentukan modal tetap bruto.

“Angka tersebut sangat kecil apabila kita sandingkan dengan negara-negara tetangga dekat seperti Malaysia dan Filipina, yang peranan modal asingnya berkali lipat jauh lebih besar dari kita. Dengan negara komunis sekalipun seperti Vietnam dan negara sosialis seperti Bolivia, kita selalu lebih kecil. Peranan investasi asing di Indonesia berada di bawah rerata Asia, apalagi dibandingkan dengan negara di kawasan Asia Tenggara. Indonesia tidak pernah mengandalkan modal langsung asing untuk memacu pertumbuhan ekonomi.”

Sedangkan, akumulasi kehadiran investasi langsung asing hingga sekarang tidak sampai seperempat dari PDB. Diakuinya belakangan ini meningkat jika dibandingkan dengan rerata selama kurun waktu 2000-2004 yang baru 7,1 %, namun masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Vietnam 50,5 %, Bolivia 33,7 %, Asia 25,7 %, dan Asia Tenggara 66,1 %.

Economy

Nilai Tukar Rupiah 2019, Aman!

March 1, 2019

Jakarta – Nilai tukar rupiah digadang-gadang menguat, sehingga menopang berlanjutnya stabilitas perekonomian Indonesia. Hal ini dijelaskan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Dijelaskan bahwa dirinya optimis nilai tukar rupiah menguat. Karena rupiah pada Januari 2019 menguat hingga 2,92% dan terus berlanjut pada Februarin2019.

Penguatan rupiah ditopang aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik, seiring terjaganya fundamental ekonomi domestik dan tetap tingginya daya tarik aset keuangan domestik. Hal ini juga disertai oleh berkurangnya ketidak pastian pasar keuangan global.

“Nilai tukar pada tahun ini akan bergerak stabil, tapi rupiah masih undervalue,” kata Perry di Jakarta, Kamis (28/2).

Disebutkan bahwa ada aliran modal asing masuk. Pada triwulan IV sudah US$15 miliar, tahun 2019 hampir Rp45 triliun aliran modal asing dalam SBN saham itu hapir 3 kali dari 2018.

Economy

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Menunjukkan Perkembangan

March 1, 2019

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi di Indonesia selalu menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Hal ini ditunjukkan dari pencapaian negara di akhir tahun 2018, yang dinilai sangat positif.

Menurut data yang didapat, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 tercatat 5,18%. Pencapaian ini bisa dikatakan cukup bagus karena terjadi pada saat perekonomian global mengalami sedikit perlambatan dan kenaikan suku bunga acuan oleh BI.

Dijelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ini didukung dari beberapa faktor, terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 2,74% dan investasi sebesar 2,17%. Meskipun demikian, Tanah Air juga mengalami tekanan dari sektor eksternal.

Namun, dijelaskan bahwa di tahun 2018 seharusnya Indonesia dapat mencatat pertumbuhan ekonomi negara di atas 5,2%. Tapi hal ini tidak dapat di peroleh karena pertumbuhan net ekpor -0,99% tahun 2018. Hal ini dinilai sangat buruk dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 0,31%.

Sementara itu, untuk aktivitas pertumbuhan dunia juga mengalami perlambatan. Prediksi yang dilakukan bulan Juli 2018 menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan volume perdagangan dunia, dari 5,1% (2017), ke 4,8% (2018), ke 4,5% (2019).

Corporate Update Economy

Layanan Digital Pelabuhan Tanjung Perak, Operasional Pelabuhan Lebih Efisien

February 22, 2019

Surabaya – BUMN operator pelabuhan, Pelindo III, menyebut penerapan layanan digital di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mampu mempersingkat waktu layanan rata-rata hingga 15 persen. Efisiensi tersebut didapat setelah pelaksanaan operasional di Pelabuhan Tanjung Perak menjadi terpusat melalui Port Operations Command Center (POCC) sejak 6 Desember 2018 lalu.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto menyebut beberapa layanan yang menjadi lebih cepat di antaranya waktu verifikasi permohonan pelayanan dari semula 1,17 jam menjadi 0,3 jam. Selain itu, lanjutnya waktu tunggu pelayanan dari yang semula 13,57 menit menjadi 11,34 menit dan waktu pergantian kapal di dermaga dari 4,42 jam menjadi 3,93 jam.

“Efisiensi waktu layanan ini kami dapat dari hasil evaluasi 100 hari penerapan POCC di Pelabuhan Tanjung Perak. POCC ini mengintegrasikan layanan mulai dari pelayanan kapal, barang, penerbitan nota tagihan, dan jasa pendukung lainnya. POCC ini juga terhubung dengan Inaportnet,” kata Putut, Kamis (21/2).

Putut menyebut saat ini Pelindo III tengah mempersiapkan pengaplikasian POCC di pelabuhan lain di wilayah kerja perseroan. Nantinya, POCC akan menjadi bagian dari Integrated Billing System (IBS) yang akan diterapkan di wilayah kerja Pelindo I-IV.

“Semangat ke depan ialah seluruh pelabuhan di Indonesia terhubung dalam satu layanan, pengguna jasa cukup mengakses satu portal untuk berbagai jenis pelayanan dari Sabang hingga ke Merauke. Sistem ini akan diuji coba pertengahan tahun ini,” tambahnya.

Pelayanan digital yang diterapkan Pelindo III sudah dirasakan oleh pengguna jasa di lapangan. Misto (54), petugas perencanaan penambatan kapal PT Pelni, menyebut dahulu untuk berkoordinasi terkait kebutuhan layanan kapal pandu dan tunda, tambatan di dermaga, serta peralatan bongkar muat yang dibutuhkan, ia harus datang ke pelabuhan untuk rapat bersama dengan para penyedia jasa.

“Dulu malam hari pun harus datang langsung. Kini bisa dengan meeting online, jika ada masalah tinggal telepon POCC. Saya yang tinggal di Tretes (Kabupaten Pasuruan, sekitar 70 km dari Tanjung Perak) menjadi sangat termudahkan,” ungkapnya yang sudah bertugas di operasional tambatan selama 11 tahun.

Petugas lainnya, Yusuf Iskandar (38) dari PT Suntraco mengatakan sebelum ada layanan digital pengguna jasa bisa terkena denda karena terlambat mengurus perubahan permohonan layanan. Misalnya karena jadwal kapal sandar berubah. Terlebih jika terjadi di malam hari, pengurusan dokumen perubahan relatif lama karena butuh waktu untuk menginformasikan ke petugas yang berwenang.

“Di tengah berbagai inovasi IT di pelabuhan, layanan helpdesk di POCC menjadi sentuhan manusia yang bisa mengambil keputusan saat terjadi unusual condition. Misalnya jika ada kendala cranekapal rusak sehingga membutuhkan cranedarat dan kapal perlu bertukar dari sandar kiri ke sandar kanan. Ada manager yang bisa mengambil keputusan segera, bila perlu pun ia bisa ke lapangan, karena POCC berada di sini (pelabuhan),” ujarnya.

Economy

Erick Thohir Bicara Kebangkitan Ekonomi Umat hingga Optimisme Emas 2045

February 15, 2019

Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir, bersama Ketua Pembina YPI Al Azhar, Prof. Jimly Asshiddiqie, dan Ust. Yusuf Mansur menjadi pembicara di acara Rabu Hijrah Kebangkitan Ekonomi Umat di Hallf Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta. Ketiganya mengajak muslim milenial untuk ikut membangun ekonomi umat. 

Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir hadir berbicara sebagai pengusaha (Founder Mahaka Group) dan bukan sebagai TKN.

“Saya rasa program Rabu Hijrah memang dipersiapkan untuk memberi inspirasi bagi generasi muda, untuk bagaimana ekonomi Indonesia ke depan akan membesar ini jangan di sia-siakan”, ujar Erick, Rabu (13/2).

Dia berharap dengan adanya acara Rabu Hijrah mampu mendorong masyarakat Indonesia khususnya generasi muda atau kaum milenial mampu menjadi seorang pengusaha.

“Kami berharap generasi muda bisa berhijrah sebagai produsen”, ujarnya.

Erick pun juga menyampaikan tentang kondisi ekonomi Indonesia 25-26 tahun ke depan, bahwa Indonesia akan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya dan generasi muda Indonesia harus membangun optimisme tentang masa depan bangsa. Dia yakin generasi saat ini ingin Indonesia tetap ada hingga 2045.

“Datanya bicara 2045 kita secara ekonomi nomor 4 terbesar di dunia. Kita bersaing sama China, Amerika, dan India, jadi titik terangnya ada. Yang orang asing optimis sama Indonesia, kenapa kita yang pesimis? Siapa yang tidak mau lihat Indonesia merdeka tahun 2045? Jadi saya sendiri bangga menjadi orang Indonesia”, katanya.

Terakhir, dia menilai bagaimana sebagai generasi muda untuk berbuat banyak menjadi entrepreneur, dan pengusaha Indonesia terus menjadi yang terbuka karena pasarnya luar biasa.

“Kalau politik lima tahun sekali, tapi kalau membuka lapangan kerja, membuka usaha, kan Insyaallah bagus juga untuk Indonesia”.