News

BRI Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh 10 Persen Pada 2020

January 23, 2020

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membidik penyaluran kredit tumbuh di kisaran 10% pada 2020 ini, naik dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp908,88 triliun, dengan fokus penyaluran pembiayaan pada segmen mikro.

Hingga akhir Desember 2019, Bank BRI mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp908,8 triliun, tumbuh 8,44 % secara year on year(YoY). Angka pertumbuhan kredit Bank BRI tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yang tumbuh 6,08%.

“Untuk 2020 kami targetkan pertumbuhan kredit 10%. Kita fokus ke mikro. Kita pacu pertumbuhan lebih cepat,” kata Direktur Utama Bank BRI Sunarso, dalam press conference Laporan Keuangan Triwulan IV 2019, di Kantor Pusat BRI, Kamis (23/1/2020).

Pertumbuhan kredit pada segmen mikro menjadi salah satu penyokong utama kinerja BRI sepanjang 2019. Sunarso mengungkapkan penyaluran kredit mikro yang pada 2019 lalu tumbuh double digit12,19%, menjadi salah satu faktor utama pendukung pertumbuhan kredit perseroan. 

Bahkan porsi kredit mikro pada Bank BRI sebagai perusahaan induk telah meningkat dari 34,3% menjadi 35,8%.  Hal ini, lanjut Sunarso, sejalan dengan aspirasi Bank BRI pada 2020, yakni komposisi kredit mikro mencapai 40% dari total portofolio pinjaman. 

“Kami akan go smaller, go shorterdengan tenor yang pendek-pendek, go faster dan go cheaper. Melalui platform berbasis teknologi, kami mempersiapkan ekosistem mikro berbasis digital. Kami akan menjangkau masyarakat sebanyak-banyaknya,” papar Sunarso.

Selain kredit mikro, pertumbuhan kredit Bank BRI juga ditopang oleh pertumbuhan kredit ritel dan menengah yang tumbuh 12,08% secara YoY menjadi Rp269,64 triliun pada akhir 2019.

Selain tumbuh positif di atas rata-rata industri, BRI juga mampu menjaga kualitas kredit di level ideal yakni non-performing loan (NPL) 2,80% dengan NPL coverage mencapai 153,64%.

Sepanjang tahun lalu, Bank BRI membukukan laba sebesar Rp34,4 triliun, tumbuh 6,1% secara YoY. Sementara aset BRI tercatat Rp1.418,95 triliun, tumbuh 9,41% dibandingkan aset akhir 2018 sebesar Rp1.296,9 triliun.