Browsing Category

Corporate Update

Corporate Update

Ciptakan Value Creation RP 49,9 Triliun

March 18, 2019

Jakarta, 18 Maret 2019 – Memasuki tahun kesembilan Annual Pertamina Quality Awards (APQ) 2019, PT Pertamina (Persero) menampilkan inovasi 1.000 insan mutu Pertamina yang tergabung dalam 161 gugus terseleksi. Sebelumnya, sebanyak 3.169 gugus yang terdaftar dari seluruh Indonesia mampu menciptakan value creation sebanyak Rp 49,8 triliun.

Penciptaan nilai APQ 2019 ini meningkat Rp 10 Triliun, dibanding capaian tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 39,75 Triliun. Dari jumlah kepesertaan, APQ 2019 yang bertujuan untuk penciptaan budaya perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement Program/CIP) ini, juga bertambah dibanding tahun 2018 lalu yang melibatkan 800 orang dari 140 gugus. Ajang kompetisi dan pameran inovasi insan mutu Pertamina ini akan berlangsung selama 3 hari yakni 18 – 20 Maret 2019 di Kantor Pusat Pertamina.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan APQ Awards merupakan wadah berkumpulnya para inovator Pertamina untuk merespon tantangan zaman. Tema yang diusung tahun ini yakni Insan Mutu Bersinergi Melakukan Inovasi dan Digitalisasi Bisnis Untuk Merespon Era Revolusi Industri 4.0, yang menekankan pentingnya sinergi serta inovasi dan digitalisasi bagi keberhasilan Pertamina dalam merespon tantangan industri 4.0.

“APQ Awards 2019 menunjukkan konsistensi Pertamina dalam membangun budaya inovasi dan improvement, serta sinergi positif dalam pengelolaan inovasi dan improvement di level strategis maupun operasional. Pada level strategis terdapat Strategi Inisiatif (SI) dan Breakthrough Project (BTP) sementara pada level operasional ada Continuous Improvement Program (CIP),” ujar Nicke.

Nicke juga berpesan kepada seluruh manajemen puncak di Unit, Region dan Anak Perusahaan agar berperan aktif sebagai role model dalam pelaksanaan kegiatan Manajemen Mutu Pertamina seperti meningkatkan efektifitas sistem & proses kerja melalui kegiatan Continuous Improvement & Innovation yang mampu menciptakan value bagi perusahaan, serta mendorong proses replikasi dan komersialisasi atas karya inovasi di seluruh Pertamina.

“APQ Awards 2019 agar dijadikan suatu proses berkesinambungan (quality life cycle), dan wadah untuk menggali potensi, meningkatkan motivasi dan terus mengukir prestasi Pertamina di kancah Nasional, Regional, dan Internasional,” imbuh Nicke.

Direktur PIMR Heru Setiawan menambahkan, semangat sinergi dan inovasi harus selalu ada dalam jiwa setiap insan mutu Pertamina, dan jika hal itu didukung dengan digitalisasi seluruh sistem dan proses kerja, maka menjadi kekuatan dan kepercayaan diri dalam merespon tantangan industri 4.0.

Menurut Heru, hasil CIP tahun 2018 tercatat sebanyak 3169 risalah dengan value creation senilai Rp 49,90 triliun. Setelah melalui proses seleksi pada Forum Presentasi CIP di tingkat Unit Operasi/Unit Bisnis/Anak Perusahaan dan Direktorat, maka terpilih 161 CIP terbaik yang dikompetisikan dalam APQ Awards 2019 serta 28 diantaranya ditampilkan dalam exhibition.

Selain program perbaikan berkelanjutan, lanjut Heru, Pertamina juga menghadirkan 15 Breakthrough Project (BTP) dan 20 Strategi Inisiatif (SI) yang bersifat cross-function melibatkan Direktorat dan Anak Perusahaan. Untuk kegiatan itu, Pertamina menargetkan financial benefit sebesar USD 935 juta.

Melalui APQ Award Tahun 2019 ini para pekerja Pertamina terus menghasilkan penciptaan nilai yang signifikan bagi perusahaan. Value creation yang dihasilkan merupakan wujud komitmen Pertamina sebagai Perusahaan yang memiliki kewajiban dalam melaksanakan penugasan Pemerintah dan sekaligus menghasilkan keuntungan dengan menjalankan bisnis secara efisien dalam bentuk penghematan dan efektifititas proses yang pada gilirannya akan mencapai target revenue yang ditetapkan.

Corporate Update

Pertamina Promosikan Produk Unggulan di NAPEC

March 12, 2019

Aljazair, 12 Maret 2019 – PT Pertamina (Persero), kembali berpartisipasi aktif dalam pameran migas terbesar di Afrika, North Africa Petroleum Exhibition and Conference (NAPEC) yang berlangsung pada 10 – 13 Maret 2019 di Oran Convention Center, Aljazair. NAPEC merupakan wahana untuk promosi produk migas unggulan, berdiskusi dan bertemunya para profesioal migas di seluruh dunia. Pameran ini akan diikuti 570 operator serta perusahaan teknologi dan layanan dari 40 negara.

Pertamina Group meliputi perseroan serta anak usaha PT Pertamina Internasional Eksploration & Produksi (PIEP), PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Pelita Air Service, Upstream Technical Center serta Refinery Unit V Balikpapan mempromosikan produk unggulan serta profil dan kinerja produksi migas di lapangan luar negeri, khususnya di Aljazair.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan Pertamina akan menawarkan produk unggulan Smooth Fluid 05 (SF 05) yang saat ini telah diproduksi Refinery Unit V Balikpapan dengan kapasitas 1,2 juta barel per tahun. Produk turunan petrokimia ini telah terbukti diterapkan oleh industri migas di Indonesia baik offshore maupun onshore. Keunggulannya antara lain stabilitas yang baik dan tidak mudah teroksidasi pada kondisi operasi (pemboran darat, lepas pantai dan kondisi HPHT), stabil untuk penyimpanan jangka panjang, serta ramah lingkungan, karena telah lulus uji toksisitas, biodegradabilitas, bebas iritasi kulit dan mata serta memiliki kandungan BTX yang sangat rendah.

“Smooth Fluids 05 sebagai bahan dasar campuran cairan pemboran berbasis minyak dengan kinerja tinggi, saat ini banyak digunakan oleh operator global terkemuka yang beroperasi di seluruh Indonesia dan terus berkembang ke pasar global,”ungkap Fajriyah.

Selain memasarkan SF 05, lanjut Fajriyah, Pertamina Group juga menunjukkan kinerja Menzel Lejmat North (MLN) Field Block 405a, Aljazair yang saat ini dikelola PIEP. Lapangan migas yang diakuisisi Pertamina sejak 2013 dengan kepemilikan 65% ini merupakan salah satu andalan produksi minyak Pertamina di luar negeri. PIEP telah sukses melakukan kegiatan pengeboran pertama di lapangan MLN dengan produksi tahun 2018 tercatat sebesar 16 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan untuk 2019 produksinya ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 19 ribu BOPD.

Sebagai informasi, selain MLN, di Aljazair Pertamina juga memiliki share di 2 lapangan migas lainnya, yaitu EMK (El Merk) field dengan kepemilikan 16,9%, dan Orhud dengan kepemilikan 3,73%.

Selain blok tersebut, dalam rangka mengembangkan peluang bisnis baru, Pertamina juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sonatrach yang merupakan perusahaan migas asal Aljazair. Kerjasama ini juga melengkapi pengembangan bisnis yang dilakukan PIEP di sejumlah wilayah lainnya seperti Afrika, Timur Tengah dan Asia.

Menurut Fajriyah, untuk mendukung kegiatan pengeboran, bisnis hulu Pertamina telah menggunakan teknologi terbaik dengan memperkuat budaya keselamatan, mengurangi human error serta meningkatkan konsistensi dan mengurangi produksi limbah.

Salah satu tekonologi terbaik yang digunakan adalah passive seismic yang merupakan metode baru berbasis gelombang pasif frekuensi rendah (LFPS) untuk mendeteksi keberadaan hidrokarbon secara langsung (DHI). LFPS memberikan respon yang tertentu (anomali) ketika menginterferensi reservoar yang mengandung hidrokarbon.

Metode ini dikembangkan oleh Upstream Technical Center – PT Pertamina (Persero) dan telah diterapkan di beberapa lapangan Pertamina baik dalam kegiatan eksplorasi dan produksi maupun pengembangan. Validasi metode LFPS menunjukkan bahwa 82% sesuai dengan hasil analisis sehingga sangat signifikan mengurangi resiko kegagalan penentuan lokasi target bor.

Kedepan metode passive seismic ini akan diaplikasikan di lapangan MLN dalam mendukung kegiatan eksplorasi, produksi dan pengembangan.

“Saat ini, pengeboran Pertamina telah menghasilkan keunggulan operasi melalui tingkat integritas operasional yang tinggi dengan mengoptimalkan kinerja SDM dan teknologi,” imbuhnya.

Untuk kegiatan kegiatan hulu terutama di offshore Aljazair, Pertamina juga didukung Pelita Air Service, anak perusahaan yang bergerak di bidang transportasi udara. Didukung dengan unit pesawat dan pilot yang handal (di atas 29.000 jam), Pelita Air telah mendapat pengakuan internasional terkait komitmen terhadap safety. Hal ini terbukti dengan sertifikat EASA 145 untuk Pelita Air Training Service dan Basic Rating Aviation Safety (BARS) green.

Corporate Update

Pelabuhan Benoa Mantapkan Diri Menjadi Home Port Cruise

March 11, 2019

Surabaya (11/3) Pelabuhan Benoa Bali yang dikelola oleh BUMN Pelindo III telah merampungkan pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 Meter LWS(low water spring/rata-rata muka air laut)menjadi minus 12 Meter LWS. Hal tersebut telah memungkinkan kapal pesiar dengan LOA (Length of All) / ukuran panjang lebih dari 350 Meter untuk sandar di demaga dimana sebelumnya hanya bisa berlabuh diluar pelabuhan.

“Dengan adanya revitalisasi tersebut, tentunya akan menambah minat kedatangan kapal pesiar karena dari sisi keamanan dan kenyamanan akan terjamin,” ujar Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha. Kini kolam di dermaga timur, selatan, kolam di curah cair dan gas telah menjadi minus 12 meter LWS dari sebelumnya antara minus 8 hingga minus 9 meter LWS. Selain itu turning basin atau area untuk berputar kapal juga diperlebar sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter. Serta lebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang telah menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330 meter, tambahnya.

Serangkaian peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait dengan gedung terminal penumpang, Pelindo III meningkatkan kapasitas gedung terminal penumpang yang semula hanya berkapasitas 900 orang akan diperbesar hingga menampung 3.500 orang dalam bangunan seluas 5.600 meter persegi. Pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di benoa akan selesai semester dua tahun 2019, hingga februari ini, progress pembangunan fisik bangunan telah mencapai 58%.

“Rampungnya pengerukan kolam dan pendalaman alur, akan meningkatkan jumlah kunjungan kapal pesiar. Bahkan, kapal pesiar tersebut tidak hanya transit namun pelabuhan Benoa akan menjadihome port cruise, dimana kapal pesiar berangkat dari Benoa, kemudian berkeliling di Indonesia Timur dan nanti akan kembali lagi ke Benoa,” ujar Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho Pranatyasto.

“Dengan menjadi home port cruise tersebut tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian di Bali karena ini memiliki Multiplier effect cukup besar. Saat kapal pesiar bersandar di pelabuhan, maka tentunya bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat disekitarnya, turis akan meningkatkan length of stay dan pada akhirnya mereka lebih banyak berbelanja. Hotel, restaurant, toko-toko souvenir, kendaraan umum/sewa juga yang akan menuainya,” tambah Toto.

Selain itu, untuk mendukung pelabuhan benoa menjadi rumah bagi kapal pesiar tersebut, Pelindo III juga sedang melakukan pengembangan lain di antaranya penataan kembali zona peruntukan kapal wisata, BBM dan Gas, perikanan, serta pembangunan terminal internasional dengan melakukan beautifikasi kawasan pelabuhan dengan sentuhan artistik khas Bali.

Adapun jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada tahun 2018 tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara, naik 5% dibanding tahun 2017 sebanyak 52.125 orang. Untuk jumlah kapal pesiar tercatat sebanyak 67 unit kapal pesiar telah mengunjungi Bali melalui pelabuhan benoa selama tahun 2018.

“Pelabuhan Benoa sendiri menyumbang sekitar 45% dari total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara penumpang kapal pesiar yang singgah di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III sebanyak 125.218 orang wisatawan di tahun 2018, dan dalam waktu dekat, akan kita laksanakan tender pemilihan mitra strategis untuk pengembangan pelayanan cruise terminal,” tutupnya.

Corporate Update

Ini Restrukturisasi Perhutani

March 8, 2019

Bandung – Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum Direktur Utama BUMN di Universitas Padjadjaran, Bandung pada Jumat (01/03). Dalam kesempatan tersebut sekaligus dilakukan Nota Kesepahaman antara Unpad dengan Perum Perhutani tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan SDM.

Denaldy memberikan penjelasan mengenai Restrukturisasi dan Transformasi Perum Perhutani yang diawali meliputi proses bisnis Perhutani Group hingga tahap restrukturisasi perusahaan.

“Perhutani melakukan proses restrukturisasi melalui lima tahapan yaitu situation analisys, management change, emergency actions, restrukturisasi bisnis business restructuring dan normal to growth”, jelas Denaldy.

Di tahun 2019 Perhutani mengusung tema “Perhutani 4.0+: Governance Through Connectivity” yaitu menjalin konektifitas antara hulu-hilir-konsumen serta pemangku kepentingan untuk mencapai dan mendorong perusahaan dengan tata kelola yang baik (GCG) dengan konsep industri 4.0.

“Perhutani mencoba menerapkan IT Platform secara digital dengan mengintegrasikan manusia, proses, mesin, fisik sumberdaya hutan dan industri ecosystem forestry dengan memperkuat transparansi, responsibility, independen dan fairness” tambah Denaldy.

Corporate Update

Konsumsi BBM Terus Naik,Pertamina dan Usu Tularkan Konservasi Energi

March 6, 2019

Medan, 6 Maret 2019 – Indonesia diperkirakan akan kehabisan cadangan minyak bumi pada tahun 2030. Cadangan terbukti minyak bumi Indonesia saat ini hanya sekitar 3,3 miliar barel. Sementara konsumsi BBM terus meningkat mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Di Sumatera Bagian Utara sendiri, konsumsi BBM pada 2018 meningkat sebesar 3,5 persen dibanding 2017.

Agar konsumsi energi lebih efisien, perlu dibangun kesadaran konservasi energi. Untuk itu Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I bersama Fakultas Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan seminar bertema “K3 dan Konservasi Energi pada Industri Migas”. Acara dilaksanakan pada Selasa (05/03) di Aula Pascasarjana Teknik Mesin USU.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, menjelaskan bahwa masyarakat perlu menggunakan energi dengan efisiensi dan rasional. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menimbulkan kesadaran akan konservasi energi. Tentunya tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan,” ujarnya.

Pertamina MOR I juga menerapkan konservasi energi dalam operasinya. Diantaranya melalui program penggantian Refrigerant R-22 dengan Musicool yang lebih ramah lingkungan. Beragam program konservasi energi di MOR I menghasilkan penghematan senilai 890 juta rupiah.

Sementara Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, menerapkan teknologi Mikro Hidro untuk pembangkit listrik. Sehingga menghasilkan penghematan energi listrik sebesar 1.095 kWh per enam bulan.

“Pertamina juga mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Sebagai alternatif energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Ini mendukung gerakan pemerintah mengurangi emisi karbon sebanyak 17 persen pada tahun 2030,” lanjut Roby.

Melalui seminar ini para mahasiswa dan mahasiswi pun dapat mengenal pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Sehingga para calon tenaga kerja ini nantinya dapat mempraktikkannya dalam kegiatan sehari-hari.

Astisten Manager HSSE Operation, Ruli Handoko, mengatakan dengan menerapkan K3 dapat meningkatkan produktivitas kerja. “Pengawasan K3 sangat penting dilakukan semua pihak, sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja. Kesadaran akan pentingnya K3 ini yang ingin kami tularkan pada mahasiswa USU,” ujar Ruli.

Nadya, mahasiswi Teknik Mesin USU mengatakan seminar ini sangat menarik. “Pemaparan yang diberikan oleh Pertamina sangat menarik. Saya jadi tahu bahwa Pertamina sebagai perusahaan energi negara juga mengembangkan EBT yang lebih ramah lingkungan,” tutup Nadya.**

Corporate Update

Penghimpun Zakat Nasional Mengalami Pertumbuhan Setiap Tahun

March 5, 2019

“Setiap tahun, penghimpunan zakat nasional mengalami pertumbuhan rata-rata 30,55 persen. Pada 2016, zakat yang berhasil dihimpun organisasi pengelola zakat baik Baznas maupun LAZ adalah sebesar Rp 5.017,29 miliar, dan meningkat menjadi Rp 6.224,37 miliar pada 2017 dan Rp 8.100 miliar pada 2018. Pertumbuhan yang positif dan berkesinambungan tersebut juga diikuti dengan penyaluran zakat yang efektif dan produktif. Rata-rata penyaluran zakat nasional adalah sebesar 66,03 persen dari total zakat yang dihimpun. Pada 2016, zakat yang berhasil disalurkan ke masyarakat adalah Rp 2.931 miliar, sementara pada 2017 sebesar Rp 4.860 miliar. Dari jumlah penyaluran zakat pada 2017, sebesar 78,1 persen telah disalurkan ke delapan golongan mustahik nasional,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2019 dengan tema “Peran Strategis Filantropi Islam dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Islam Dunia Tahun 2024”, Surakarta, Selasa (5/3).

Melihat potensi zakat di Indonesia sebesar Rp 217 triliun, Menteri Bambang mengatakan zakat nasional masih dapat dipacu. Persentase penghimpunan terhadap potensi zakat pada 2016 adalah sebesar 2,3 persen, meningkat menjadi 2,8 persen pada 2017, dan 3,7 persen pada 2018. Begitupula penyaluran zakat pada 2016 dan 2017 masih di bawah 80 persen, yaitu 58,4 persen dan 78,81 persen. Untuk itu, Menteri Bambang mendorong segenap organisasi pengelola zakat baik Baznas Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota maupun LAZ Nasional/Provinsi/Kabupaten/Kota, semakin kreatif mengajak para muzakki untuk membayarkan zakat serta menyediakan platform pembayaran zakat yang mudah dan jelas bagi umat Islam.

“Realisasi penghimpunan zakat nasional masih sangat jauh dari potensinya. Diperlukan kerja keras kita semua untuk meyakinkan para muzakki membayarkan zakatnya secara tertib dan rutin kepada organisasi pengelola zakat yang resmi, sehingga dapat diakumulasi dalam data penghimpunan zakat nasional. Kita harapkan tahun ini tingkat penyaluran terhadap penghimpunan zakat dapat mencapai angka 80 persen,” jelas Menteri Bambang.

Menteri Bambang menjelaskan lima strategi pengelolaan zakat yang harus dilakukan.

Pertama, mendorong hadirnya regulasi dan kebijakan yang mendukung perbaikan tata kelola zakat nasional. Perlu direviu kembali Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 untuk mempelajari kemungkinan perbaikan sekaligus tambahan pengaturan dalam tata kelola zakat nasional.

Kedua, memanfaatkan teknologi untuk mobilisasi dan penyaluran zakat. Diperlukan rekening zakat untuk menampung dana zakat dari nasabah perbankan, sehingga dari penghasilan nasabah yang telah mencapai nishab (batas terendah harta dikenai zakat) dapat secara otomatis disisihkan ke rekening. Perlu juga dikembangkan platform teknologi yang memudahkan muzakki dalam membayarkan zakat ataupun menerima bantuan zakat.

Ketiga, mendorong pemanfaatan zakat yang mendukung pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Pengelola zakat harus menyalurkan dana zakat pada kegiatan-kegiatan yang memiliki korelasi yang jelas dengan upaya mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Perlu indeks yang dapat mengukur tingkat dampak zakat dalam mengatasi kemiskinan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan para muzakki kepada pengelola zakat.

Keempat, mewujudkan database zakat nasional yang terintegrasi. Dengan database terintegrasi dapat diperoleh data muzakki, mustahik, pengelola zakat, jumlah zakat terkumpul, jumlah mustahik yang terbantu dengan zakat, ataupun jumlah mustahik yang berubah menjadi muzakki. Hal ini juga mencegah penumpukan bantuan zakat di suatu daerah, sekaligus menyeleraskan program pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.

Kelima, memanfaatkan zakat untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Zakat sebagai salah satu komponen penting dalam arsitektur keuangan syariah harus terintegrasi dengan pengembangan keuangan dan ekonomi syariah. Beberapa kebijakan yang perlu dikembangkan antara lain adalah penggunaan rekening syariah dalam penerimaan dan penyaluran zakat. Jika semua pengelola zakat menggunakan rekening bank syariah, maka mau tidak mau setiap muzakki akan membayarkan zakat melalui rekening syariah. Begitupun apabila semua mustahik membuka rekening zakat, maka semua penyaluran bantuan zakat juga akan melalui rekening syariah. Selain itu, dana zakat juga dapat digunakan untuk membantu UKM yang menjual produk halal dan menggunakan instrumen keuangan syariah dalam mengembangkan usahanya. Dengan demikian, pemanfaatan zakat juga mendukung industri halal di Indonesia.

Corporate Update

Pelindo III dan Sinarmas Jalin Sinergi

March 5, 2019

Surabaya Pelindo III dan grup usaha Sinarmas menjajaki peluang menjadikan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai salah satu pusat distribusi kertas di Indonesia. Pelabuhan tersebut berada di tengah-tengah Nusantara sehingga secara geografis strategis untuk menjadi hub distribusi. Tak hanya domestik, tetapi juga potensial untuk mendukung ekspansi pasar produsen kertas dan pulp raksasa tersebut.

“Potensi kerja sama ini sangat baik, karena Tanjung Perak memiliki kesiapan fasilitas pergudangan dan lahan yang siap dimanfaatkan. Apalagi kini ada PT Berkah Multi Cargo (BMC), lini bisnis Pelindo III yang melayani jasa logistik,” kata Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho, di sela acara diskusi bisnis kedua perusahaan tersebut di Surabaya, Senin (4/3).

Lebih lanjut Toto Nugroho mengungkapkan, optimisme juga didapatkan karena Sinar Mas sebagai pemain besar di industri kertas dan pulp sudah memiliki ceruk pasar tersendiri yang stabil. Selain itu Sinar Mas juga memiliki segmen bisnis lain yang juga potensial untuk menggunakan jasa logistik Pelindo III, yakni agribisnis, pangan, dan infrastruktur. Sinar Mas sudah menjadi salah satu pengguna jasa Pelindo III untuk jasa bongkar muat curah cair dan lahan penumpukan untuk komoditas CPO (minyak kelapa sawit), di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Ia menambahkan peluang kerja sama lain yang akan dijajaki yaitu pemanfaatanlayanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, pemasaran biodiesel di Bali, jasa bongkar muat antarkapal di perairan Satui, serta pelayanan kapal pandu dan tunda di Selat Lombok. Setelah Pelindo III menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk pelayanan kapal pandu dan tunda di pelabuhan, pada saat yang sama juga mendiskusikan kemungkinan joint operation untuk layanan yang sama dengan swasta yakni Sinarmas Group.

“Pelindo III proaktif dalam mendorong sinergi pelayanan kapal dengan operator-operator pelabuhan di Indonesia, baik BUMN maupun swasta. Karena integrasi pemanfaatan infrastruktur dan layanan di pelabuhan merupakan bentuk dukungan yang riil pada upaya pemerintah dalam menekan biaya logistik di Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” kata Toto Nugroho lagi.

Perwakilan dari Sinarmas, Group Supply Chain Director, Antonius Maryanto, menyebutkan bahwa pihaknya menyambut baik adanya diskusi bisnis yang digagas oleh BUMN seperti Pelindo III. “Sesama pelaku bisnis baik dari pemerintah BUMN maupun swasta sebaiknya sering berdiskusi langsung, tidak hanya berkomunikasi saat ada kendala di lapangan. Kesempatan diskusi ini merupakan momen networking dan evaluasi kerja sama yang sudah ada. Semoga ke depan ada satu pandangan untuk terobosan bisnis yang dikerjakan bersama,” katanya dalam saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menyebutkan, “diharapkan sinergi yang harmonis antara Pemerintah melalui BUMN Pelindo III dengan Sinar Mas sebagai perusahaan swasta nasional pada beberapa sektor yang penting seperti logistik energi dan pangan, serta maritim dapat memberikan kontribusi positif pada perekonomian bangsa,” ujarnya.

Corporate Update

Pegadaian Luncurkan The Gade Coffee & Gold ke 29 di Bekasi

March 3, 2019

Bekasi, 01/03/2019 – PT Pegadaian (persero) semakin agresif menggarap pasar milenial dan memodernisasi kantor cabangnya, ditandai dengan peresmian gerai The Gade Coffee & Gold di Bekasi, Jawa Barat. Gerai ini merupakan gerai ke 29 yang telah dibangun perseroan di seluruh kota di Indonesia.

“Peresmian gerai The Gade Coffee & Gold di Bekasi ini merupakan salah satu upaya Pegadaian dalam melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup milenial yang saat ini mendominasi segmen nasabah kami. Pegadaian akan terus mendekatkan diri dengan nasabah muda berusia produktif di berbagai kota di Indonesia. The Gade Clean & Gold ini merupakan gerai yang ke 29,” ujar Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian (persero) Ninis K Adriani, saat meresmikan The Gade Coffee & Gold, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (01/03).

Ninis menyatakan bahwa kalangan milenial saat ini merupakan bagian dari bonus demografi bagi Indonesia dan ini sangat strategis untuk dunia usaha, termasuk untuk Pegadaian.

“The Gade Coffee & Gold ini merupakan sebuah outlet layanan prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah nasabah di kalangan milenial. Jadi perusahaan di tahun 2019 menargetkan nasabah tumbuh 23,4% menjadi 12,3 juta jiwa.”

Jumlah nasabah Pegadaian pada tahun lalu mencapai 10 juta jiwa dan 65% berasal dari nasabah yang berusia produktif yaitu 45 tahun. Sedangkan, Ninis menambahkan bahwa Pegadaian akan membangun The Gade Coffee & Gold hingga 36 gerai di seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga diharapkan adanya The Gade Coffee & Gold dapat menggaet milenial yang belum menjadi nasabah.

Selain itu, Ninis menambahkan untuk proyeksi keuangan dan bisnis Pegadaian 2019 akan terus tumbuh. Pendapatan usaha diproyeksikan di tahun 2019 sebesar Rp 13,5 triliun atau tumbuh menjadi 21,3% dan laba bersih sebesar Rp 3,018 triliun atau 10,8%.

Dari sisi operasional (bisnis) Pegadaian memproyeksikan Outstanding Loan posisi Rp 46,476 triliun atau 15,2%, dan omset sebesar Rp 150 triliun atau 15,2%. Pencapaian ini didapat melalui berbagai produk dan inovasi oleh Pegadaian di tahun 2019 ini.

Corporate Update

Pegadaian Tingkatkan Penyaluran Kredit UMi di Kendari

March 3, 2019

Kendari – PT Pegadaian (Persero) akan terus meningkatkan penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi) yang lebih dikenal dengan Kreasi UMi sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Total Kreasi UMi yang sudah disalurkan hingga Januari sudah mencapai Rp947.500.000.8

“Pegadaian akan terus memberikan dukungan bagi masyarakat dan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah, serta para nelayan, dalam upaya pemberdayaan ekonomi sebagai bentuk wujud kerja nyata pemerintah melalui program Kreasi UMi,” ungkap Kuswiyoto, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero)  dalam acara penyerahan bantuan di Pusat Pelelangan Ikan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/3).

Penyaluran Kreasi UMi pada 2018 mencapai Rp887.000.000 dan Januari 2019 sebesar Rp60.500.000, yang disalurkan melalui 4 kantor cabang di Kota Kendari yaitu Kantor Cabang Kendari, Pasar Sentral, Kendari Caddi, dan Pasar Ikan. Program Kreasi UMi merupakan produk Pegadaian untuk masyarakat yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan memberikan kredit agar dapat mengembangkan usaha dengan sistem fidusia.

Dalam kesempatan tersebut, Kuswiyoto menyampaikan Program Kreasi UMi sebagai salah satu alternatif dalam pemberian fasilitas kredit karena kredit tersebut bersifat fleksibel sehingga tidak akan menyulitkan para nasabah, khususnya para nelayan di Kendari.

Selain itu, Kuswiyoto juga mengajak masyarakat untuk mengambil kesempatan pembiayaan kredit  UMi untuk memberdayakan sekaligus memperkuat permodalan mereka. Karena  tidak hanya sekadar memberi pinjaman, tapi juga diberikan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dari para pelaku ultra mikro. Dengan maksimal pembiayaan Rp10 juta per nasabah.

Dia berharap Kreasi UMi Pegadaian dapat berkontribusi dalam memajukan lebih dari 44 juta usaha atau sekitar 72% dari jumlah usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) secara nasional. Program ini nantinya akan terus ditingkatkan baik dari segi alokasi, penyaluran maupun ketepatan sasaran dan efektifitasnya. “Kreasi UMi ini bagian program Pegadaian untuk ikut memajukan perekonomian masyarakat yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan akses permodalan dari perbankan. Selain itu, juga untuk mendorong pencapaian target nasabah Pegadaian menjadi 12,3 juta orang.”

Penyaluran bantuan Program Kredit UMi secara nasional di Sulawesi Tenggara telah diberikan kepada 2.332 debitur dengan total sebesar Rp8,37 miliar. Untuk di Kota Kendari telah diberikan kepada 497 dengan total sebesar Rp1,97 miliar. Dalam kesempatan ini, Program Kreasi UMi Pegadaian telah disalurkan kepada 179 debitur dengan total sebesar Rp1.243.500.000.

 Program Kreasi UMi ini dapat diakses di seluruh kantor cabang Pegadaian di tanah air. Persyaratan yang diperlukan adalah kelengkapan data seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Nikah (jika sudah berkeluarga), dan memenuhi kriteria kelayakan usaha yang sudah berjalan minimal satu tahun. Kemudian menyerahkan dokumen kepemilikan kendaraan bermotor sebagai agunan.

Program Kredit UMi ini merupakan inisiatif dari Kementerian Keuangan yang berfokus untuk membantu perkembangan UMKM di masyarakat. Dalam pelaksanaannya dibantu oleh Kemenetrian BUMN melalui sinergi BUMN dengan program iKredit UMi yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang belum pernah mendapatkan fasilitas kredit oleh perbankan (unbankable) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Lembaga-lembaga non bank yang menjadi kreditor UMi adalah Pegadaian, Koperasi, Permodalan Nasional Madani atau PNM, dan Bahana Ventura.

Corporate Update

Pegadaian Salurkan Kredit UMi Disaksikan oleh Presiden Jokowi

March 2, 2019

Gorontalo, 01 Maret 2019 – PT Pegadaian (Persero) akan terus meningkatkan penyaluran Kredit Ultra Mikro (Kreasi UMi) dalam upaya membantu perkembangan UMKM yang belum pernah mendapatkan fasilitas kredit dari perbankan (unbankable) melalui KUR. Dimana hingga saat ini program Kreasi UMi yang sudah disalurkan di Gorontalo mencapai Rp1,898 miliar untuk 273 debitur.

Direktur Pegadaian Pemasaran dan Pengembangan Produk, Harianto Widodo mengatakan penyaluran Kreasi UMi tersebut diberikan kepada UMKM di Kabupaten Bonebolango sebesar Rp191 juta untuk 27 debitur, Kabupaten Bowalemo 24 debitur atau Rp 153 juta, Kabupaten Gorontalo 198 debitur atau Rp1,384 miliar, Kabupaten Gorontalo Utara 12 debitur atau Rp88 juta, dan Kabupaten Pahuwanto 12 debitur atau Rp82 juta.

“Pegadaian akan terus mendukung program pemerintah untuk mengembangkan UMKM melalui Kreasi UMi. Sekaligus menambah jumlah nasabah baru di berbagai daerah dengan kredit ultra mikro maksimal Rp 10 juta per nasabah,” jelas Harianto di Gorontalo, Jumat (01/03).

Harianto menyerahkan kredit Kreasi UMi saat Dialog dengan Debitur UMi disaksikan oleh Presiden Jokowi di Gorontalo.

Dia menjelaskan pemberian kredit dengan angsuran bulanan yang diberikan kepada UMKM ini merupakan pengembangan usaha dengan sistem Fidusia.

Kreasi UMi berfokus memberikan solusi terpercaya untuk mendapatkan fasilitas kredit yang cepat, mudah, dan murah. Hal ini terlihat dari pemberian jangka waktu pinjaman yang sangat fleksibel, dengan pilihan jangka waktu 12, 18, 24, dan 36 bulan.

“Proses kredit hanya membutuhkan 3 hari saja, dan dana dapat segera cair. Kalau sewa modal (bunga pinjaman) relatif murah dengan angsuran tetap per bulan,” tambahnya.

Dia menambahkan Kreasi UMi dapat diperoleh di seluruh outlet Pegadaian di Indonesia, hanya dengan melengkapi persyaratan yaitu memiliki usaha yang memenuhi kriteria kelayakan dan sudah berjalan satu tahun, fotokopi kartu keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan surat nikah (jika sudah menikah). Lalu, menyerahkan dokumen yang sah dan dokumen kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB asli, fotokopi STNK, dan Faktur Pembelian).

Program UMi merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan, yang berfokus pada usaha-usaha mikro di lapisan masyarakat bawah yang belum bankable. UMi disalurkan ke Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yaitu PT Pegadaian (Kreasi UMi) dan syarat peminjaman dengan menggunakan BPKB.