Weekly Brief

10.000 Pengusaha Indonesia Dukung Jokowi – Amin

March 22, 2019

Jakarta – Sebanyak 10 ribu pengusaha mendeklarasikan dukungan untuk calon Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin Republik Indonesia, dalam acara yang bertemakan ‘Kerjo – Pengusaha Pekerja Pro Jokowi’ di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3).

Pada acara teresebut dihadiri pengusaha-pengusaha besar Indonesia seperti Ketua Kadin Rosan Roeslani, Eric Tohir yang juga berperan sebagai Ketua Kampanye Tim Nasional (TKN), Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, dan beberapa lainnya. Tidak hanya itu, dihadiri pula beberapa artis ternama seperti penyanyi kondang Indonesia Yuni Sarah dan Memes.

Hariyadi mengungkapkan bahwa di era politik saat ini, mendapat sebuah dukungan dari para pengusaha cukuplah sulit. Hal ini dikarenakan pengusaha harus bersikap netral, tidak boleh mendukung salah satu pihak.

“Cukup sulit dukungan dari pengusaha di politik. Karena akan ada resiko di dunia usaha. Tapi mereka ada di sini untuk mendukung anda (Jokowi), dan dukungan kami tidak sendirian, tapi juga ada pendukung dari mitra kerja kami,” kata Haryadi di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3).

Sedangkan, Rosan mengajak semua pengusaha untuk memilih pemimpin yang tepat dan memiliki jam kerja yang terbukti nyata. Kita ke TPS (Tempas Pemungutan Suara) tidak lebih dari lima menit. Tapi waktu itu yg menentukan waktu kita ke 5 tahun ke depan untuk masa depan NKRI,” kata Rosan.

Pada kesempatan yang sama, Calon Presiden RI Nomor 1 Joko Widodo mengatakan bahwa dukungan dari para pengusaha di Indonesia memberikan sebuah kekuatan besar, yang membuat dirinya tetap optimis untuk terus maju. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia bukanlah negara kecil, sehingga dibutuhkan sebuah pemimpin yang kaya akan pengalaman bukan sekedar mencoba-coba.

“Saya sampaikan bahwa negara Indonesia merupakan negara besar bukan negara kecil dan kita ini di berikan ke anugrahan perbedaan. Ini bisa menjadi kekuatan dan bisa menyelamatkan kita. Negara sebesar Indonesia ini, ini adalah kapal besar yang memerlukan nahkoda. Yang pastinya memiliki pengalaman yang baik, saya yang beruntung mendapatkan pengalaman yang dari bawah. Dari walikota dua tahun menengah gubernur dan presiden.”

“Sekali lagi, saya ingat waktu saya jadi walikota, waktu jadi pengusaha. Waktu saya jadi pengusaha jadi walikota membutuhkan waktu 2 tahun untuk beradaptasi. Kalau saya engga memiliki pengalaman sebagai walikota dan gubernur. Artinya apa jgn di berikan kepada yang masih coba-coba,” tambahnya.