Browsing Category

Corporate Update

Corporate Update

Dirut Pegadaian Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan

February 22, 2019

Makassar, 22 Februari 2019 – PT Pegadaian (Persero) melaksanakan kegiatan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memperkuat sinergi antara perseroan dengan pemerintah daerah.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto bertandang ke Sulawesi Selatan tidak hanya melaksanakan kegiatan audiensi, tapi juga dalam rangka meninjau berjalannya program Pegadaian Bersih-Bersih, yang kembali hadir di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Kuswiyoto juga menemui Walikota Makassar Danny Pomanto. Program ini merupakan bentuk kerja nyata Pegadaian dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dengan memilah sampah menjadi tabungan emas.

Kuswiyoto hadir untuk meninjau pembangunan bank sampah di Makassar, Jumat (22/2). Ia mengatakan bank sampah tersebut merupakan yang ke-15 yang sudah dibangun perseroan di berbagai kota di Indonesia.

“Ini merupakan bank sampah kedua di Kota Makassar, yang sebelumnya sudah dibangun di Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalae, Makassar pada Bulan Desember tahun lalu. Kalau ditotalkan bank sampah yang sudah dibangun di seluruh Wilayah Indonesia sebanyak 15 bank sampah. Dengan adanya Pegadaian Bersih-Bersih ini kami berharap masyarakat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto di Makassar. Adanya bank sampah ini dapat mengatasi potensi kerusakan lingkungan dan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Tidak hanya memilah sampah menjadi tabungan emas, Kuswiyoto menambahkan bahwa Program Pegadaian Bersih-Bersih juga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, dan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan lingkungan yang baik dan benar. Program ini merupakan bentuk dari CSR (Corporate Social Responsibility) Pegadaian Bersih-Bersih yang terdiri dari tiga program yaitu Pegadaian Bersih-Bersih Lingkungan (Pro Planet), Bersih-Bersih Administrasi (Pro Profit), dan Bersih-Bersih Hati (Pro People).

“Nantinya untuk proses memilah sampah menjadi emas, masyarakat akan diberikan pembekalan terlebih dahulu, tentang cara memilah sampah yang baik dan benar,” kata Kuswiyoto.

Pembangunan bank sampah kedua di Kota Makassar ini untuk mengurangi jumlah sampah yang terus meningkat. Karena menurut data tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kota Makassar yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.469.601 jiwa dengan luas wilayah 175,77km, memproduksi sampah sebanyak 100.000 ton/hari dan masih ada jumlah sampah tidak terkelola sebanyak 425.000 ton/hari.

Kinerja Kanwil VI Makassar Positif

PT Pegadaian (persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar yang meliputi empat provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Ambon mencatatkan kinerja yang positif.

Hingga Desember 2018, Outstanding Loan (OSL) Pegadaian Kanwil VI Makassar sudah mencapai Rp4,6 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,39% secara year on year (yoy).

Kanwil VI Makassar juga mencatat di Desember 2018, nasabah Pegadaian aktif di Ibukota Sulawesi Selatan ini sebanyak 1.059.209 nasabah. Dengan omset Rp14,4 triliun dan total aset sebanyak Rp5,1 triliun.

“Untuk pendapatan usaha Kanwil VI Makassar tercatat sebesar Rp1,3 triliun, dengan laba usaha sebesar Rp664 miliar. Ini menunjukkan bahwa kinerja Kanwil VI Makassar selalu menunjukkan performa yang baik,” ujar Kuswiyoto.

Corporate Update Economy

Layanan Digital Pelabuhan Tanjung Perak, Operasional Pelabuhan Lebih Efisien

February 22, 2019

Surabaya – BUMN operator pelabuhan, Pelindo III, menyebut penerapan layanan digital di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mampu mempersingkat waktu layanan rata-rata hingga 15 persen. Efisiensi tersebut didapat setelah pelaksanaan operasional di Pelabuhan Tanjung Perak menjadi terpusat melalui Port Operations Command Center (POCC) sejak 6 Desember 2018 lalu.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto menyebut beberapa layanan yang menjadi lebih cepat di antaranya waktu verifikasi permohonan pelayanan dari semula 1,17 jam menjadi 0,3 jam. Selain itu, lanjutnya waktu tunggu pelayanan dari yang semula 13,57 menit menjadi 11,34 menit dan waktu pergantian kapal di dermaga dari 4,42 jam menjadi 3,93 jam.

“Efisiensi waktu layanan ini kami dapat dari hasil evaluasi 100 hari penerapan POCC di Pelabuhan Tanjung Perak. POCC ini mengintegrasikan layanan mulai dari pelayanan kapal, barang, penerbitan nota tagihan, dan jasa pendukung lainnya. POCC ini juga terhubung dengan Inaportnet,” kata Putut, Kamis (21/2).

Putut menyebut saat ini Pelindo III tengah mempersiapkan pengaplikasian POCC di pelabuhan lain di wilayah kerja perseroan. Nantinya, POCC akan menjadi bagian dari Integrated Billing System (IBS) yang akan diterapkan di wilayah kerja Pelindo I-IV.

“Semangat ke depan ialah seluruh pelabuhan di Indonesia terhubung dalam satu layanan, pengguna jasa cukup mengakses satu portal untuk berbagai jenis pelayanan dari Sabang hingga ke Merauke. Sistem ini akan diuji coba pertengahan tahun ini,” tambahnya.

Pelayanan digital yang diterapkan Pelindo III sudah dirasakan oleh pengguna jasa di lapangan. Misto (54), petugas perencanaan penambatan kapal PT Pelni, menyebut dahulu untuk berkoordinasi terkait kebutuhan layanan kapal pandu dan tunda, tambatan di dermaga, serta peralatan bongkar muat yang dibutuhkan, ia harus datang ke pelabuhan untuk rapat bersama dengan para penyedia jasa.

“Dulu malam hari pun harus datang langsung. Kini bisa dengan meeting online, jika ada masalah tinggal telepon POCC. Saya yang tinggal di Tretes (Kabupaten Pasuruan, sekitar 70 km dari Tanjung Perak) menjadi sangat termudahkan,” ungkapnya yang sudah bertugas di operasional tambatan selama 11 tahun.

Petugas lainnya, Yusuf Iskandar (38) dari PT Suntraco mengatakan sebelum ada layanan digital pengguna jasa bisa terkena denda karena terlambat mengurus perubahan permohonan layanan. Misalnya karena jadwal kapal sandar berubah. Terlebih jika terjadi di malam hari, pengurusan dokumen perubahan relatif lama karena butuh waktu untuk menginformasikan ke petugas yang berwenang.

“Di tengah berbagai inovasi IT di pelabuhan, layanan helpdesk di POCC menjadi sentuhan manusia yang bisa mengambil keputusan saat terjadi unusual condition. Misalnya jika ada kendala cranekapal rusak sehingga membutuhkan cranedarat dan kapal perlu bertukar dari sandar kiri ke sandar kanan. Ada manager yang bisa mengambil keputusan segera, bila perlu pun ia bisa ke lapangan, karena POCC berada di sini (pelabuhan),” ujarnya.

Brands Corporate Update

Pertamina Amankan Pasokan Energi di Masa Pemilu 2019

February 21, 2019

Jakarta – Pertamina memastikan pasokan energi baik BBM maupun LPG aman pada masa Pemilihan Umum 2019. Berbagai upaya dilakukan untuk mengamankan pasokan energi tersebut dan melibatkan seluruh lini bisnis perusahaan mulai dari hulu hingga hilir.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, komitmen Pertamina ini ditunjukkan melalui pembentukkan tim Satuan Tugas (Satgas) Pemilu 2019 yang melibatkan tim seluruh lini perusahaan dan anak perusahaan. Satgas Pemilu 2019 ini mulai berjalan pada 18 Februari hingga akhir April 2019.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung kelancaran dan ketersediaan energi sehingga proses Pemilu bisa berjalan lancar,” katanya.

Ia menambahkan, tim Satgas Pemilu ini adalah yang pertama kali dibentuk Pertamina dalam rangka pemilihan umum. Sebelumnya, tim Satgas biasanya dibentuk terkait dengan kondisi penting seperti Masa Mudik Lebaran serta Natal & Tahun Baru. Tim Satgas kali ini dibentuk dalam rangka mensukseskan jalannya pemilu, terutama dari sisi pasokan energi.

“Karena Pemilu kali ini juga merupakan pemilihan pertama dimana pemilihan presiden dan legislatif dilakukan secara bersamaan dan serentak di seluruh Indonesia. Sehingga cakupannya lebih luas dibandingkan Satgas Lebaran dan Natal Tahun Baru,” tambahnya.

Selain menyiapkan pasokan BBM dan LPG, Pertamina juga berkordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan distribusi energi berjalan dengan baik serta penjagaan yang lebih intensif untuk fasilitas perusahaan yang juga merupakan objek vital nasional.

Selain itu, Nicke juga menyampaikan arahannya kepada pekerja Pertamina untuk menjaga netralitasnya selama masa Pemilu. “Kita sama-sama harus memahami bahwa Pertamina adalah BUMN yang menjadi andalan negara, baik dalam menjaga ketahanan energi nasional maupun pendapatan negara, pajak dan sebagainya. Sebagai pekerja, kita semua harus tetap professional dengan mematuhi Code of Conduct maupun melaksanakan good corporate governance,” imbuhnya.

Corporate Update

Pendapatan GMF Meningkat

February 20, 2019

Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”, “kode emiten: GMFI”), perusahaan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) membukukan pendapatan operasional senilai US$ 470 Juta selama tahun 2018, atau mengalami kenaikan sebesar 7% dibandingkan pendapatan 2017 sebesar US$ 439 Juta. Pendapatan dari grup Garuda Indonesia berkontribusi sebesar 55% sedangkan dari non grup sebesar 45%, di mana peningkatan pendapatan dari non grup ini cukup signifikan dibandingkan tahun 2017 sebesar 36%.

Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto mengatakan bahwa peningkatan pendapatan non grup ini menunjukkan konsistensi GMF mendapat kepercayaan dari maskapai diluar grup. “Kami terus meningkatkan capaian pendapatan dari non grup untuk membuktikan kualitas dan daya saing GMF patut diperhitungkan di industri MRO baik dalam maupun luar negeri,” tegas Iwan. Selain itu, pada tahun 2018, capaian kinerja GMF juga menunjukkan pergeseran bisnis sesuai dengan rencana kerja perusahaan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pendapatan dari segmen bisnis perawatan mesin pesawat yang tumbuh signifikan sebesar 61,5% Year on Year (YoY). GMF mencatatkan pendapatan sebesar US$ 116,5 Juta yang diraih dari perawatan mesin pesawat. Pertumbuhan juga dialami segmen bisnis komponen pesawat yang naik sebesar 5,6% YoY.

Sementara itu di tahun buku 2018, GMF berhasil mengantongi laba bersih sebesar US$ 30,7 Juta. Perolehan Laba mengalami penurunan yang diakibatkan oleh kenaikan beban material subkontrak dan beban keuangan. Iwan mengatakan, Beban material subkontrak meningkat karena naiknya harga material subkontrak vendor selama 2018 serta adanya beban keuangan akibat dari kondisi makro ekonomi yang membebani pelanggan GMF sehingga berpengaruh kepada keuangan operasional maskapai termasuk biaya perawatan. “Kedepannya, kami akan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas dari segmen produk yang kita miliki agar bisa menaikan profit margin dan membentuk skema pembayaran yang memberikan kenyamanan kepada perusahaan juga terhadap pelanggan GMF. Hal ini sebagai bentuk mitigasi atas kebutuhan dana operasinal tambahan diluar rencana kerja tahunan,” terang Iwan.

Di sisi lain, GMF mencatatkan capaian operasional Service Level Agreement sebesar 99,36%. Angka ini diikuti oleh tingkat kepuasan pelanggan yaitu 4.0 dari skala 4.5. Terkait Customer Satisfaction Index ini, Iwan juga menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen akan terus meningkatkan kepuasan pelanggan dengan berbagai improvement program seperti peningkatan kompetensi SDM, peningkatan kualitas, peningkatan perencanaan dan juga peningkatan pola komunikasi antara GMF dan para pelanggannya. Dari sisi pengembangan bisnis, tahun 2018 GMF menandatangani beberapa kesepakatan kerja sama strategis diantaranya adalah ; Penandatanganan Amandemen Perjanjian Kerja Sama Operasi dengan Merpati Maintenance Facility (MMF) dalam hal perawatan pesawat, Penandatanganan Strategic Partnership Agreement dengan AFI KLM E&M untuk pengembangan kapabilitas perawatan airframe, engine dan component juga joint marketing.

Selain itu di akhir 2018 GMF juga telah menginisiasi perjanjian pembentukan perusahaan patungan dengan Koperasi Karyawan GMF AeroAsia untuk membentuk anak usaha GMF yaitu Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS). Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan SDM berkualifikasi tinggi untuk industri aviasi ini sudah resmi berdiri pada tanggal 25 Januari 2019. Iwan Joeniarto juga mengatakan, 2018 merupakan tahun yang penting bagi GMF. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung GMF hingga berhasil mencetak pencapaian yang cukup baik. Iwan menambahkan bahwa 2019 merupakan tahun yang sangat krusial bagi keberlanjutan pertumbuhan GMF.

“Akan banyak aksi korporasi dan pengembangan usaha tahun ini. Pembentukan anak usaha dan kerja sama strategis akan kami tempuh untuk berakselerasi demi tercapainya visi menjadi Top 10 MRO di dunia. Seluruh manajemen GMF berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan lewat inovasi dan pelayanan prima, juga berkontribusi mengharumkan nama bangsa dengan mengembangkan industri aviasi dalam negeri,” tutup Iwan.

Corporate Update Weekly Brief

Pertamina Sesuaikan Harga Avtur

February 18, 2019

Jakarta- PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga jual avtur yang berlaku pada 16 Februari 2019 mulai jam 00.00 WIB.

Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan, harga baru avtur ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Menurut Arya, Pertamina secara rutin melakukan evaluasi dan penyesuaian harga avtur secara periodik, yaitu sebanyak dua kali dalam sebulan. Untuk periode kali ini (16 Februari 2019), harga avtur mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Sebagai contoh harga avtur (published rate) untuk bandara Soekarno Hatta Cengkareng mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 8.210 per liter menjadi Rp .7.960 per liter. Harga ini lebih rendah sekitar 26% dibandingkan harga avtur (published rate) di Bandara Changi Singapura yang terpantau per tanggal 15 Februari 2019 sebesar Rp 10.769 per liter.

Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan faktor lainnya.

“Pertamina berharap penurunan harga avtur ini juga merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap industri penerbangan nasional, yang diharapkan juga berdampak pada industri lainnya termasuk pariwisata,” ujarnya.

Arya juga menambahkan bahwa harga jual avtur untuk setiap maskapai ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak yakni antara Pertamina sebagai penyedia dan maskapai penerbangan sebagai konsumen.

Ditegaskan, Pertamina terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat dengan menyediakan bahan bakar pesawat udara di 67 bandara yang tersebar di Indonesia.

Brands Corporate Update

GMF Bentuk Dua Anak Usaha Baru

February 15, 2019

Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”, Kode emiten: “GMFI”) mendorong percepatan pertumbuhan bisnisnya dengan membentuk dua anak usaha baru. Anak usaha baru tersebut adalah PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) dan PT Garuda Energi Logistik & Komersial (GELK).Kedua anak usaha tersebut merupakan pengembangan dari diferensiasi usaha yang nantinya akan mendukung kegiatan usaha utama GMF yaitu bisnis perawatan pesawat dan juga Garuda Indonesia Group. GDPS yang resmi berdiri pada tanggal 25 Januari 2019 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan sumber daya manusia untuk industri aviasi.

Perusahaan patungan antara GMF dengan Koperasi Karyawan GMF AeroAsia (Kopkar GMF) ini menyasar tingginya kebutuhan SDM berkualifikasi tinggi dalam industri aviasi seperti jasa perawatan pesawat, layanan darat dan keamanan penerbangan. Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan bahwa sebagai langkah awal GDPS akan menyasar kebutuhan SDM dari lingkup Garuda Indonesia Group.

“Kebutuhan yang tinggi ini dapat diakomodir oleh kekuatan GDPS yang memiliki jaringan di bisnis perawatan pesawat yang cukup kuat. Selain itu orang-orang di dalam manajemen GDPS juga sudah berpengalaman dalam mencetak SDM berkualifikasi tinggi di bidang aviasi,” ujar Iwan.

Kedua anak usaha tersebut merupakan pengembangan dari diferensiasi usaha yang nantinya akan mendukung kegiatan usaha utama GMF yaitu bisnis perawatan pesawat dan juga Garuda Indonesia Group. GDPS yang resmi berdiri pada tanggal 25 Januari 2019 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan sumber daya manusia untuk industri aviasi.

Perusahaan patungan antara GMF dengan Koperasi Karyawan GMF AeroAsia (Kopkar GMF) ini menyasar tingginya kebutuhan SDM berkualifikasi tinggi dalam industri aviasi seperti jasa perawatan pesawat, layanan darat dan keamanan penerbangan. Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan bahwa sebagai langkah awal GDPS akan menyasar kebutuhan SDM dari lingkup Garuda Indonesia Group.

“Kebutuhan yang tinggi ini dapat diakomodir oleh kekuatan GDPS yang memiliki jaringan di bisnis perawatan pesawat yang cukup kuat. Selain itu orang-orang di dalam manajemen GDPS juga sudah berpengalaman dalam mencetak SDM berkualifikasi tinggi di bidang aviasi,” ujar Iwan.

Dibentuknya GDPS ini juga sebagai langkah efisiensi dalam penyediaan SDM yang selama ini banyak dilakukan di lingkup Garuda Indonesia Group. Selain itu, dengan membentuk anak usaha yang fokus terhadap jasa penyediaan SDM yang mumpuni, GDPS diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas pekerjaan yang diberikan oleh karyawan oursource. Iwan menambahkan bahwa langkah taktis selanjutnya adalah memulai memberikan layanan kepada pelanggan GDPS, termasuk GMF. Diharapkan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, GDPS dapat menunjukan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan penerapan teknologi baru dan layanan secara menyeluruh dalam hal ketenagakerjaan kepada pelanggannya. Dijelaskan bahwa kedepan diharapkan pasar GDPS lebih luas lagi daripada lingkungan Garuda Indonesia Group.

Iwan menambahkan bahwa langkah taktis selanjutnya adalah memulai memberikan layanan kepada pelanggan GDPS, termasuk GMF. Diharapkan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, GDPS dapat menunjukan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan penerapan teknologi baru dan layanan secara menyeluruh dalam hal ketenagakerjaan kepada pelanggannya. Dijelaskan bahwa kedepan diharapkan pasar GDPS lebih luas lagi daripada lingkungan Garuda Indonesia Group.

Corporate Update

Pelindo III Investasi Fasilitas Pelabuhan Rp6,44 Triliun

February 14, 2019

Surakarta (13/2) – BUMN operator terminal pelabuhan Pelindo III pada tahun 2019 ini menyiapkan rencana investasi sebesar Rp6,44 triliun. Investasi tersebut dialokasikan perseroan untuk membiayai sejumlah proyek strategis di seluruh wilayah kerja di tujuh provinsi. Beberapa proyek merupakan pekerjaan multi years (tahun jamak) dan sejumlah proyek baru. Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan dari rencana investasi tahun 2019 tersebut 84 persen atau sekitar Rp5,4 triliun akan dialokasikan untuk proyek multi years dan 16 persen atau sekitar Rp1,04 triliun untuk membiayai proyek baru.

“Pekerjaan investasi kami tahun 2019 ini masih fokus pada penyelesaian pembangunan infrastruktur pelabuhan dan pendukungnya seperti akses jalan layang (flyover) yang menghubungan Terminal Teluk Lamong dengan jalan tol dan pembangunan Terminal Gilimas di Lombok Barat Nusa Tenggara Barat,” kata Doso Agung di sela-sela Rapat Kerja Pelindo III di Surakarta, Rabu (13/2).

Doso menyebut investasi yang dilakukan Pelindo III akan berdampak bagi operasional pelabuhan, jalan layang Terminal Teluk Lamong misalnya, keberadaan jalan akses tersebut akan mengurai kemacetan yang saat ini seringkali terjadi di jalan akses menuju Terminal Teluk Lamong. Dengan adanya jalan layang, jalan akses Terminal Teluk Lamong akan langsung terhubung dengan jalan tol Surabaya – Gresik.

“Contoh lain di Terminal Gilimas di Lombok Barat, NTB, dulu kapal pesiar tidak bisa bersandar di Pelabuhan Lembar (pelabuhan eksisting) karena kendala kedalaman alur dan kolam pelabuhan, para wisatawan kapal pesiar terpaksa menaiki kapal-kapal kecil untuk mencapai dermaga. Dengan adanya Terminal Gilimas ini kapal pesiar dapat langsung bersandar dan menurunkan wisatawan di terminal pelabuhan. Selain itu juga akan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di NTB. Flyover Terminal Teluk Lamong dan Terminal Gilimas ini akan siap tahun 2019 ini,” jelasnya.

Pelindo III juga menyiapkan beberapa pekerjaan baru di tahun 2019 seperti pembangunan terminal LNG di Pelabuhan Tanjung Perak, pemasangan sejumlahshore power connection di sejumlah pelabuhan, dan modernisasi peralatan bongkar muat di sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III. Doso mengungkapkan setiap perencanaan dan pelaksanaan investasi di Pelindo III selalu berpegang teguh pada aturan dan prinsip tata kelola perusahaan. Karena itu pihaknya pada akhir tahun 2018 kemarin menggandeng Kejaksaan Agung untuk melakukan pendampingan melalui Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dan Daerah (TP4D).

“Sumber pendanaan masih menggunakan kas internal perusahaan serta hasil dari pinjaman global (global bond) tahun 2018 lalu yang sebesar 500 juta dollar AS. Kami juga akan lakukan kerja sama baik dengan sinergi BUMN maupun pihak swasta, serta mendorong optimalisasi sumber daya Pelindo III Group,” terang Doso.

Sementara itu, Pelindo III menargetkan kenaikan arus peti kemas menjadi 5,7 juta TEUs atau meningkat sebesar 7 persen jika dibandingkan dengan arus peti kemas tahun 2018 yang sebesar 5,3 juta TEUs. Sekretaris Peusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menyebut kenaikan tersebut salah satunya akan dipicu oleh peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, seiring dengan selesainya pekerjaan pendalaman kolam pelabuhan dari sebelumnya minus 8 meter LWS (low water spring/rata-rata permukaan air laut) menjadi minus 12 meter LWS. Selain itu juga terjadi peningkatan arus peti kemastranshipment domestik yang dipicu oleh tarif khusus 65 persen dari tarif normal, dan juga peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Bagendang Sampit, dan Pelabuhan Bumiharjo.

“Di wilayah timur kami juga optimis meningkat seperti di Kupang. Karena ada pembangunan industri mangan di wilayah tersebut, serta di Waingapu yang juga ada pembangunan industri gula,” kata Faruq.

Untuk curah kering ditargetkan mencapai 72 juta ton atau meningkat tipis sekitar 1 persen dari tahun 2018 yang berkisar 71 juta ton. Sedangkan untuk curah cair ditargetkan sebesar 3,1 juta meter kubik atau meningkat 6 persen dari tahun 2018 yang berkisar 2,9 juta meter kubik.

Kemudian untuk arus penumpang kapal laut ditargetkan mencapai 3 juta orang atau meningkat 5 persen dari tahun 2018 yang berkisar 2,9 juta orang. Arus hewan juga ditargetkan 122 ribu ekor atau tumbuh tipis 1 persen dibanding tahun 2018 yang sebesar 120 ribu ekor hewan. Arus kunjungan kapal juga ditargetkan meningkat dari sekitar 66 ribu unit atau setara 264 juta gros ton di tahun 2018 menjadi 69 ribu unit atau setara 276 juta gros ton di tahun 2019, atau tumbuh sekitar 4-5 persen.

“Target peningkatan yang di segala segmen bisnis operasional pelabuhan Pelindo III tersebut membuat proyeksi target pendapatan usaha juga meningkat. Pendapatan usaha tahun 2018 sekitar Rp 10 triliun dan ditargetkan meningkat 11 persen di tahun 2019 atau sekitar Rp 11,2 triliun,” pungkas Faruq Hidayat.

Corporate Update

Kurangi Impor LPG, Pemerintah Fokus Tingkatkan Pembangunan Sambungan Jargas

February 12, 2019

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa konsumsi LPG nasional telah mencapai angka 6,9 juta ton, sedangkan impor LPG sebesar 4,5 – 4,7 juta ton. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Komisi VII DPR RI.

Jonan menambahkan impor LPG saat ini mengalami kenaikan yang sangat besar, tapi cara untuk menanggulanginya dengan memacu pembangunan sambungan Jaringan Gas (jargas) rumah tangga. “Tujuannya dibangun (jargas) untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG,” tuturnya, Senin (11/2).

Semenjak program pembangunan sambungan jargas dicanangkan pada tahun 2009 hingga akhir tahun 2018, telah dibangun 463.619 sambungan rumah, baik menggunakan dana APBN dan non-APBN.

“Jaringan gas nasional yang dibangun APBN itu jumlahnya 325.852 (sambungan rumah) sampai hari ini, yang kita mulai dari 2009. Dan juga yang non-APBN, PGN dan Pertamina, itu 137.767 sambungan jargas,” imbuhnya.

Jonan menyebut, sambungan jargas tersebut tersebar dari beberapa provinsi dari barat hingga timur Indonesia. “Mulai Provinsi Aceh sambungan sekitar 10 ribu hingga Provinsi Papua Barat yang jumlahnya 3.898 sambungan rumah.”

Untuk tahun 2019 ini, Kementerian ESDM merencanakan pembangunan jargas melalui pendanaan dari APBN sebanyak 78.216 sambungan rumah di 18 kota/kabupaten di 9 provinsi.

Corporate Update

BOB PT BSP – PERTAMINA Hulu Temukan Cadangan Minyak di Sumur Benewangi #J-01

February 11, 2019

Riau – Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako – Pertamina Hulu (BOB), berhasil menemukan cadangan minyak yang berasal dari sumur Benewangi yang di tajak tanggal 22 Desember 2018 lalu.

Penemuan cadangan minyak ini merupakan kabar gembira bagi BOB PT BSP – Pertamina Hulu dan masyarakat Riau dan merupakan capaian yang baik di awal tahun 2019.

Dengan berhasilnya menemukan cadangan minyak bumi ini, berarti BOB PT BSP – Pertamina Hulu dapat meningkatkan hasil produksinya.

Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi, Abdul Mutalib Masdar, mengapresiasi kinerja BOB PT BSP – Pertamina Hulu atas keberhasilannya dalam menemukan cadangan minyak ini, dan berharap penyiapan segera strategi berikutnya berupa post drill analysis untuk memastikan jumlah cadangan yang sudah ditemukan dan kemudian melakukan produksi untuk di komersialkan.

“Jadi kalau kita melihat kondisi existing, kita dapat segera melakukan komersialisasi atau POP ( Put On Production ), dan harus segera dilakukan evaluasi agar dapat melakukan lagi pengeboran sumur lainnya disekitar sumur Benewangi ini” ujar Abdul Muthalib Masdar.

Sementara, GM BOB PT BSP – Pertamina Hulu, Riry Wurestya Hady bersyukur atas temuan ini “Alhamdulillah, atas semua rahmat yang telah Allah berikan sehingga operasi pemboran sumur eksplorasi Benewangi dapat berjalan sesuai dengan rencana, aman meskipun dalam pelaksanaan kami menemukan beberapa kendala namun berakhir baik dengan berhasil dengan discovery”. Ujar Riry

“Kita tidak akan berhenti disini dan akan berusaha untuk mencari cadangan cadangan minyak lainnya untuk meningkatkan produksi nasional yang nantinya akan dinikmati oleh masyararakat Indonesia,” tambahnya.

Dari hasil test yang sudah dilakukan, didapatkan minyak yang berasal dari sumur Benewangi #J-01 dengan total kedalaman 2800 ft MD ini mengalir ke permukaan secara alamiah (natural flowing) dari 2 prospect lapisan, sementara BOB PT BSP – Pertamina Hulu masih mengevaluasi lanjut untuk menghitung besaran cadangan dan produksi yang akan dihasilkan.

“Dengan keberhasilan pemboran ini, Insya Allah akan menambah produksi minyak kami saat ini. Terima kasih kepada stakeholders yang telah mempercayai kami dan semua pihak yang telah mendukung pemboran ini”, tutup GM BOB PT BSP Pertamina Hulu.

Brands Corporate Update

Pegadaian & 11 Perguruan Tinggi Kerja Sama Program Magang Bersertifikat

February 11, 2019

Jakarta, 11 Februari 2019 – PT Pegadaian (Persero) ikut membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM yang dicanangkan oleh pemerintah, ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) Program Magang Bersertfikat bagi mahasiswa dari 11 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Program Pemagangan ini merupakan bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara Perguruan tinggi dan Pegadaian, “Para mahasiswa magang nantinya akan bekerja secara langsung dibawah bimbingan staf yang telah ditunjuk oleh Perusahaan dan menguasai keterampilan atau keahlian tertentu, serta dikoordinasikan melalui Forum Human Capital Indonesia,” ungkap Direktur Sumber Daya Manusia dan Hukum Pegadaian, Edi Isdwiarto. Dia menjelaskan hal itu seusai penandatangan MoU dengan perguruan tinggi di Kantor Pusat Pegadaian, Senin (11/2) di Jakarta.

Perguruan tinggi yang terlibat dalam program tersebut diantaranya Institut Sepuluh November (ITS), Universitas Gajah Mada (sekolah vokasi) Universitas Indo Global Mandiri, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Satya Negara Indonesia, Poltek Negeri Malang, Universitas LP3I Medan, Politeknik Pos Indonesia, Universitas Alma Ata, dan Universitas Darma Persada. Adapun jumlah peserta magang untuk tahao awal 43 mahasiswa dari 11 Universitas yang mengikuti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat.

Edi menjelaskan kriteria peserta yang mengikuti program tersebut terdiri dari usia paling rendah 17 tahun, sehat jasmani dan rohani, dan jurusan pendidikan yang diterima disesuaikan dengan bidang kerja yang tersedia di perusahaan. Ditambahkannya bahwa program tersebut peserta akan dibimbing oleh seorang yang ahli pada bidangnya dengan memiliki kriteria seperti, memiliki kompetensi teknis dalam jabatan yang sesuai dengan program Pemagangan, memiliki kompetensi metodologi pelatihan, Ditunjuk melalui Surat Tugas (SK), dan memahami regulasi pemagangan.

Dia menjelaskan bahwa Program Magang Mahasiswa Bersertifikat bertujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang dapat bersaing di pasar global saat ini. “Menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing dan unggul melalui pemberian kesempatan pemagangan pada mahasiswa D3/S1 tingkat akhir universitas negeri/swasta.”

Sementara itu, perwakilan dari 11 Perguruan Tinggi, Hamam Hadi dari Universitas Alma Ata sangat mengapresiasi adanya penandatanganan kerja sama tersebut. Menurut dia, kesempatan ini sangat baik untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia.

“Bahwa memang sebelumnya masih jarang adanya program ini di universitas kami. Tapi kami sangat mengapresiasi adanya Program Magang Mahasiswa Bersertifikat, karna adanya program ini sangat membantu untuk memberikan ilmu-ilmu kepada mahasiswa kami.”

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini sedang menggalakkan program magang bersertifikat yang bekerja sama dengan 25 universitas terdiri dari universitas swasta dan universitas negeri. Ribuan mahasiswa akan magang pada posisi tertentu di 63 BUMN yang membutuhkan. Nantinya, Sebanyak 2.732 mahasiswa dari 25 universitas tersebut terdaftar pada tahap pertama program magang tersebut.

Beberapa BUMN yang melakukan program magang bersertifikat bagi mahasiswa antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Nasional Indonesia Tbk, PT Taspen (Persero), Perum Bulog, PT Waskita Karya Tbk, Perum Perikanan Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Perkebunan Nusantara III, DAMRI dan Krakatau Steel.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan, keterlibatan BUMN dalam Program Pendidikan Vokasi merupakan bentuk komitmen BUMN sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mendukung kemajuan dan kemandirian bangsa. Adanya keterlibatan BUMN merupakan sinergi saling menguntungkan dalam membangun SDM unggul yang lahir dari program ini akan menjadi alternatif sumber rekrutmen BUMN.