News

Menkeu Ingin Lebih Banyak Negara Eropa Manfaatkan Tax Holiday

February 17, 2020

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap negara-negara di Kawasan Eropa dapat meningkatkan investasinya di Indonesia, dengan memanfaatkan insentif tax holiday yang ditawarkan oleh pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dihadapan forum Indonesia Economic and Investment Outlook 2020 di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (17/2/2020). Kegiatan tersebut digelar oleh Kamar Dagang dan Industri Eropa di Indonesia (EuroCham) bekerja sama dengan BKPM, dalam upaya mempromosikan kemudahan berusaha.

“Kami telah meluncurkan insentif fiskal, tax allowance, tax holiday dan fasilitas lainnya. Kami telah merevisi tax holiday dan sekarang kami delegasikan ke BKPM untuk kewenangan pemberian tax holiday. Kami juga simplifikasi proses tax allowance. Kami berharap semakin banyak negara Eropa yang memanfaatkan tax holidaydan menjadi top investor di Indonesia,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Menkeu menuturkan Belanda menjadi satu-satunya negara di Eropa yang telah memanfaatkan fasilitas tax holiday dari Indonesia. Adapun negara lain di luar Eropa yang memanfaatkan insentif ini yakni China, Hong Kong, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan investasi langsung yang direalisasikan dengan memanfaatkan tax holiday mencapai Rp1.102 triliun. Berdasarkan sektor yang memanfaatkan tax holiday yakni ekonomi digital, industri kimia, industri hulu, logam, pabrik mesin motor, petrokimia, industri minyak bumi, infrastruktur ekonomi, listrik, dan pembangkit listrik.

Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi dari negara-negara di Eropa pada 2019 cukup menggembirakan, meski secara nominal belum mampu mengalahkan Singapura, China, dan Jepang.

Belanda tercatat berkontribusi 9,2% dari keseluruhan realisasi investasi sepanjang tahun lalu (tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan), yang mencapai Rp809,6 triliun.

“Saya berharap teman-teman dari Eropa, saya siap menjadi PIC kalian selama betul-betul riil investasi. Kalau ada masalah ayo kita selesaikan. Saya juga sampaikan, suasana kebatinan kita di Indonesia juga agak sedikit dinamis dengan di WTO-kan soal nikel, Eropa juga melarang produk sawit kita. Saya pikir bisnis kedua-duanya harus enak, sahabat yang baik adalah yang saling mengerti dua kepentingan, kalau satu kepentingan itu bukan sahabat yang baik,” papar Bahlil.

Di sisi lain, kegiatan Indonesia Economic and Investment Outlook 2020 dimaksudkan untuk memproyeksikan potensi ekonomi dan investasi tahun ini. Acara ini juga untuk mensosialisasikan upaya-upaya perbaikan yang sedang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam rangka memperbaiki kemudahan berusaha.

“Kolaborasi ini dapat menjadi forum komunikasi yang efektif sehingga investor mengetahui apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Kami paham apa yang dibutuhkan investor, yaitu kepastian, kecepatan, dan efisiensi,” jelas Bahlil. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua EuroCham Indonesia Corine Tap menegaskan bahwa perusahaan Eropa di Indonesia siap mendukung pemerintah dalam melakukan reformasi untuk meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia. 

“Kami tentu mendukung upaya reformasi pemerintah dalam memfasilitasi investasi di Indonesia. Selain kepastian usaha, investor juga memerlukan dukungan pemerintah untuk terus tumbuh dan berkembang di Indonesia,” tegas Corine.