News

Indonesia Bawa Misi ‘Sustainable Tourism’ di WTM London

November 5, 2019

London — Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membawa misi sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan) yang mencakup pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan di pameran pariwisata terbesar kedua di dunia WTM London yang berlangsung pada 4-6 November 2019.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata II Kemenparekraf Nia Niscaya kepada Antara London, Senin, mengatakan pihaknya telah membentuk program lima Destinasi Super Prioritas pada destinasi pariwisata berkelanjutan, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang di Sulawesi Utara. 

Ia mengatakan Indonesia ingin mengarahkan pariwisata agar lebih berkelanjutan di masa depan dengan pemberdayaan masyarakat sebagai tujuan utama.

Menurut dia, Destinasi Super Prioritas itu dipilih berdasarkan kekuatan dan kesiapan mereka dalam hal atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas.

Dari segi atraksi, semua lima tujuan menawarkan pengalaman unik tersendiri. Borobudur misalnya merupakan Candi Budha terbesar di dunia yang dinobatkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

“Poin kunci lain membuat Borobudur unik adalah Candi Budha terbesar terletak di negara dengan populasi muslim terbanyak. Hal ini menunjukkan toleransi di Indonesia luar biasa,” ujarnya.

Tujuan wisata lain dengan aset luar biasa adalah Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Tujuan ini sangat populer di kalangan pariwisata karena Komodo dan Pink Beach. Presiden Jokowi mengumumkan rencananya untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi premium.

“Kami sangat gembira Labuan Bajo berpartisipasi dalam WTM London 2019 yang merupakan bursa pariwisata terbesar kedua di dunia setelah ITB Berlin,” katanya.Lebih jauh ia menjelaskan WTM London merupakan tempat bertemunya berbagai kalangan pelaku industri pariwisata mulai dari travel tradehotelier, hingga airlines yang datang dari seluruh dunia. Menurut dia, 99 persen peserta menyatakan kepuasannya setelah berpartisipasi pada WTM London dengan jumlah transaksi mencapai lebih 2,8 triliun euro.

Indonesia dalam hal ini Kemenparekraf menjadikan WTM London sebagai ajang untuk mempromosikan kepariwisataan Indonesia melalui kegiatan pameran, table top, wawancara media, temu industri, kampanye kepedulian, dan pertunjukan budaya, termasuk ditampilkannya batik sebagai dekorasi Paviliun Indonesia, musik dan tarian, serta makanan dan minuman khas Indonesia, seperti kopi. (***)