News

Kepala BKPM: Target Realisasi Investasi 2019 Sudah Capai 75 Persen

October 31, 2019

Jakarta – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, menyampaikan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia untuk triwulan ketiga 2019. Dalam paparannnya, Bahlil mengatakan bila pada triwulan ketiga 2019 ini realisasi investasi yang masuk adalah Rp 205,7 triliun.

Angka tersebut naik dari realisasi investasi pada periode yang sama di tahun 2018 sebesar Rp 173,8 triliun, atau naik 18,4 persen. Sementara untuk realisasi untuk tahun 2019 dari bulan Januari hingga September adalah sebesar Rp 601,3 triliun, dari target yang dicanangkan pemerintah sebesar Rp 792 triliun.

“Bahwa realisasi pada triwulan ketiga 2019 masih sesuai perencanaan kita. Ini masih sesuai target karena sudah 75 persen dari target, masih ada Rp 108 triliun yang masih dikejar. Kita optimis bisa tercapai target di triwulan keempat walaupun ekonomi global belum meggembirakan,” kata Bahlil di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2019).

Menurut Bahlil, salah satu hal yang menarik dari realisasi investasi pada triwulan ketiga 2019 ini adalah peningkatan investasi di luar Pulau Jawa. Bahlil mengatakan bila sepanjang tahun 2019 hingga bulan September jumlah investasi di Pulau Jawa adalah Rp 330,2 triliun atau sebesar 54,9 persen dari total investasi. Sementara investasi di luar Pulau Jawa adalah Rp 271,1 triliun atau 45,1 persen. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2018 lalu, total investasi di Pulau Jawa adalah Rp 304,2 triliun atau 56,8 persen dari jumlah investasi. Untuk di luar Pulau Jawa adalah Rp 231,2 triliun atau 43,2 persen dari total investasi.

“Yang menarik adalah investasi tidak lagi didominasi di Pulau Jawa tapi sudah mulai merata. Prospek investasi di luar Pulau Jawa sudah mulai menjanjikan. Ini karena pembangunan infrastruktur yang dilakukan 5 tahun terakhir. Investasi kan yang penting ada 2 hal, yaitu keamanan dan infrastruktur. Pertumbuhan ini adalah bukti bahwa infrastruktur sangat dibutuhkan masyarakat,” tegas Bahlil.

Bahlil juga menuturkan, banyaknya investasi yang terealisasi berbanding lurus dengan tenaga kerja yang terserap. Pada triwulan ketiga 2019 ada 212.581 tenaga kerja yang sudah terserap. Bagi Bahlil, pertumbuhan investasi memang harus bisa menciptakan lapangan kerja dan memberikan efek domino pada UMKM.

“Investasi memang harus ada efek domino pada UMKM dan menciptakan lapangan kerja. Sekarang sudah 212.581 orang tenaga kerja yang sudah terserap sampai triwulan ketiga ini. Sekitar 600ribu lapangan kerja yang sudah tersedia atas dasar efek investasi,” paparnya

“Harapan ke depan, investasi yang masuk didorong ke bidang yang mampu meningkatkan nilai tambah. Neraca perdagangan kita sekarang sedang defisit karena subsidi masih tinggi dan masih ekspor raw material,” pungkas Bahlil.

(Bahlil)