News

Wujudkan Sinergi BUMN, Wilayah Kerja Rokan Manfaatkan Pasokan Listrik PLN

March 24, 2021


Jakarta, 22 Maret 2021 – Jelang alih kelola yang bersamaan dengan momentum kebangsaan
pada Agustus 2021, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memastikan kesiapannya dalam pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Rokan, salah satunya dengan mewujudkan sinergi BUMN dalam pemanfaatan suplai listrik dari PT
Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk operasional produksi Migas di WK Rokan.


Berdasarkan data, dengan rata-rata produksi berada di kisaran 161 ribu barel per hari, saat ini WK Rokan membutuhkan pasokan listrik mencapai 400 Megawatt (MW) dan uap sebesar 335 ribu barel standar per hari (MBSPD).


Untuk menjamin suplai listrik dan uap dalam operasional WK Rokan, PLN dan PHR telah menyepakati dan menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) pada 1 Februari 2021 lalu.


Dari kesepakatan tersebut, PLN akan menjalankan dua tahap untuk memastikan suplai listrik
dalam operasional WK Rokan tersedia dengan aman. Tahap pertama, masa transisi dengan memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung selama 3 tahun, mulai 9 Agustus 2021. Adapun tahap kedua, masa layanan permanen akan mengandalkan pembangkit
dan jaringan PLN yang akan dimulai pada 2024.


“Sinergi BUMN Listrik Nasional akan menciptakan operasional yang lebih efisien, karena pasokan listrik dari PLN diyakini Pertamina lebih handal dengan pembangunan jaringan
interkoneksi sistem dan gardu induk serta dapat dibackup dari pembangkit listrik lain, sehingga dapat meningkatkan kapasitas suplai listrik untuk kegiatan operasional WK Rokan,” ujar Senior
Vice President Corporate Communication & Investor Relation Pertamina, Agus Suprijanto di
Jakarta (22/3).


Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina sebagai holding akan mengawal kinerja PHR untuk
memastikan proses alih kelola WK Rokan berjalan dengan baik dalam rangka menjaga produksi
migas nasional yang sekitar 25% dikontribusikan dari produksi WK Rokan. Produksi tersebut
diperoleh dari lima lapangan besar yaitu Duri, Minas, Bangko, Balam South, dan Petapahan yang
tersebar di lima kabupaten di Provinsi Riau.


“Mengingat WK Rokan tersebut tergolong mature, Pertamina akan memanfaatkan teknologi
terkini dan telah mempersiapkan program jangka panjang untuk menahan laju penurunan
produksi minyak di WK Rokan,” ujarnya.


Agus menuturkan, beberapa upaya yang dilakukan untuk mempertahankan produksi WK Rokan,diantaranya mempersiapkan dan menyelesaikan proses perizinan, proses peralihan pekerja,
memastikan alih kontrak barang dan jasa serta data transfer dari operator existing berjalan lancar.

“Pertamina terus membangun komunikasi dengan Pemerintah untuk memastikan investasi,
kelancaran program pengeboran PHR di WK Rokan sepanjang 2021 tetap berjalan, yakni 84
sumur yang terdiri dari 44 sumur pengembangan dan 40 sumur tambahan lainnya,” ungkap
Agus.
Selain Pengeboran sumur pengembangan, lanjut Agus, dalam jangka panjang disiapkan pula
program lainnya berupa Infill Drilling, pengeboran sumur eksplorasi, workover/well
intervention, optimasi program waterflood dan steamflood serta program lainnya untuk
menambah cadangan.
“Sebagai BUMN yang mengemban amanah mengelola migas nasional, Pertamina mengharapkan
dukungan Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan masa depan WK
Rokan lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tandas Agus.