News

UOB Indonesia : 2020, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,2%

February 10, 2020

JAKARTA – Ekonomi Indonesia pada tahun ini diproyeksikan tumbuh sebesar 5,2%, meningkat tipis dibandingkan dengan tahun lalu yakni 5,02%, ditopang pelonggaran ketidakpstian global, meningkatnya konsumsi rumah tangga, investasi yang mengalami rebound dan harga komoditas yang membaik.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2020 tersebut diungkapkan oleh Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja.

“Untuk tahun 2020, kami memiliki pandangan optimis yang berhati-hati bahwa ekonomi Indonesia akan meningkat dengan perkiraan pertumbuhan kami sebesar 5,2%,” kata Enrico dalam pernyataan resminya, akhir pekan lalu.

Dia memproyeksikan pertumbuhan PDB yang lebih tinggi pada tahun 2020 kemungkinan akan didukung oleh sejumlah faktor. Mulai dari pelonggaran ketidakpastian global (setelah kesepakatan perdagangan AS-Cina fase 1), pengeluaran rumah tangga yang kuat, peningkatan investasi setelah tahun pemilihan pada tahun 2019, dan peningkatan harga komoditas. 

“Namun demikian, penting untuk diingat bahwa beberapa risiko penurunan tetap ada, yaitu dampak wabah virus corona baru [2019-nCoV] dan penyesuaian dalam beberapa harga yang dikelola pemerintah yang dapat mempengaruhi daya beli sampai batas tertentu,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2019 tumbuh sebesar 4,97%, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 5,18%, dipicu melemahnya investasi dan kinerja ekspor yang terkontraksi.

Pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2019 tersebut juga melemah apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yakni 5,02%. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal akhir tahun lalu merupakan yang terendah sejak kuartal IV/2016 yang hanya tumbuh 4,94%.

Melambatnya ekonomi Indonesia pada tahun lalu –lebih rendah dari tahun 2018 sebesar 5,17% dan di bawah target pemerintah sebesar 5,3% — dipengaruhi oleh berbagai ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global.

Kinerja ekspor Indonesia terpukul oleh ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China dan pemilihan umum pada tahun lalu telah menahan pertumbuhan investasi. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai tetap tangguh, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang relatif kuat.