Browsing Category

Corporate Update

Corporate Update

Pertamina, Pasokan BBM Lebih Dari 652 Ribu Liter Untuk Arus Mudik

June 11, 2019

Jakarta – Puncak arus balik terjadi pada Minggu (9/6) kemarin, membuat Pertamina all out untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tingginya kebutuhan BBM melalui SPBU maupun layanan tambahan Non SPBU yang disiagakan sepanjang jalur mudik lebaran.

Tercatat hingga 9 Juni 2019, penyaluran BBM di titik layanan tambahan Non SPBU seperti SPBU Modular maupun Kios Pertamina Siaga mencapai 652 ribu liter.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman menjelaskan, total volume tersebut merupakan realisasi penyaluran yang terjadi di wilayah Sumatera Bagian Utara, Sumatera Bagian Selatan, Jawa Bagian Barat, Jawa Bagian Tengah hingga Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus).

Ia pun menambahkan, sebanyak 62 titik layanan yang telah disiagakan di wilayah Sumatra dan Jawa ini mampu menjadi titik tambahan pelayanan BBM guna mengantisipasi tingginya jumlah pemudik yang berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan BBM terutama di wilayah mudik.

“Alhamdulillah seluruh titik layanan tambahan tersebut telah beroperasi dengan baik dan melayani masyarakat dengan optimal. Fungsi utama layanan tambahan ini adalah untuk memecah antrian pengisian BBM di SPBU Reguler, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk melakukan pengisian BBM,” tambahnya.

Seperti diketahui, selain menyediakan titik tambahan untuk pengisian BBM, Pertamina juga menyediakan layanan Motoris pengantar BBM untuk konsumen yang membutuhkan pengantaran BBM pada kondisi emergency di sepanjang jalur mudik.

Motoris menjadi andalan ketika keadaan darurat atau ketika macet agar mobil pemudik tidak kehabisan bahan bakar. Sabtu malam (8/6) pada arus balik lebaran, motoris Pertamina telah siaga mengantarkan BBM kepada beberapa pemudik yang sedang melakukan perjalanannya.

Salah satu pemudik yang memanfaatkan layanan ini, Andria, hampir kehabisan bahan bakar ketika melintas di sekitar wilayah Pelabuhan Bakauheni Lampung.

“Khawatir, karena memang sudah menunjukkan ‘E’ bahan bakarnya. Kami langsung menelfon 135 untuk memesan Pertamax ketika itu,” ujar Andria.

Akhirnya Pukul 22.50 WIB, motoris yang berangkat dari SPBU 24.355.85 di Jalan Raya Bakauheni tiba ke posisi yang dijelaskan Andria. Saat tiba, motoris langsung melayani pengisian 20 liter Pertamax ke mobil Andria.

“Sangat menghargai karena setelah menelfon 135 langsung direspon baik oleh Pertamina. Terima kasih banyak sudah membantu kelancaran perjalanan mudik kami tahun ini,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman pun mengatakan sepanjang jalur mudik dan wisata pada arus balik ini, personil motoris disiagakan sebanyak 200 motoris.

“Ratusan Motoris pengantar BBM, baik pada masa arus mudik dan arus balik kita siagakan. Tentunya segala macam dinamika di lapangan yang perlu diantisipasi sudah kita siapkan solusinya agar layanan yang diberikan Pertamina dapat memenuhi kebutuhan para pemudik tahun ini. Apabila masyarakat memerlukan informasi seputar produk – produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.” pungkasnya.

Corporate Update

Pegadaian-POLRI Kerja Sama Tingkatkan Pengamanan dan Penegakan Hukum

May 8, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) menjalin kerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam upaya pengamanan dan penegakan hukum di lingkungan kerja perseroan. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) oleh Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Ari Dono Sukmanto.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, semua sistem keamanan yang ada di Pegadaian akan semakin terjamin. Karena kerja sama ini akan mencakup bantuan keamanan dalam pertukaran data dan informasi baik secara manual maupun elektronik,” kata Kuswiyoto, di acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Pegadaian dan Polri di Jakarta, Rabu (8/5).

Kuswiyoto menjelaskan tujuan Nota Kesepahaman ini untuk mewujudkan peningkatan kerja sama antara Pegadaian dan Polri dalam rangka bantuan pengamanan dan penegakan hukum di lingkungan kerja perseroan.

“Bantuan pengamanan berbentuk pengamanan terbuka, maupun pengamanan tertutup. Bantuan pengamanan terbuka meliputi jasa pengamanan dan jasa manajemen sistem pengamanan. Sedangkan bantuan pengamanan tertutup meliputi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan.”

Sementara itu, Kuswiyoto menyatakan bahwa penandatanganan ini juga meliputi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Pegadaian, melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, atau kegiatan lain yang disepakati. Hal tersebut juga meliputi Sharing Knowledge mengenai Sistem Manajemen Pengamanan, Pembentukan Karakter atau pengetahuan di Bidang Polri dan sebaliknya mengenai Jasa Pegadaian.

Pada kesempatan yang sama Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Ari Dono Sukmanto menyatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi adanya penandatangan nota kesepahaman ini. Karena dapat menciptakan sebuah jalinan baik terhadap lembaga keamanan dan perusahaan BUMN.

“Menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat meupakan tugas kepolisian. Kerjasama antar lembaga ini semakin mempertegas komitmen kami dalam menciptakan ketertiban dan keamanan nasional. Saya berharap adanya kerjasama ini akan terjalin sinergi yang lebih baik. Sehingga dapat meningkatkan kemanfaatan dari sisi perekonomian dan sistem keamanan antar lembaga,” tutup Ari Dono.

Corporate Update Economy

Awal Ramadan, Pertamina Siapkan 8 Juta Tabung LPG 3 KG

May 3, 2019

Jakarta, 3 Mei 2019 – PT Pertamina (Persero) menyiapkan tambahan alokasi LPG 3 Kg sebesar 14 persen dari kondisi normal yang sekitar 21 ribu MT (ekuivalen dengan 7 juta tabung LPG 3 Kg) menjadi 24 ribu MT (ekuivalen dengan 8 juta tabung LPG 3 Kg) per hari pada minggu pertama Ramadhan 1440 H.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, penambahan 3 Ribu MT LPG (ekuivalen 1 juta tabung LPG 3 Kg) ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan LPG 3 kg di masyarakat dapat terpenuhi dengan baik mengingat frekuensi penggunaan akan cenderung meningkat.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, pada minggu pertama Ramadhan ini Pertamina menyediakan pasokan LPG lebih besar dari hari-hari biasa,”katanya.

Peningkatan pasokan LPG tersebut, tambah Fajriyah terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Sehingga seluruh Marketing Operation Region (MOR) Pertamina telah menyiapkan pasokan LPG sesuai dengan perkiraan kenaikan konsumsi di masing-masing provinsi.

Penambahan alokasi ini bervariasi untuk seluruh wilayah di Indonesia. Pada MOR I (Sumatera Bagian Barat dan Utara), MOR II (Sumatera Bagian Selatan), MOR III (Jakarta, Banten dan Jawa Barat), MOR IV (Jateng & DIY) dan MOR VII (Sulawesi) rata-rata alokasi LPG naik antara 6 – 11 persen . Sementara pada MOR V (Jatim, Bali, NTB dan NTT) dan MOR VI (Balikpapan) kenaikan bekisar antara 27 – 29 persen.

“Dengan adanya tambahan alokasi ini, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokan LPG 3 kg. Satgas Pertamina juga akan terus memonitor konsumsi LPG, sehingga bila terjadi lonjakan Pertamina dapat mengantisipasi lebih cepat,”ujarnya.

Lebih lanjut Fajriyah menuturkan, LPG 3 Kg merupakan produk yang disubsidi oleh negara dan diperuntukkan bagi kalangan warga tidak mampu. Karena itu, masyarakat yang sudah dalam kategori mampu diharapkan dapat menggunakan LPG non subsidi seperti Bright Gas yang juga tersedia di agen, pangkalan dan modern minimarket.

Untuk pemesanan Bright Gas yang lebih mudah, bahkan dapat dilakukan melalui Call Center 135. Dengan menggunakan pemesanan melalui Call Center ini, maka agen resmi akan mengantar Bright Gas ke rumah konsumen. Untuk informasi lebih lanjut dan apabila ada masukan maupun keluhan, masyarakat juga dapat menghubungi Call Center 135.

Corporate Update

Ciptakan Value Creation RP 49,9 Triliun

March 18, 2019

Jakarta, 18 Maret 2019 – Memasuki tahun kesembilan Annual Pertamina Quality Awards (APQ) 2019, PT Pertamina (Persero) menampilkan inovasi 1.000 insan mutu Pertamina yang tergabung dalam 161 gugus terseleksi. Sebelumnya, sebanyak 3.169 gugus yang terdaftar dari seluruh Indonesia mampu menciptakan value creation sebanyak Rp 49,8 triliun.

Penciptaan nilai APQ 2019 ini meningkat Rp 10 Triliun, dibanding capaian tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 39,75 Triliun. Dari jumlah kepesertaan, APQ 2019 yang bertujuan untuk penciptaan budaya perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement Program/CIP) ini, juga bertambah dibanding tahun 2018 lalu yang melibatkan 800 orang dari 140 gugus. Ajang kompetisi dan pameran inovasi insan mutu Pertamina ini akan berlangsung selama 3 hari yakni 18 – 20 Maret 2019 di Kantor Pusat Pertamina.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan APQ Awards merupakan wadah berkumpulnya para inovator Pertamina untuk merespon tantangan zaman. Tema yang diusung tahun ini yakni Insan Mutu Bersinergi Melakukan Inovasi dan Digitalisasi Bisnis Untuk Merespon Era Revolusi Industri 4.0, yang menekankan pentingnya sinergi serta inovasi dan digitalisasi bagi keberhasilan Pertamina dalam merespon tantangan industri 4.0.

“APQ Awards 2019 menunjukkan konsistensi Pertamina dalam membangun budaya inovasi dan improvement, serta sinergi positif dalam pengelolaan inovasi dan improvement di level strategis maupun operasional. Pada level strategis terdapat Strategi Inisiatif (SI) dan Breakthrough Project (BTP) sementara pada level operasional ada Continuous Improvement Program (CIP),” ujar Nicke.

Nicke juga berpesan kepada seluruh manajemen puncak di Unit, Region dan Anak Perusahaan agar berperan aktif sebagai role model dalam pelaksanaan kegiatan Manajemen Mutu Pertamina seperti meningkatkan efektifitas sistem & proses kerja melalui kegiatan Continuous Improvement & Innovation yang mampu menciptakan value bagi perusahaan, serta mendorong proses replikasi dan komersialisasi atas karya inovasi di seluruh Pertamina.

“APQ Awards 2019 agar dijadikan suatu proses berkesinambungan (quality life cycle), dan wadah untuk menggali potensi, meningkatkan motivasi dan terus mengukir prestasi Pertamina di kancah Nasional, Regional, dan Internasional,” imbuh Nicke.

Direktur PIMR Heru Setiawan menambahkan, semangat sinergi dan inovasi harus selalu ada dalam jiwa setiap insan mutu Pertamina, dan jika hal itu didukung dengan digitalisasi seluruh sistem dan proses kerja, maka menjadi kekuatan dan kepercayaan diri dalam merespon tantangan industri 4.0.

Menurut Heru, hasil CIP tahun 2018 tercatat sebanyak 3169 risalah dengan value creation senilai Rp 49,90 triliun. Setelah melalui proses seleksi pada Forum Presentasi CIP di tingkat Unit Operasi/Unit Bisnis/Anak Perusahaan dan Direktorat, maka terpilih 161 CIP terbaik yang dikompetisikan dalam APQ Awards 2019 serta 28 diantaranya ditampilkan dalam exhibition.

Selain program perbaikan berkelanjutan, lanjut Heru, Pertamina juga menghadirkan 15 Breakthrough Project (BTP) dan 20 Strategi Inisiatif (SI) yang bersifat cross-function melibatkan Direktorat dan Anak Perusahaan. Untuk kegiatan itu, Pertamina menargetkan financial benefit sebesar USD 935 juta.

Melalui APQ Award Tahun 2019 ini para pekerja Pertamina terus menghasilkan penciptaan nilai yang signifikan bagi perusahaan. Value creation yang dihasilkan merupakan wujud komitmen Pertamina sebagai Perusahaan yang memiliki kewajiban dalam melaksanakan penugasan Pemerintah dan sekaligus menghasilkan keuntungan dengan menjalankan bisnis secara efisien dalam bentuk penghematan dan efektifititas proses yang pada gilirannya akan mencapai target revenue yang ditetapkan.

Corporate Update

Pertamina Promosikan Produk Unggulan di NAPEC

March 12, 2019

Aljazair, 12 Maret 2019 – PT Pertamina (Persero), kembali berpartisipasi aktif dalam pameran migas terbesar di Afrika, North Africa Petroleum Exhibition and Conference (NAPEC) yang berlangsung pada 10 – 13 Maret 2019 di Oran Convention Center, Aljazair. NAPEC merupakan wahana untuk promosi produk migas unggulan, berdiskusi dan bertemunya para profesioal migas di seluruh dunia. Pameran ini akan diikuti 570 operator serta perusahaan teknologi dan layanan dari 40 negara.

Pertamina Group meliputi perseroan serta anak usaha PT Pertamina Internasional Eksploration & Produksi (PIEP), PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Pelita Air Service, Upstream Technical Center serta Refinery Unit V Balikpapan mempromosikan produk unggulan serta profil dan kinerja produksi migas di lapangan luar negeri, khususnya di Aljazair.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan Pertamina akan menawarkan produk unggulan Smooth Fluid 05 (SF 05) yang saat ini telah diproduksi Refinery Unit V Balikpapan dengan kapasitas 1,2 juta barel per tahun. Produk turunan petrokimia ini telah terbukti diterapkan oleh industri migas di Indonesia baik offshore maupun onshore. Keunggulannya antara lain stabilitas yang baik dan tidak mudah teroksidasi pada kondisi operasi (pemboran darat, lepas pantai dan kondisi HPHT), stabil untuk penyimpanan jangka panjang, serta ramah lingkungan, karena telah lulus uji toksisitas, biodegradabilitas, bebas iritasi kulit dan mata serta memiliki kandungan BTX yang sangat rendah.

“Smooth Fluids 05 sebagai bahan dasar campuran cairan pemboran berbasis minyak dengan kinerja tinggi, saat ini banyak digunakan oleh operator global terkemuka yang beroperasi di seluruh Indonesia dan terus berkembang ke pasar global,”ungkap Fajriyah.

Selain memasarkan SF 05, lanjut Fajriyah, Pertamina Group juga menunjukkan kinerja Menzel Lejmat North (MLN) Field Block 405a, Aljazair yang saat ini dikelola PIEP. Lapangan migas yang diakuisisi Pertamina sejak 2013 dengan kepemilikan 65% ini merupakan salah satu andalan produksi minyak Pertamina di luar negeri. PIEP telah sukses melakukan kegiatan pengeboran pertama di lapangan MLN dengan produksi tahun 2018 tercatat sebesar 16 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan untuk 2019 produksinya ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 19 ribu BOPD.

Sebagai informasi, selain MLN, di Aljazair Pertamina juga memiliki share di 2 lapangan migas lainnya, yaitu EMK (El Merk) field dengan kepemilikan 16,9%, dan Orhud dengan kepemilikan 3,73%.

Selain blok tersebut, dalam rangka mengembangkan peluang bisnis baru, Pertamina juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sonatrach yang merupakan perusahaan migas asal Aljazair. Kerjasama ini juga melengkapi pengembangan bisnis yang dilakukan PIEP di sejumlah wilayah lainnya seperti Afrika, Timur Tengah dan Asia.

Menurut Fajriyah, untuk mendukung kegiatan pengeboran, bisnis hulu Pertamina telah menggunakan teknologi terbaik dengan memperkuat budaya keselamatan, mengurangi human error serta meningkatkan konsistensi dan mengurangi produksi limbah.

Salah satu tekonologi terbaik yang digunakan adalah passive seismic yang merupakan metode baru berbasis gelombang pasif frekuensi rendah (LFPS) untuk mendeteksi keberadaan hidrokarbon secara langsung (DHI). LFPS memberikan respon yang tertentu (anomali) ketika menginterferensi reservoar yang mengandung hidrokarbon.

Metode ini dikembangkan oleh Upstream Technical Center – PT Pertamina (Persero) dan telah diterapkan di beberapa lapangan Pertamina baik dalam kegiatan eksplorasi dan produksi maupun pengembangan. Validasi metode LFPS menunjukkan bahwa 82% sesuai dengan hasil analisis sehingga sangat signifikan mengurangi resiko kegagalan penentuan lokasi target bor.

Kedepan metode passive seismic ini akan diaplikasikan di lapangan MLN dalam mendukung kegiatan eksplorasi, produksi dan pengembangan.

“Saat ini, pengeboran Pertamina telah menghasilkan keunggulan operasi melalui tingkat integritas operasional yang tinggi dengan mengoptimalkan kinerja SDM dan teknologi,” imbuhnya.

Untuk kegiatan kegiatan hulu terutama di offshore Aljazair, Pertamina juga didukung Pelita Air Service, anak perusahaan yang bergerak di bidang transportasi udara. Didukung dengan unit pesawat dan pilot yang handal (di atas 29.000 jam), Pelita Air telah mendapat pengakuan internasional terkait komitmen terhadap safety. Hal ini terbukti dengan sertifikat EASA 145 untuk Pelita Air Training Service dan Basic Rating Aviation Safety (BARS) green.

Corporate Update

Pelabuhan Benoa Mantapkan Diri Menjadi Home Port Cruise

March 11, 2019

Surabaya (11/3) Pelabuhan Benoa Bali yang dikelola oleh BUMN Pelindo III telah merampungkan pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 Meter LWS(low water spring/rata-rata muka air laut)menjadi minus 12 Meter LWS. Hal tersebut telah memungkinkan kapal pesiar dengan LOA (Length of All) / ukuran panjang lebih dari 350 Meter untuk sandar di demaga dimana sebelumnya hanya bisa berlabuh diluar pelabuhan.

“Dengan adanya revitalisasi tersebut, tentunya akan menambah minat kedatangan kapal pesiar karena dari sisi keamanan dan kenyamanan akan terjamin,” ujar Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha. Kini kolam di dermaga timur, selatan, kolam di curah cair dan gas telah menjadi minus 12 meter LWS dari sebelumnya antara minus 8 hingga minus 9 meter LWS. Selain itu turning basin atau area untuk berputar kapal juga diperlebar sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter. Serta lebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang telah menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330 meter, tambahnya.

Serangkaian peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait dengan gedung terminal penumpang, Pelindo III meningkatkan kapasitas gedung terminal penumpang yang semula hanya berkapasitas 900 orang akan diperbesar hingga menampung 3.500 orang dalam bangunan seluas 5.600 meter persegi. Pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di benoa akan selesai semester dua tahun 2019, hingga februari ini, progress pembangunan fisik bangunan telah mencapai 58%.

“Rampungnya pengerukan kolam dan pendalaman alur, akan meningkatkan jumlah kunjungan kapal pesiar. Bahkan, kapal pesiar tersebut tidak hanya transit namun pelabuhan Benoa akan menjadihome port cruise, dimana kapal pesiar berangkat dari Benoa, kemudian berkeliling di Indonesia Timur dan nanti akan kembali lagi ke Benoa,” ujar Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho Pranatyasto.

“Dengan menjadi home port cruise tersebut tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian di Bali karena ini memiliki Multiplier effect cukup besar. Saat kapal pesiar bersandar di pelabuhan, maka tentunya bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat disekitarnya, turis akan meningkatkan length of stay dan pada akhirnya mereka lebih banyak berbelanja. Hotel, restaurant, toko-toko souvenir, kendaraan umum/sewa juga yang akan menuainya,” tambah Toto.

Selain itu, untuk mendukung pelabuhan benoa menjadi rumah bagi kapal pesiar tersebut, Pelindo III juga sedang melakukan pengembangan lain di antaranya penataan kembali zona peruntukan kapal wisata, BBM dan Gas, perikanan, serta pembangunan terminal internasional dengan melakukan beautifikasi kawasan pelabuhan dengan sentuhan artistik khas Bali.

Adapun jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada tahun 2018 tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara, naik 5% dibanding tahun 2017 sebanyak 52.125 orang. Untuk jumlah kapal pesiar tercatat sebanyak 67 unit kapal pesiar telah mengunjungi Bali melalui pelabuhan benoa selama tahun 2018.

“Pelabuhan Benoa sendiri menyumbang sekitar 45% dari total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara penumpang kapal pesiar yang singgah di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III sebanyak 125.218 orang wisatawan di tahun 2018, dan dalam waktu dekat, akan kita laksanakan tender pemilihan mitra strategis untuk pengembangan pelayanan cruise terminal,” tutupnya.

Corporate Update

Ini Restrukturisasi Perhutani

March 8, 2019

Bandung – Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum Direktur Utama BUMN di Universitas Padjadjaran, Bandung pada Jumat (01/03). Dalam kesempatan tersebut sekaligus dilakukan Nota Kesepahaman antara Unpad dengan Perum Perhutani tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan SDM.

Denaldy memberikan penjelasan mengenai Restrukturisasi dan Transformasi Perum Perhutani yang diawali meliputi proses bisnis Perhutani Group hingga tahap restrukturisasi perusahaan.

“Perhutani melakukan proses restrukturisasi melalui lima tahapan yaitu situation analisys, management change, emergency actions, restrukturisasi bisnis business restructuring dan normal to growth”, jelas Denaldy.

Di tahun 2019 Perhutani mengusung tema “Perhutani 4.0+: Governance Through Connectivity” yaitu menjalin konektifitas antara hulu-hilir-konsumen serta pemangku kepentingan untuk mencapai dan mendorong perusahaan dengan tata kelola yang baik (GCG) dengan konsep industri 4.0.

“Perhutani mencoba menerapkan IT Platform secara digital dengan mengintegrasikan manusia, proses, mesin, fisik sumberdaya hutan dan industri ecosystem forestry dengan memperkuat transparansi, responsibility, independen dan fairness” tambah Denaldy.

Corporate Update

Konsumsi BBM Terus Naik,Pertamina dan Usu Tularkan Konservasi Energi

March 6, 2019

Medan, 6 Maret 2019 – Indonesia diperkirakan akan kehabisan cadangan minyak bumi pada tahun 2030. Cadangan terbukti minyak bumi Indonesia saat ini hanya sekitar 3,3 miliar barel. Sementara konsumsi BBM terus meningkat mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Di Sumatera Bagian Utara sendiri, konsumsi BBM pada 2018 meningkat sebesar 3,5 persen dibanding 2017.

Agar konsumsi energi lebih efisien, perlu dibangun kesadaran konservasi energi. Untuk itu Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I bersama Fakultas Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan seminar bertema “K3 dan Konservasi Energi pada Industri Migas”. Acara dilaksanakan pada Selasa (05/03) di Aula Pascasarjana Teknik Mesin USU.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, menjelaskan bahwa masyarakat perlu menggunakan energi dengan efisiensi dan rasional. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menimbulkan kesadaran akan konservasi energi. Tentunya tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan,” ujarnya.

Pertamina MOR I juga menerapkan konservasi energi dalam operasinya. Diantaranya melalui program penggantian Refrigerant R-22 dengan Musicool yang lebih ramah lingkungan. Beragam program konservasi energi di MOR I menghasilkan penghematan senilai 890 juta rupiah.

Sementara Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, menerapkan teknologi Mikro Hidro untuk pembangkit listrik. Sehingga menghasilkan penghematan energi listrik sebesar 1.095 kWh per enam bulan.

“Pertamina juga mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Sebagai alternatif energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Ini mendukung gerakan pemerintah mengurangi emisi karbon sebanyak 17 persen pada tahun 2030,” lanjut Roby.

Melalui seminar ini para mahasiswa dan mahasiswi pun dapat mengenal pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Sehingga para calon tenaga kerja ini nantinya dapat mempraktikkannya dalam kegiatan sehari-hari.

Astisten Manager HSSE Operation, Ruli Handoko, mengatakan dengan menerapkan K3 dapat meningkatkan produktivitas kerja. “Pengawasan K3 sangat penting dilakukan semua pihak, sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja. Kesadaran akan pentingnya K3 ini yang ingin kami tularkan pada mahasiswa USU,” ujar Ruli.

Nadya, mahasiswi Teknik Mesin USU mengatakan seminar ini sangat menarik. “Pemaparan yang diberikan oleh Pertamina sangat menarik. Saya jadi tahu bahwa Pertamina sebagai perusahaan energi negara juga mengembangkan EBT yang lebih ramah lingkungan,” tutup Nadya.**

Corporate Update

Penghimpun Zakat Nasional Mengalami Pertumbuhan Setiap Tahun

March 5, 2019

“Setiap tahun, penghimpunan zakat nasional mengalami pertumbuhan rata-rata 30,55 persen. Pada 2016, zakat yang berhasil dihimpun organisasi pengelola zakat baik Baznas maupun LAZ adalah sebesar Rp 5.017,29 miliar, dan meningkat menjadi Rp 6.224,37 miliar pada 2017 dan Rp 8.100 miliar pada 2018. Pertumbuhan yang positif dan berkesinambungan tersebut juga diikuti dengan penyaluran zakat yang efektif dan produktif. Rata-rata penyaluran zakat nasional adalah sebesar 66,03 persen dari total zakat yang dihimpun. Pada 2016, zakat yang berhasil disalurkan ke masyarakat adalah Rp 2.931 miliar, sementara pada 2017 sebesar Rp 4.860 miliar. Dari jumlah penyaluran zakat pada 2017, sebesar 78,1 persen telah disalurkan ke delapan golongan mustahik nasional,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2019 dengan tema “Peran Strategis Filantropi Islam dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Islam Dunia Tahun 2024”, Surakarta, Selasa (5/3).

Melihat potensi zakat di Indonesia sebesar Rp 217 triliun, Menteri Bambang mengatakan zakat nasional masih dapat dipacu. Persentase penghimpunan terhadap potensi zakat pada 2016 adalah sebesar 2,3 persen, meningkat menjadi 2,8 persen pada 2017, dan 3,7 persen pada 2018. Begitupula penyaluran zakat pada 2016 dan 2017 masih di bawah 80 persen, yaitu 58,4 persen dan 78,81 persen. Untuk itu, Menteri Bambang mendorong segenap organisasi pengelola zakat baik Baznas Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota maupun LAZ Nasional/Provinsi/Kabupaten/Kota, semakin kreatif mengajak para muzakki untuk membayarkan zakat serta menyediakan platform pembayaran zakat yang mudah dan jelas bagi umat Islam.

“Realisasi penghimpunan zakat nasional masih sangat jauh dari potensinya. Diperlukan kerja keras kita semua untuk meyakinkan para muzakki membayarkan zakatnya secara tertib dan rutin kepada organisasi pengelola zakat yang resmi, sehingga dapat diakumulasi dalam data penghimpunan zakat nasional. Kita harapkan tahun ini tingkat penyaluran terhadap penghimpunan zakat dapat mencapai angka 80 persen,” jelas Menteri Bambang.

Menteri Bambang menjelaskan lima strategi pengelolaan zakat yang harus dilakukan.

Pertama, mendorong hadirnya regulasi dan kebijakan yang mendukung perbaikan tata kelola zakat nasional. Perlu direviu kembali Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 untuk mempelajari kemungkinan perbaikan sekaligus tambahan pengaturan dalam tata kelola zakat nasional.

Kedua, memanfaatkan teknologi untuk mobilisasi dan penyaluran zakat. Diperlukan rekening zakat untuk menampung dana zakat dari nasabah perbankan, sehingga dari penghasilan nasabah yang telah mencapai nishab (batas terendah harta dikenai zakat) dapat secara otomatis disisihkan ke rekening. Perlu juga dikembangkan platform teknologi yang memudahkan muzakki dalam membayarkan zakat ataupun menerima bantuan zakat.

Ketiga, mendorong pemanfaatan zakat yang mendukung pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Pengelola zakat harus menyalurkan dana zakat pada kegiatan-kegiatan yang memiliki korelasi yang jelas dengan upaya mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Perlu indeks yang dapat mengukur tingkat dampak zakat dalam mengatasi kemiskinan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan para muzakki kepada pengelola zakat.

Keempat, mewujudkan database zakat nasional yang terintegrasi. Dengan database terintegrasi dapat diperoleh data muzakki, mustahik, pengelola zakat, jumlah zakat terkumpul, jumlah mustahik yang terbantu dengan zakat, ataupun jumlah mustahik yang berubah menjadi muzakki. Hal ini juga mencegah penumpukan bantuan zakat di suatu daerah, sekaligus menyeleraskan program pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.

Kelima, memanfaatkan zakat untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Zakat sebagai salah satu komponen penting dalam arsitektur keuangan syariah harus terintegrasi dengan pengembangan keuangan dan ekonomi syariah. Beberapa kebijakan yang perlu dikembangkan antara lain adalah penggunaan rekening syariah dalam penerimaan dan penyaluran zakat. Jika semua pengelola zakat menggunakan rekening bank syariah, maka mau tidak mau setiap muzakki akan membayarkan zakat melalui rekening syariah. Begitupun apabila semua mustahik membuka rekening zakat, maka semua penyaluran bantuan zakat juga akan melalui rekening syariah. Selain itu, dana zakat juga dapat digunakan untuk membantu UKM yang menjual produk halal dan menggunakan instrumen keuangan syariah dalam mengembangkan usahanya. Dengan demikian, pemanfaatan zakat juga mendukung industri halal di Indonesia.

Corporate Update

Pelindo III dan Sinarmas Jalin Sinergi

March 5, 2019

Surabaya Pelindo III dan grup usaha Sinarmas menjajaki peluang menjadikan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai salah satu pusat distribusi kertas di Indonesia. Pelabuhan tersebut berada di tengah-tengah Nusantara sehingga secara geografis strategis untuk menjadi hub distribusi. Tak hanya domestik, tetapi juga potensial untuk mendukung ekspansi pasar produsen kertas dan pulp raksasa tersebut.

“Potensi kerja sama ini sangat baik, karena Tanjung Perak memiliki kesiapan fasilitas pergudangan dan lahan yang siap dimanfaatkan. Apalagi kini ada PT Berkah Multi Cargo (BMC), lini bisnis Pelindo III yang melayani jasa logistik,” kata Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho, di sela acara diskusi bisnis kedua perusahaan tersebut di Surabaya, Senin (4/3).

Lebih lanjut Toto Nugroho mengungkapkan, optimisme juga didapatkan karena Sinar Mas sebagai pemain besar di industri kertas dan pulp sudah memiliki ceruk pasar tersendiri yang stabil. Selain itu Sinar Mas juga memiliki segmen bisnis lain yang juga potensial untuk menggunakan jasa logistik Pelindo III, yakni agribisnis, pangan, dan infrastruktur. Sinar Mas sudah menjadi salah satu pengguna jasa Pelindo III untuk jasa bongkar muat curah cair dan lahan penumpukan untuk komoditas CPO (minyak kelapa sawit), di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Ia menambahkan peluang kerja sama lain yang akan dijajaki yaitu pemanfaatanlayanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, pemasaran biodiesel di Bali, jasa bongkar muat antarkapal di perairan Satui, serta pelayanan kapal pandu dan tunda di Selat Lombok. Setelah Pelindo III menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk pelayanan kapal pandu dan tunda di pelabuhan, pada saat yang sama juga mendiskusikan kemungkinan joint operation untuk layanan yang sama dengan swasta yakni Sinarmas Group.

“Pelindo III proaktif dalam mendorong sinergi pelayanan kapal dengan operator-operator pelabuhan di Indonesia, baik BUMN maupun swasta. Karena integrasi pemanfaatan infrastruktur dan layanan di pelabuhan merupakan bentuk dukungan yang riil pada upaya pemerintah dalam menekan biaya logistik di Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” kata Toto Nugroho lagi.

Perwakilan dari Sinarmas, Group Supply Chain Director, Antonius Maryanto, menyebutkan bahwa pihaknya menyambut baik adanya diskusi bisnis yang digagas oleh BUMN seperti Pelindo III. “Sesama pelaku bisnis baik dari pemerintah BUMN maupun swasta sebaiknya sering berdiskusi langsung, tidak hanya berkomunikasi saat ada kendala di lapangan. Kesempatan diskusi ini merupakan momen networking dan evaluasi kerja sama yang sudah ada. Semoga ke depan ada satu pandangan untuk terobosan bisnis yang dikerjakan bersama,” katanya dalam saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menyebutkan, “diharapkan sinergi yang harmonis antara Pemerintah melalui BUMN Pelindo III dengan Sinar Mas sebagai perusahaan swasta nasional pada beberapa sektor yang penting seperti logistik energi dan pangan, serta maritim dapat memberikan kontribusi positif pada perekonomian bangsa,” ujarnya.