News

Data BPS: Pariwisata Paling Terdampak Covid-19, Neraca Perdagangan Tetap Tumbuh

May 18, 2020

Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Namun, di balik itu ternyata neraca perdangan Indonesia justru meningkat pada 4 bulan awal 2020.

Pemerintah baru mengumumkan kasus Covid-19 pertama pada awal Maret 2020, namun penurunan wisman di Indonesia sudah terasa sejak bulan Februari 2020. Menurut Kepala BPS Suhariyanto, pada bulan Maret 2020, wisman yang berada di Indonesia hanya sekitar 470 ribu orang.

“Pemerintah menyampaikan kasus Covid-19 pertama pada bulan Maret, tapi dampak Covid mulai terasa Februari. Pada bulan Maret, wisman di Indonesia tinggal 470 ribu,” kata Suhariyanto, Senin (18/5/2020).

“Perbandingan saja, jumlah wisman Maret 2020 dan Maret 2019 turun 64 persen. Penurunan terjadi di wisman semua negara ke Indonesia. Sejak Februari sektor pariwisata benar-benar terpukul,” lanjutnya.

Selain pada pariwisata, Covid-19 juga berpengaruh pada perjalanan transportasi baik kereta api maupun pesawat. Untuk perjalanan kereta api turun 34 persen, sedangkan penerbangan domestik turun 24 persen dan penerbangan internasional turun 63 persen.

“Penerbangan domestik dari Jakarta ke Surabaya turun 66,7 persen, ke Denpasar turun 85,9 persen. Sementara penerbangan internasional ke Singapura turun 85 persen dan ke Malaysia turun 94 persen,” papar Suhariyanto.

“Ini akan mendorong kontraksi yang dalam di triwulan II-2020,” sambungnya.

Namun begitu, ternyata tidak semua mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. Menurut Suhariyanto, angkutan barang tetap tumbuh selama pandemi. Selain itu, neraca perdagangan pun mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Di tengah Covid ternyata tetap ada yang menggembirakan, tidak ada yang menduga bila neraca perdagangan kita lebih bagus pada periode Januari-April tahun ini dengan tumbuh 2,25 miliar us. Sementara tahun lalu neraca pedagangan kita pada periode yang sama adalah -2,35 miliar us,” pungkasnya.

Bisma