News Weekly Brief

Metode Kuliah Blended Makin Digemari

April 22, 2019

Jakarta, 22 April 2019 – Kuliah dengan jadwal fleksibel menjadi kebutuhan bagi sebagian besar karyawan bekerja lulusan SMA/SMK dan D3 yang tidak sempat membagi waktu bekerjanya untuk kuliah. Tecatat dari 1,500 lebih responden yang disurvey oleh HarukaEDU di tahun 2018, sebanyak 69% karyawan ingin kuliah sambil tetap bekerja.

Untuk itulah, metode kuliah blended learning semakin digemari karena melibatkan komponen kuliah online yang fleksibel bagi mahasiswa berstatus karyawan.

“Dengan metode blended learning, karyawan bekerja bisa mengatur sendiri waktu belajar mereka. Bisa melalui laptop bahkan smartphone. Selama ada koneksi internet, mereka bisa belajar kapan saja dan di mana saja,” ujar Zaneti Sugiharti, Head of Marketing and Communications Pintaria.

Adapun dasar dari penyelenggaraan kuliah secara blended learning ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI Nomor: 24 Tahun 2012 Pasal 4 & 15; Nomor 109 Tahun 2013 Pasal 4; Panduan Pelaksanaan PJJ 2016 Dirjen Kemenristekdikti Bab 2 Prinsip-Prinsip Pendidikan Jarak Jauh, Huruf A. Pengertian dan Ruang Lingkup Pendidikan Jarak Jauh, angka 13 dan PERMENRISTEKDIKTI Nomor 51 Tahun 2018.

“Selain mengakses materi kuliah online, mahasiswa juga tetap bisa memperoleh keunggulan belajar di kelas dan berinteraksi dengan dosen serta menambah networking dengan karyawan profesional lainnya di kelas tatap muka yang dilakukan seminggu sekali,” tambah Zaneti.

Fleksibilitas yang ditawarkan metode kuliah blended learning dirasakan langsung oleh karyawan yang menjadi mahasiswa di salah satu kampus mitra Pintaria. “Metode kuliah blended learning sangat fleksibel bagi saya yang bekerja dengan jam yang tidak tentu sebagai asisten manajer di perusahaan AC di Bandung. Saya bisa dengan mudah mengakses materi belajar, sistem nya juga mudah digunakan dan saya bisa belajar di mana saja di sela-sela kesibukan bekerja,” ujar Micke Septy Setiawati selaku mahasiswa.

Pintaria mengajak seluruh karyawan bekerja yang ingin meraih gelar Sarjana baik itu S1 maupun S2 untuk memilih metode belajar blended learning yang fleksibel dan terjangkau. “Kami juga memberikan kemudahan pembiayaan cicilan bulanan mulai dari Rp800 ribuan per bulan dan pengurangan biaya kuliah Rp600 ribu dalam periode Early Bird hingga 10 Juli 2019 dengan kuota terbatas,” tutup Zaneti.