Merger 4 Bank Kecil Dapat Lampu Hijau OJK

January 7, 2019

Ada empat bank kecil yang akan digabung alias merger di tahun 2019 dan sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pertama, rencana merger antara PT Bank Dinar Indonesia Tbk dengan PT Bank Oke Indonesia. Bila seluruh proses berjalan mulus diprediksi hal ini akan rampung sebelum semester I-2019 berakhir tepatnya pada Mei 2019. Sebelumnya, pihak investor asing asal Korea Selatan yaitu APRO Financial Co. Ltd sudah merampungkan proses akuisisi Bank Dinar pada 25 Oktober 2018 lalu.

Pasca penggabungan Bank Dinar dan Bank Oke selesai maka total modal inti bank gabungan menjadi Rp 1,6 triliun. Otomatis, bank baru tersebut akan langsung masuk dalam kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) II.

Sebagai catatan, saat ini komposisi kepemilikan saham Bank Dinar sebagian besar dimiliki APRO Financial Co.Ltd sebesar 77,38% sementara sisanya milik publik. Sementara sebanyak 99% saham Bank Oke sudah dipegang oleh APRO Financial Co.Ltd dan 1% dimiliki oleh I Wayan Gatha selaku pendiri perusahaan.

Kedua, rencana merger antara PT Bank Agris Tbk dan PT Bank Mitraniaga Tbk di tahun 2019. Sang investor yakni Industrial Bank of Korea (IBK) dalam keterangan resminya mengaku sudah memperoleh lampu hijau dari OJK terkait rencana akuisisi dua bank tersebut.

Pada saat yang sama, manajemen IBK meyakini proses akuisisi ini bakal memperluas jaringan bisnis kedua perusahaan tersebut. Rencananya, bank gabungan antara Bank Agris dan Bank Mitraniaga ini akan terbentuk pada semester I-2019 mendatang.

Sama seperti Bank Dinar dan Bank Oke, bank gabungan antara Agris dan Mitraniaga juga akan langsung masuk dalam kategori BUKU II dengan modal inti sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.

Sekadar informasi, saat ini pemegang saham Bank Agris adalah PT Dian Intan perkasa dengan kepemilikan 82,59% dan sisanya merupakan saham milik publik. Sedangkan pemegang saham mayoritas Bank Mitraniaga adalah Yeo Willy Yonathan dengan kepemilikan sebesar 72,07%. PT Sarana Steel Corporation juga memegang 9,89% saham Bank Mitraniaga. Adapun sisanya dimiliki Kamtono Kosasih sebanyak 5,1%.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengamini bahwa keempat bank tersebut bakal digabung dalam waktu dekat. OJK sebagai regulator sudah memberi persetujuan terkait aksi korporasi investor asing tersebut di Tanah Air dan kini keduanya sudah dalam proses penyelesaian perizinan dan pengkajian. “Masih proses, masih berjalan dan tidak ada masalah,” katanya.

****

No Comments

    Leave a Reply