News

Pancasilanomic Disebut Sebagai Sistem Ekonomi yang Akan Hadirkan Kemakmuran bagi Indonesia

October 8, 2019

Jakarta – Sistem ekonomi dengan konsep Pancasilanomic dianggap sebagai konsep yang paling pas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Sebab ekonomi Pancasila merupakan sistem yang menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif. Menurutnya, moral yang dimiliki dalam ekonomi Pancasila adalah keseimbangan.

“Moral ekonomi Pancasila adalah keseimbangan antar kebutuhan jasmani dan rohani, negara dan sosial, individu, pasar dan sosial. Ini ekonomi yang berkeadilan,” kata Yudi.

Hal ini dikatakan oleh Yudi dalam peluncuran buku Pancasilanomic karya politisi PDI-Perjuangan Arif Budimanta di Gedung Bursa Efek Indonesia. Bagi Yudi, Pancasilanomic merupakan penyempurnaan dari sistem koperasi yang berlandaskan azas tolong menolong dan kebersamaan.

“Pada pasal 33 Undang-undang Dasar, ini kan dasar ekonomi kita. Soal tolong menolong itu kata Hatta (Mohammad Hatta, mantan wakil presiden pertama RI) artinya koperasi. Kalau hari ini, koperasi bukan hanya badan sajas tapi semangatnya. Peran negara, swasta dan badan usaha koperasi. Sekarang negara sudah mulai membagi itu dengan sangat baik. Engine perekonomian adalah di private sector. Jadi jangan dilihat swasta sebagai pesaing,” tutur Yudi.

Sementara Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, mengatakan bila dalam implementasi Pancasilanomic pihaknya akan mengembangkan potensi yang ada di Indonesia. Sebab baginya, ekonomi kreatif inklusif bagi seluruh rakyat tanpa membeda-bedakan ras dan golongannya.

“Dengan bekal buku ini akan memberikan dasar yang kuat untuk ke depan kita buat roadmap sinergi daerah dan pusat. Kita bisa berkembang dengan potensi kita sendiri. Ekonomi kreatif adalah inklusif bagi semua ras di indonesia dan itu ada di pancasila. Ekonomi kreatif adalah gerakan agar kita tidak tergantung pada sumber daya alam khususnya energi fosil dan agar kita tidak terpisah-pisah oleh Sara,” ucap Triawan.

Hal ini juga diamini oleh Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristianto. Menurutnya, Pancasila dalam ekonomi adalah sintesa dari berbagai paham ekonomi yang ada di seluruh dunia dan akhirnya bersatu dalam gotong royong. Baginya, Pancasilanomic bisa menjadi landasan dalam kebijakan fiskal Indonesia ke depan dalam menghadapi persaingan global.

“Pancasila dalam ekonomi adalah sistem ekonomi kita yang merupakan sintesa dari berbagai sistem ekonomi sesuai dengan gotong royong. Pancasilanomic ini harus dibayangkan dalam kebijakan fiskal agar bisa dijabarkan. Pancasilanomic tidak lepas dari persoalan global. Kami yakin Pancasilanomic dapat dijabarkan dengan baik olek Pak Jokowi. Sekarang sudah dimulai dalam mencapai kesejahteraan yang sebaik-baiknya,” sebut Hasto.

Dirinya pun memberikan contoh Pancasilanomic yang saat ini sudah mulai dijalankan. Hasto menyebut bila keberadaan ojek daring merupakan perwujudan dari Pancasilanomic itu sendiri.

“Bagaimana Gojek dan Grab itu menjalankan Pancasilanomic. Mereka yang memiliki motor atau mobil untuk kepentingannya pribadi saat ini mulai memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain. Pemilik mendapatkan untung dari mengantarkan orang, penumpang bisa sampai dengan selamat. Sementara perusahaan juga mendapatkan untung dari adanya perputaran uang,” pungkasnya.

(Bisma)